Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisPesantren Pengendali Inflasi Lewat Wakaf Trendi BI

Pesantren Pengendali Inflasi Lewat Wakaf Trendi BI

Energi Juang News, Jakarta- Kemandirian ekonomi berbasis lembaga pendidikan keagamaan terus diperkuat. Salah satu upaya terbaru datang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu yang mengembangkan program Wakaf Trendi guna mendorong unit usaha produktif di lingkungan pesantren. Langkah ini diharapkan memberi dampak nyata pada ketersediaan bahan pangan di masyarakat.

Program Wakaf Trendi Diperluas ke Tiga Pesantren

Pada tahun ini, cakupan program diperluas dengan melibatkan tiga pesantren sebagai penerima manfaat. Ekspansi tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang baru memulai satu program inisiasi.

“Wakaf Trendi ini adalah bagian dari inovasi Bank Indonesia untuk mendorong produktivitas dan pemberdayaan pesantren,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Bengkulu, Senin, 16 Maret 2026.

Fokus Produktivitas Pangan dan Usaha Mandiri

Program Wakaf TRENDI (Trengginas, Edukatif, Mandiri) diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan para santri. Dana dikumpulkan melalui dompet digital dari masyarakat. Selanjutnya, dana tersebut diwakafkan kepada pesantren guna mengembangkan usaha produktif di sektor pertanian dan peternakan.

Tahun ini, dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk budidaya cabai seluas dua hektare di Pondok Pesantren Entrepreneur Hafidz Qur’an, Kabupaten Kepahiang. Selain itu, Pondok Pesantren Al-Karim di Kota Bengkulu mengelola usaha ayam petelur sebanyak 400 ekor. Sementara itu, Pondok Pesantren Abdurrahman Al-Fatih mengembangkan sayuran hidroponik seperti pakcoy dan selada.

Target Menambah Pasokan dan Menekan Tekanan Harga

Pengembangan unit usaha ini bertujuan mengatasi kendala di sisi produksi, khususnya bahan pangan. Dengan kapasitas produksi yang meningkat, pesantren diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga berkontribusi pada pasar yang lebih luas.

Ia menambahkan salah satu target strategis produksi pesantren adalah mendukung agenda nasional pemerintah. “Selain untuk pasar domestik dan kebutuhan pesantren sendiri, produksinya nanti akan disinergikan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” lanjutnya.

Baca juga :  Fenomena 'Blood Moon' dan Gerhana Bulan Total Maret 2025

Optimisme Tambah Suplai dari Sektor Produktif

Bank Indonesia optimistis penguatan ekonomi pesantren dapat meningkatkan suplai pangan di masyarakat. Produksi dari sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan diproyeksikan terserap pasar umum jika terjadi kelebihan hasil panen atau produksi.

Realisasi penghimpunan dana Wakaf Trendi pada 2026 juga menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai Rp 100.050.000, melonjak tajam dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 33.000.000.

Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya dana wakaf dialokasikan melalui jaringan Muhammadiyah dengan fokus pada peternakan serta perkebunan sawit. Tahun ini, dengan rata-rata alokasi sekitar Rp 30 juta per pesantren, perhatian difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi di masing-masing lembaga yang terpilih.

“Meskipun saat ini sudah tercapai seratus juta lebih, angka ini masih bisa bertambah karena proses penghimpunan belum ditutup. Dana ini akan digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kapasitas produksi di pesantren-pesantren tersebut,” ujar dia.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments