Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaPendidikanKrisis Etika Dokter Muda Unsri: Dunia Kedokteran ‘Sakit Parah’

Krisis Etika Dokter Muda Unsri: Dunia Kedokteran ‘Sakit Parah’

Energi Juang News, Palembang- Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) dijatuhi sanksi setelah tindakan perundungan terhadap juniornya mencuat. Mereka mendapat surat peringatan keras (SP2) dan penundaan wisuda. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) pun menyebut kejadian ini sebagai bukti bahwa dunia pendidikan kedokteran di Indonesia tengah “sakit parah”.

Sistem Pendidikan Kedokteran Dianggap Mengidap Penyakit Sosial

“Kejadian di Unsri ini adalah bukti nyata bahwa dunia pendidikan kedokteran kita sedang sakit parah secara sistemik. Kita tidak bisa lagi menyebut ini sebagai ‘oknum’ atau ‘insiden lokal’,” ujar Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Ia menilai perundungan yang dilakukan calon dokter itu menggambarkan kegagalan institusi dalam proses memanusiakan manusia. Ironisnya, ujar Ubaid, profesi yang seharusnya menjunjung empati justru melahirkan pelaku kekerasan terhadap sesama mahasiswa.

Budaya Feodal di Kampus Masih Hidup

“Jika praktik purba ini terus berulang, artinya ada pembiaran yang terstruktur dan budaya feodalistik yang masih dipelihara di dalam kampus,” lanjutnya.

Menurut Ubaid, pola perilaku seperti ini tidak mungkin terjadi tanpa sistem yang membiarkan kekerasan tumbuh. Ia menilai sanksi yang dijatuhkan Unsri terhadap pelaku terlalu lunak dan tidak menyentuh akar persoalan.

JPPI Nilai Sanksi Unsri Tak Adil Bagi Korban

“Sanksi ini menghina rasa keadilan korban. Seharusnya, jika institusi serius ingin membersihkan diri, sanksinya adalah drop out (DO) dan blacklist dari seluruh jejaring pendidikan kedokteran,” tegas Ubaid.

Ia menambahkan, hukuman administratif seperti SP2 atau penundaan wisuda justru memberi pesan keliru. “Selama sanksinya cuma ‘skorsing’ atau ‘tunda wisuda’, kampus sebenarnya sedang mengirim pesan bahwa: ‘Boleh kok merundung, asal siap wisudanya telat dikit.’ Ini sangat memuakkan,” pungkasnya.

Unsri dan Kemenkes Beri Respons

Sebelumnya, pihak Universitas Sriwijaya telah menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa PPDS pelaku perundungan dengan memberikan SP2 dan penundaan wisuda.
“Kepada yang terlibat sudah diberi surat peringatan keras (SP2) dan penundaan wisuda,” kata Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, Selasa (13/1/2026).

Kementerian Kesehatan juga mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Program PPDS Mata FK Unsri hingga penyelidikan selesai. Fakultas pun mengeluarkan surat larangan segala bentuk perundungan dan kegiatan berpotensi kekerasan di lingkungan kampus.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments