Energi Juang News, Depok- Viral di media sosial, seorang pria dilabrak emak-emak di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan karena diduga menyebarkan selebaran jasa mesum kepada anaknya. Belakangan, pria berinisial IK diketahui berprofesi sebagai guru madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Sawangan, Depok.
Peristiwa ini memicu perhatian publik dan mendorong pihak terkait segera mengambil langkah tegas.
Kemenag Benarkan Status Pelaku sebagai Guru MTs
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Enjat Mujiat, membenarkan bahwa IK merupakan salah satu guru di MTs wilayah Kedaung, Sawangan.
“Benar itu salah satu guru Mts di Kedaung, Kecamatan Sawangan,” kata Enjat pada Senin, 30 Maret 2026.
Enjat mengaku telah menerima laporan dari pengawas wilayah terkait kasus yang viral tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak yayasan telah menonaktifkan IK dari jabatannya.
“Hari ini kami memanggil kepala sekolah dan pihak yayasan,” ucap Enjat.
Yayasan Nonaktifkan Pelaku, Proses Hukum Berjalan
Perwakilan yayasan, Jarkasih, juga mengonfirmasi bahwa IK merupakan pengajar sekaligus operator di sekolah tersebut.
Baca juga : Sopir Taksi Online Perkosa Wanita di Depok, Polisi Tangkap Pelaku
“Beliau juga sebagai operator di sini,” tutur Jarkasih saat ditemui pada Senin, 30 Maret 2026.
Pihak yayasan langsung menggelar rapat internal dan memutuskan untuk menonaktifkan IK, baik sebagai guru maupun operator. Keputusan itu berlaku sejak Jumat pekan lalu.
Rekam Jejak Mengajar dan Respons Sekolah
Menurut Jarkasih, IK telah mengajar sejak 2017 dan dikenal memiliki dedikasi tinggi. Ia kerap datang lebih awal dan pulang paling akhir dibandingkan guru lain.
“Boleh dikatakan guru yang punya tipe luar biasa, pagi itu sudah standby, pulang juga terakhir. Ini pribadi beliau. Sehingga di kami itu guru-guru ya enggak punya curiga apa-apa gitu,” ucap Jarkasih.
Meski demikian, pihak sekolah mengaku terkejut atas kasus yang mencuat ke publik tersebut.
Pengakuan Pelaku dan Klarifikasi ke Sekolah
Pihak yayasan telah memanggil IK untuk memberikan klarifikasi di kediamannya pada Minggu, 29 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, IK mengakui keterlibatannya dalam unggahan yang viral.
“IK sejak 2014 sudah mengidap penyakit HIV. Beliau masuk ke MTs sini 2017. Adapun proses masuknya di luar jangkauan kami karena memang kepala sekolah sebelumnya sudah meninggal,” ujar Jarkasih.
Namun, IK membantah tuduhan bahwa dirinya kerap menawarkan jasa mesum kepada siswa. Ia mengaku penyebaran selebaran tersebut baru dilakukan satu kali.
“Tapi, IK mengaku penyebaran itu baru sekali-kalinya dilakukan, sebelumnya kami gak tau, cuma pengakuan dia penyebaran penawaran jasa itu melalui kertas baru ini saja, sebelumnya saya enggak paham, apa melalui media sosial lainnya atau apa,” kata Jarkasih.
Penanganan Kasus oleh Aparat
Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Sementara itu, Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan penanganan berjalan sesuai aturan.
Redaksi Energi Juang News



