Jumat, Maret 13, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisDanantara Kucurkan Rp 3,3 Triliun ke Proyek CA-EDC Chandra Asri

Danantara Kucurkan Rp 3,3 Triliun ke Proyek CA-EDC Chandra Asri

Energi Juang News, Jakarta- Investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Suntikan dana ratusan juta dolar Amerika Serikat masuk ke proyek pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, yang digadang-gadang menjadi penopang rantai pasok industri dalam negeri.

Danantara dan INA Tanam Modal Rp 3,3 Triliun

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Indonesia Investment Authority (INA) resmi menanamkan investasi sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun. Dana itu dialokasikan untuk proyek pabrik CA-EDC milik PT Chandra Asri Pacific Tbk di Cilegon.

Investasi tersebut menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah diteken sebelumnya antara kedua lembaga investasi negara dengan pihak perusahaan.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan langkah ini bukan sekadar penempatan modal, tetapi strategi memperkuat sektor strategis.

“Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia,” kata Pandu dalam keterangan tertulis pada Selasa, 3 Maret 2026.

Bagian dari Proyek Strategis Nasional

Pabrik CA-EDC akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali, anak usaha Chandra Asri Group. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Total nilai pembangunan proyek mencapai US$ 800 juta dan telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah mendorong proyek ini karena berperan dalam penyediaan bahan baku penting untuk industri hulu dan hilir.

Produk utama pabrik ini meliputi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC). Caustic Soda digunakan dalam produksi sabun, deterjen, pemurnian alumina, hingga industri kertas. Sementara EDC menjadi bahan baku utama untuk industri konstruksi dan pengemasan.

Pada fase pertama, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 400 ribu ton Caustic Soda kering per tahun dan 500 ribu ton Ethylene Dichloride per tahun.

Dorong Hilirisasi dan Ketahanan Industri

Pengganti sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyebut investasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat struktur industri nasional.

“Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional,” ujar Eddy.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyambut dukungan tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap ekspansi perusahaan di sektor bahan kimia dasar.

“Pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3.000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya,” tutur Erwin.

Manajemen perusahaan menargetkan proyek ini mampu menekan ketergantungan impor bahan kimia strategis secara signifikan. Selain itu, fasilitas tersebut dirancang dengan standar teknologi dan keselamatan industri tinggi guna menjaga efisiensi dan keberlanjutan operasional.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments