Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaDaerahPencemaran Pestisida Sungai Cisadane Meluas

Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane Meluas

Energi Juang News, Tangerang- Puluhan ikan ditemukan mati mengapung di aliran Sungai Cisadane, Tangerang. Fenomena ini terjadi setelah kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Air sungai diduga tercemar oleh limbah kimia hasil kebakaran dan mengakibatkan kerusakan ekosistem di sepanjang aliran sungai yang melintasi beberapa daerah.

KLH Pastikan Pencemaran Meluas Hingga 22,5 Kilometer

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan pada Kamis (12/2/2026) bahwa pencemaran di Sungai Cisadane kini meluas hingga 22,5 kilometer, mencakup wilayah Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
Biota air, termasuk ikan mas, patin, nila, sapu-sapu, serta ikan baung, ditemukan mati dalam jumlah banyak.

KLH dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) segera mengambil sampel air dari hulu hingga hilir sungai dan mengumpulkan sepuluh sampel ikan untuk diuji di laboratorium. Analisis lanjutan juga dilakukan terhadap kualitas air tanah serta biota lain dengan bantuan ahli toksikologi.

KLH Imbau Warga Tidak Gunakan Air Sungai

“Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian uji laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk tidak menggunakan air sungai untuk aktivitas harian. Uap yang terhirup bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, hingga gangguan pernapasan,” ujar Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (12/2/2026).

Hanif mengungkapkan sebanyak 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama terbakar dalam kejadian tersebut. Jenis pestisida yang terbakar, yakni sipermetrin dan profenofos, tergolong bahan kimia aktif yang digunakan dalam pengendalian hama pertanian.

“Air pemadaman yang bercampur residu pestisida itu mengalir ke sungai dan menimbulkan pencemaran serius pada lingkungan perairan serta masyarakat di sekitar lokasi,” tambah Hanif.

Kebakaran Gudang Jadi Pemicu Awal

Kebakaran pabrik pestisida di Kecamatan Setu, Tangsel, terjadi pada Senin (9/2). Kobaran api sulit dipadamkan karena berasal dari bahan kimia. Tim pemadam bahkan harus menggunakan dua truk pasir untuk mengendalikan api, yang baru berhasil padam setelah tujuh jam.

Pemerintah Tangsel Siagakan Air Bersih untuk Warga

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memastikan pasokan air bersih tetap terjamin bagi warga terdampak. “Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola air bersih untuk memastikan suplai air aman,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (11/2).

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menyiapkan tangki air bagi masyarakat terdampak. “Dinas Perkimta bersama BPBD menyiagakan truk tangki untuk menyalurkan air bersih secara gratis,” tambah Benyamin.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments