Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisElvi Diana: Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan, Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional

Elvi Diana: Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan, Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional

Energi Juang News, Jakarta- Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana CFP, menilai pencapaian sektor jasa keuangan yang tumbuh tinggi sebesar 7,92 persen (year on year) pada kuartal IV-2025 sebagai perkembangan yang sangat positif bagi perekonomian nasional. Angka tersebut merupakan laju pertumbuhan tertinggi sejak Juni 2021.

Pertumbuhan 7,92 Persen: Sektor Jasa Keuangan Jadi Penopang Ekonomi RI

Menurut Anggota Bidang Ekonomi Badan Analisa, Riset dan Kebijakan Pusat DPP PDI Perjuangan itu menilai, capaian ini menunjukkan sektor jasa keuangan semakin kokoh sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pertumbuhan 7,92 persen ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah sinyal bahwa kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional terus menguat, sekaligus mencerminkan dinamika ekonomi yang semakin sehat dan progresif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2).

Elvi juga menjelaskan bahwa peningkatan kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang kini telah mencapai 184 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, rasio ini menunjukkan semakin dalamnya pendalaman pasar keuangan (financial deepening) di Indonesia.

Rasio Aset 184 Persen PDB dan Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia

“Ketika rasio aset dan produk keuangan terhadap PDB meningkat, itu berarti aktivitas intermediasi, investasi, dan pembiayaan semakin luas. Ini memperbesar kapasitas ekonomi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga : Mahasiswa Universitas Gresik Edukasi Keuangan Warga Cerme

Ia juga menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya partisipasi publik di pasar modal, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi.

Elvi melanjutkan, selain pertumbuhan aset, diversifikasi produk keuangan yang semakin luas turut menjadi indikator penting dari pencapaian tersebut. Instrumen investasi yang semakin beragam—mulai dari saham, obligasi, reksa dana, hingga produk derivatif—memberikan pilihan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semakin banyak produk keuangan yang tersedia, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk menyesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka,” ungkapnya.

Diversifikasi ini, lanjutnya, juga mencerminkan semakin matangnya infrastruktur dan regulasi pasar keuangan nasional.

Meski demikian, Elvi mengingatkan pemerintah maupun otoritas pasar modal untuk tidak lengah. Ia menekankan pentingnya meningkatkan ketahanan publik atau investor terhadap risiko fluktuasi pasar.

Menurutnya, pertumbuhan yang tinggi perlu diimbangi dengan penguatan literasi keuangan dan perlindungan investor.

Pentingnya Literasi Keuangan, Perlindungan Investor, dan Ketahanan Sektor Jasa Keuangan

“Fluktuasi pasar adalah keniscayaan. Karena itu, pemerintah dan otoritas perlu memperluas edukasi literasi keuangan, memperkuat transparansi emiten, serta menyediakan instrumen lindung nilai (hedging) yang lebih mudah diakses oleh investor ritel,” tegasnya.

Ia juga mendorong pengembangan instrumen stabilisasi pasar, peningkatan kualitas pengawasan, serta penguatan manajemen risiko di lembaga jasa keuangan.

“Pertumbuhan sektor keuangan harus diiringi dengan sistem yang resilien. Dengan demikian, ketika terjadi gejolak global maupun domestik, investor tetap terlindungi dan kepercayaan publik tetap terjaga,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments