Energi Juang News, Babel- OPERASI Keamanan Laut mengungkap praktik penyelundupan besar-besaran di perairan Kepulauan Bangka Belitung. Satgas gabungan berhasil menggagalkan peredaran ratusan ton timah dan mineral bernilai tinggi yang selama ini diloloskan lewat jalur laut dengan berbagai trik tersamar.
Modus Kirim Ikan untuk Sembunyikan Timah
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali membeberkan cara para pelaku mengelabui petugas saat meninjau barang bukti di Kawasan Muara Tengkorak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Ahad, 15 Februari 2026.
Menurutnya, pelaku jarang memakai pola yang sama dan terus mengubah strategi.
“Biasanya penyelundupan tersebut disamarkan melalui pengiriman hasil laut. Jadi ada yang pura-pura mengirimkan ikan, udang dan lainnya. Setelah diperiksa ternyata ada pasir timah di dalamnya,” ujar Muhammad Ali di Kawasan Muara Tengkorak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Ahad, 15 Februari 2026.
Ratusan Ton Timah Disita
Opskamla mencatat total 496,892 ton timah sebagai barang bukti yang disita dari berbagai titik di Bangka Belitung.
Timah itu terdiri dari balok timah siap jual 183,142 ton, bijih atau pasir timah 313,209 ton, timah cetak 0,541 ton, dan timah koin 0,121 ton dengan nilai taksiran mencapai Rp 173,6 miliar.
Muhammad Ali menjelaskan, operasi ini digerakkan melalui sinergi Satgas Tri Cakti yang melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Unsur-unsur Angkatan Laut diturunkan untuk menutup celah jalur laut yang selama ini dimanfaatkan sebagai rute utama penyelundupan.
Tangkapan Rare Earth Puluhan Ribu Ton
Selain timah, Opskamla juga menggagalkan pengiriman mineral logam tanah jarang atau Rare Earth dengan volume besar.
Barang yang diamankan mencapai 10,7 ribu ton, terdiri dari sekitar 9,3 ribu ton monasit dan 1,3 ribu ton zircon, sementara jumlah ilmenit masih dalam proses perhitungan petugas.
“Sedangkan untuk nilai total monasit dan mineral dari logam tanah jarang lainnya belum dapat dihitung sebagai revenue karena belum ada regulasi di Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penanganan saat ini difokuskan pada pengamanan barang dan pencegahan kebocoran sumber daya strategis.
Dilimpahkan ke Kejaksaan
Muhammad Ali menegaskan TNI AL bertugas menghalau dan menangkap upaya penyelundupan di laut, sementara proses penegakan hukum akan menjadi kewenangan aparat kejaksaan.
Menurutnya, koordinasi lanjutan dengan aparat penegak hukum menjadi kunci memastikan para pelaku tidak mengulangi aksinya.
Ia menyebut keberhasilan pengungkapan ini sebagai bagian dari komitmen TNI AL mendukung kebijakan pemerintah.
“Untuk menindak tegas praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan sumber daya alam yang merugikan keuangan negara dan menimbulkan kerusakan lingkungan,” ucap Muhammad Ali.



