Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaPolitikAngie Natesha Kobarkan Semangat Bung Karno di Jantung Eropa

Angie Natesha Kobarkan Semangat Bung Karno di Jantung Eropa

Energi Juang News, Paris- Politisi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi Go mengobarkan semangat Bung Karno di jantung Eropa. Hal itu dilakukan Angie Natesha saat hadir sebagai pembicara dalam konferensi internasional bergengsi bertajuk “The Rise of Asia 60 Years After Havana” yang digelar di Paris dan Le Havre, Prancis, pada 18-20 Februari 2026. 

Angie Natesha Kobarkan Semangat Bung Karno di Paris

Konferensi yang diselenggarakan oleh Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dan Université Le Havre Normandie ini mengambil momentum 60 tahun pasca Konferensi Tricontinental di Havana tahun 1966. Perhelatan ini juga merefleksikan warisan Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955. 

Acara ini menghadirkan para akademisi, peneliti, dan aktivis dari berbagai benua untuk mendiskusikan evolusi solidaritas Global South di tengah dunia multipolar saat ini.

Teh Angie pun mempresentasikan makalah berjudul “From Bandung to Havana: The 1966 Tricontinental Conference and the Evolution of Global South Solidarity”. 

Di hadapan para pemikir dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin, Teh Angie membawa pesan kuat mengenai pentingnya evolusi solidaritas negara-negara berkembang atau Global South dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Dari Bandung ke Havana dan Solidaritas Global South

Dalam presentasinya, ia menguraikan bagaimana Konferensi Bandung 1955 yang dipelopori Presiden Sukarno menjadi tonggak penting bagi kedaulatan negara-negara baru merdeka di Asia dan Afrika. 
Dasasila Bandung—yang menekankan saling menghormati kedaulatan, tidak campur tangan urusan dalam negeri, dan hidup berdampingan secara damai—menjadi benteng diplomasi di era Perang Dingin bipolar.

Namun, lanjut Teh Angie, semangat itu mengalami radikalisasi di Havana 1966, ketika gerakan solidaritas tricontinental (Asia-Afrika-Amerika Latin) bergeser dari diplomasi netral menuju militansi dan perjuangan bersenjata melawan imperialisme. 

Baca juga : Momen Hangat Menhan RI dan Singapura Beri Hormat di Depan Patung Bung Karno

Konferensi di Kuba itu menandai perubahan dari “perdamaian koeksistensi” menjadi panggilan perlawanan global yang lebih konfrontatif, terutama di tengah perang Vietnam dan tekanan AS terhadap Kuba.

Meski demikian, di era 2026 yang penuh fragmentasi geopolitik, ketergantungan ekonomi baru, kolonialisme digital, dan ketidakadilan iklim, Teh Angie menegaskan perlunya kembali ke akar semangat Bandung. 

“Kita tidak perlu kembali ke konfrontasi permanen seperti 1966, tapi harus mengadopsi pendekatan produktif: solidaritas yang mendorong pembangunan ekonomi dan sosial bersama di Global South,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya merestrukturisasi tatanan internasional yang lebih adil berdasarkan prinsip-prinsip Bandung, demi mencapai “Global Common Good” melalui emansipasi, kesetaraan, dan kedaulatan bersama.

Pancasila dan Misi Perdamaian Dunia

Di akhir paparannya, Teh Angie menyampaikan pesan kuat: Apapun yang terjadi di dunia ini—dari persaingan kekuatan besar hingga krisis global—gagasan perdamaian dunia sejati harus kembali ke visi Presiden Sukarno melalui Pancasila. 

Pancasila sebagai falsafah persatuan dan demokrasi bangsa Indonesia menawarkan fondasi damai yang inklusif: kemanusiaan, persatuan, demokrasi, gotong royong, keadilan sosial, dan perdamaian abadi bagi seluruh umat manusia. 

“Semangat Bandung lahir dari Indonesia, dan Pancasila adalah jawaban terbaik untuk membangun dunia yang berkelanjutan, adil, dan damai di abad ini,” tutupnya.

Konferensi ini diikuti ratusan peserta secara luring dan daring, dan menjadi forum penting untuk merevitalisasi solidaritas Selatan-Selatan di tengah tantangan multipolar. 

Hadir juga Prof Connie Rahakundini Bakrie  Guru Besar St. Petersburg University;  DR. Darmansjah Djumala Diplomat Senior Dubes Indonesia dengan 7 penunjukan negara, serta DR Baskara Wardaya peneliti dan sejarawan Praksis institut.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments