Energi Juang News, Jakarta – Suasana Balai RW 05 di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terlihat berbeda sore itu. Tempat yang biasanya digunakan untuk kegiatan rutin warga kali ini dipenuhi keceriaan ibu-ibu PKK. Kehadiran mereka bukan untuk acara biasa, tetapi untuk mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan keuangan bertajuk “Kelola Keuangan Bijak, Keluarga Bebas Utang” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Gresik.
Mahasiswa Universitas Gresik Edukasi Ibu-Ibu PKK soal Pengelolaan Keuangan Keluarga
Dipimpin oleh Lydia Imelda Januari Putri bersama 12 mahasiswa lainnya, kegiatan ini mengusung tujuan mulia yaitu meningkatkan literasi finansial dan menjauhkan warga dari pinjaman online ilegal serta perjudian online yang belakangan marak terjadi di masyarakat.
Koordinator kegiatan, Ahmad Fajar Sidiq Affandi, menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah membantu para ibu rumah tangga memahami pentingnya perencanaan keuangan keluarga agar tidak terjebak dalam utang yang menjerat.
“Kami datang dengan semangat berbagi ilmu dan belajar bersama, karena kami sadar para ibu adalah ujung tombak pengelolaan keuangan keluarga,” tutur Fajar dengan ramah.
Baca juga : Elvi Diana: Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan, Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional
Acara tersebut berlangsung meriah, dengan gaya penyampaian materi yang ringan namun mendalam. Para peserta diajak memahami pentingnya mencatat pengeluaran, membuat perencanaan anggaran rumah tangga, dan menyiapkan dana darurat untuk masa depan yang lebih aman.
Lebih dari 60 ibu-ibu PKK hadir dan tampak sangat antusias mengikuti seluruh sesi.
Materi Penyuluhan: Catat Pengeluaran, Susun Anggaran, Siapkan Dana Darurat
Banyak dari mereka mengakui bahwa ini adalah kali pertama mereka mendapatkan wawasan detail tentang pengelolaan keuangan keluarga secara sehat dan terencana.
“Biasanya saya kalau belanja hanya asal ambil saja, tapi sekarang saya paham pentingnya mencatat dan mengelola uang agar tidak boros,” ungkap salah seorang peserta dengan wajah sumringah.
Mahasiswa Universitas Gresik juga secara khusus mengedukasi para ibu mengenai bahaya pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan secara finansial maupun sosial.
Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online demi Keuangan Keluarga yang Sehat
Mereka mengingatkan pentingnya mengecek legalitas layanan pinjaman sebelum menggunakannya, serta bahaya judi online yang kini banyak mengincar kalangan ibu rumah tangga.
Fajar menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bentuk pengabdian mereka kepada masyarakat, namun juga sebagai aksi nyata dalam mewujudkan visi perguruan tinggi sebagai pusat perubahan positif di masyarakat.
“Kami ingin agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, lebih waspada dan pintar dalam mengelola keuangan keluarga. Harapannya dengan kegiatan ini, kesejahteraan masyarakat meningkat dan risiko terjebak utang semakin berkurang,” pungkas Fajar penuh semangat.
Redaksi Energi Juang News



