Energi Juang News, Jakarta- Gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran mendorong pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan minyak, sehingga harga komoditas energi bergerak menguat.
Harga Minyak Dunia Sentuh Level USD 80 per Barel
Harga minyak dunia terus menguat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) mencapai USD 80 per barel, meningkat dari USD 72,33 per barel pada pekan sebelumnya.
Trading Economics memperkirakan tren kenaikan tersebut masih dapat berlanjut. Dalam sepekan ke depan, harga minyak diproyeksikan berpotensi naik sekitar 12 persen seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Konflik AS-Iran Perbesar Risiko Pasokan Energi
Kenaikan harga dipicu oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Washington dilaporkan melancarkan serangan ke wilayah Iran, termasuk serangan yang mengenai kapal tanker minyak di dekat terminal ekspor utama negara tersebut.
Peristiwa itu menjadi serangan pertama yang menyasar fasilitas ekspor minyak Iran sejak Amerika Serikat kembali menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa negaranya dapat menargetkan infrastruktur Iran apabila jalur diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan.
Di sisi lain, Iran disebut telah menginstruksikan kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb jika fasilitas energinya menjadi sasaran serangan. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah.
Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Menurun
Meningkatnya ketegangan juga berdampak pada lalu lintas pelayaran di kawasan. Aktivitas kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia, dilaporkan menurun tajam sejak konflik kembali meningkat.
Meski demikian, sejumlah kapal tanker masih tetap melintasi perairan tersebut. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan situasi karena setiap gangguan di jalur pelayaran strategis berpotensi menghambat distribusi minyak global dan mendorong harga naik lebih tinggi.
Redaksi Energi Juang News



