Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisEkspor Ikan RI Terpukul Konflik Timur Tengah, Rantai Pasok Global Tersendat

Ekspor Ikan RI Terpukul Konflik Timur Tengah, Rantai Pasok Global Tersendat

Energi Juang News, Jakarta- Aktivitas ekspor produk kelautan dari Indonesia mengalami tekanan serius dalam beberapa pekan terakhir. Gangguan distribusi internasional membuat pengiriman hasil tangkapan nelayan melambat dan memicu kenaikan biaya logistik di sejumlah jalur perdagangan utama.

Gangguan Rantai Pasok Tekan Volume Ekspor

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat penurunan volume ekspor perikanan yang berkaitan dengan konflik geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026.

“Dari sisi volume memang agak terkendala,” kata Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ishartini dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurut Ishartini, turunnya volume pengiriman bukan disebabkan melemahnya permintaan pasar global. Hambatan utama justru datang dari rantai pasok internasional yang berubah drastis akibat konflik tersebut.

Perubahan rute kapal, kenaikan biaya tambahan logistik, serta keterbatasan kontainer dan mother vessel membuat proses distribusi lebih panjang dan mahal. “Semuanya itu juga berkontribusi dalam menaikkan harga produk,” kata dia.

Penurunan Tajam Dibanding Tahun Lalu

Data kementerian menunjukkan volume ekspor ikan selama periode konflik turun hingga 41,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dampaknya ikut menekan nilai ekspor yang merosot sekitar 21,71 persen.

Situasi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat penyerapan produk perikanan di pasar domestik. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas perdagangan sektor kelautan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Nilai Ekspor Tembus Rp 16,7 Triliun

Meski menghadapi tekanan, nilai ekspor perikanan sejak awal tahun hingga menjelang Lebaran masih mencapai US$ 983.147.052,32.

“Sampai dengan penghentian sementara angkutan barang pada 13 Maret lalu, sistem kami mencatat bahwa ekspor ikan ke berbagai negara telah mencapai 197.718,80 ton yang ditaksir nilainya mencapai Rp 16,7 triliun,” kata Ishartini.

Baca juga :  'Lampu Kuning'! Cadangan Minyak Indonesia Habis 12 Tahun Lagi

Perhitungan tersebut berasal dari data penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP). Dokumen ini menjadi syarat penting pemenuhan standar keamanan pangan di sekitar 140 negara tujuan ekspor.

Pasar Utama dan Komoditas Andalan

Sepuluh negara penyerap terbesar produk perikanan Indonesia saat ini meliputi Amerika Serikat, Cina, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia, Arab Saudi, Taiwan, dan Singapura.

Secara keseluruhan terdapat 486 HS Code produk perikanan yang diperdagangkan. Komoditas unggulan ekspor antara lain udang vanname, tuna, cumi-cumi, rajungan, rumput laut, cakalang, kepiting, udang windu, ikan layur, serta gurita.

Ishartini menilai keragaman komoditas tersebut menunjukkan produk perikanan Indonesia memiliki tingkat penerimaan tinggi di pasar global. Standar mutu dan keamanan pangan juga dinilai mampu menjaga kepercayaan mitra dagang.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments