Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisModal Asing Kabur Rp 7,71 T, BI Jamin Pasar Keuangan Tetap Tahan...

Modal Asing Kabur Rp 7,71 T, BI Jamin Pasar Keuangan Tetap Tahan Banting

Energi Juang News, Jakarta- Bank Indonesia melaporkan arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik pekan ini mencapai Rp 7,71 triliun, berdasarkan transaksi periode 12–14 Januari 2026. Arus keluar ini terutama terjadi di pasar surat utang negara, di tengah penguatan signifikan pasar saham dan rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).​

“Berdasarkan data transaksi dari 12 hingga 14 Januari 2026, tercatat nonresiden melakukan penjualan bersih sebesar Rp 7,71 triliun,” ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat, 16 Januari 2026.​

Komposisi Arus Keluar Modal Asing

Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, aliran dana asing yang keluar didominasi oleh jual bersih (net sell) nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 8,15 triliun dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 2,64 triliun. Pada saat yang sama, investor asing justru membukukan beli bersih (net buy) di pasar saham sebesar Rp 3,08 triliun.​

Baca juga : Elvi Diana Desak Otoritas Pasar Modal Lakukan Pembenahan Struktural

Dengan struktur tersebut, secara keseluruhan pasar keuangan domestik pada pekan kedua Januari 2026 mencatat aliran modal asing keluar bersih Rp 7,71 triliun. BI menegaskan tetap memantau pergerakan dana portofolio ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan.​

Risiko Global Tercermin pada CDS dan Yield SBN

Bank Indonesia mencatat premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 14 Januari 2026 berada di level 71,43 basis poin (bps), naik dibanding posisi 69,31 bps pada 9 Januari 2026. Kenaikan CDS tersebut mengindikasikan meningkatnya persepsi risiko terhadap surat utang Indonesia di mata pelaku pasar global.​

Sejalan dengan itu, yield SBN 10 tahun naik ke 6,23 persen dari 6,15 persen pada 9 Januari 2026, menandakan imbal hasil yang diminta investor untuk memegang obligasi pemerintah ikut meningkat. Pergerakan yield ini biasanya berkaitan dengan dinamika ekspektasi inflasi, kebijakan suku bunga global, dan perubahan preferensi risiko investor asing.​

Arus Modal Asing Sejak Awal 2026

Secara kumulatif, sejak awal tahun hingga 14 Januari 2026, nonresiden masih mencatat beli bersih di instrumen SRBI sebesar Rp 5,33 triliun dan di pasar saham sebesar Rp 6,16 triliun. Di sisi lain, nonresiden membukukan jual bersih di pasar SBN sebesar Rp 9,91 triliun pada periode yang sama.​

BI menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu meredam dampak volatilitas arus modal jangka pendek terhadap stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan domestik.​

IHSG dan Kapitalisasi Pasar Cetak Rekor

Di tengah tekanan keluar modal di SBN, kinerja pasar saham domestik justru menguat tajam. IHSG menorehkan rekor tertinggi setelah ditutup di level 9.057,40 pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, menguat 1,55 persen dibanding penutupan pekan lalu di 8.936,75.​

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, kapitalisasi pasar bursa mencetak rekor baru pada pekan ini dengan nilai Rp 16.512 triliun. “Data perdagangan sepekan pun ditutup mayoritas pada zona positif,” ucapnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat, 16 Januari 2026.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments