Rabu, Maret 4, 2026
spot_img
BerandaInternasionalIran Lepaskan 40 Rudal ke Target AS-Israel

Iran Lepaskan 40 Rudal ke Target AS-Israel

Energi Juang News, Taheran- Perang di kawasan Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda. Ketegangan yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir kini memasuki fase baru setelah Teheran kembali mengumumkan aksi militernya terhadap sasaran Amerika Serikat dan Israel.

Iran Klaim Luncurkan 40 Rudal dalam Gelombang Serangan Terbaru

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menembakkan sekitar 40 rudal pada hari Rabu (4/3/2026). Serangan tersebut diklaim menyasar target Amerika dan Israel.

“Beberapa jam yang lalu, gelombang ke-17 operasi “Honest Promise 4″ dilakukan dengan peluncuran 40 rudal oleh pasukan udara Korps Garda Revolusi Islam, menuju target-target Amerika dan Zionis,” demikian pernyataan IRGC yang dibacakan di televisi pemerintah, dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3/2026).

Pihak Iran tidak merinci lokasi sasaran maupun dampak serangan tersebut. Namun, pernyataan itu menegaskan bahwa operasi militer masih terus berlangsung.

Serangan Balasan Usai Gempuran Udara Sejak 28 Februari

Eskalasi konflik meningkat sejak Sabtu (28/2), ketika Israel dan Amerika Serikat menggempur sejumlah titik di Iran melalui serangan udara. Aksi tersebut memicu respons cepat dari Teheran.

Baca juga : Minaria Christyn: Iran Tak Sudi Jadi Kaki Tangan Penjajah!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menilai konflik ini tidak akan berlangsung singkat. Pada hari Senin (2/3), ia mengatakan perang kemungkinan berjalan “beberapa saat”, tetapi tidak sampai bertahun-tahun.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama pejabat senior pemerintahannya telah memperingatkan potensi korban tambahan di pihak militer AS. Mereka menilai serangan balasan Iran bisa meningkatkan risiko bagi pasukan Amerika di kawasan.

CENTCOM: Ratusan Rudal dan Ribuan Drone Telah Dilepaskan

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengungkapkan bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik serta lebih dari 2.000 drone ke berbagai titik di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan pada hari Selasa.

Lonjakan serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di Washington. Risiko terhadap personel militer Amerika dibahas dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen AS pada hari Selasa (3/3) waktu setempat.

Pengarahan itu dihadiri Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

“Mereka memberi tahu kami di ruangan itu bahwa akan ada lebih banyak orang Amerika yang akan mati – bahwa mereka tidak akan mampu menghentikan drone-drone ini,” kata Senator Chris Murphy, seorang Demokrat.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa konflik belum mendekati titik akhir. Justru, risiko korban dan meluasnya dampak perang semakin nyata seiring intensitas serangan yang meningkat.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments