Energi Juang News, Washington DC- Sebuah insiden kebakaran terjadi di kapal induk milik Amerika Serikat yang tengah bertugas di kawasan Timur Tengah. Otoritas militer setempat memastikan peristiwa itu tidak mengganggu misi operasional yang sedang berjalan.
USS Gerald R Ford Terbakar di Laut Merah
USS Gerald R Ford dilaporkan mengalami kebakaran saat beroperasi di perairan Laut Merah pada Kamis (12/3) waktu setempat. Kapal induk terbesar di dunia itu tengah menjalankan tugas untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Komando Angkatan Laut Pusat AS (NAVCENT), atau Armada Kelima AS, menyatakan api berasal dari ruang laundry utama di dalam kapal. Mereka menegaskan insiden tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas tempur yang sedang berlangsung.
“Pada 12 Maret, USS Gerald R Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang laundry utama kapal. Penyebabnya tidak terkait pertempuran, dan api telah dipadamkan,” demikian pernyataan resmi NAVCENT yang dikutip dari Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (13/3/2026).
Dua Pelaut Luka, Kapal Tetap Beroperasi
NAVCENT menyebutkan sedikitnya dua pelaut mengalami luka akibat kebakaran itu. Keduanya kini menjalani perawatan medis dengan kondisi stabil dan cedera yang tidak mengancam jiwa.
Pihak Angkatan Laut juga memastikan tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal. Dengan demikian, kapal induk tersebut masih mampu menjalankan tugasnya secara penuh di kawasan operasi.
Dukung Operasi Militer Gabungan
Saat ini, USS Gerald R Ford bersama kelompok tempurnya dikerahkan di Laut Merah untuk mendukung Operation Epic Fury. Operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel itu berlangsung sejak 28 Februari, dengan fokus menghadapi Iran.
Selain USS Gerald R Ford, militer AS juga menempatkan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah. Kehadiran armada tambahan tersebut bertujuan memperkuat dukungan terhadap operasi militer yang sedang berlangsung.
Redaksi Energi Juang News



