Senin, April 13, 2026
spot_img
BerandaInternasionalNetanyahu Klarifikasi Pernyataan Yesus vs Genghis Khan

Netanyahu Klarifikasi Pernyataan Yesus vs Genghis Khan

Energi Juang News, Jakarta— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah tuduhan bahwa dirinya merendahkan Yesus Kristus setelah pernyataan kontroversialnya menuai kecaman luas di media sosial. Ia menegaskan bahwa ucapannya disalahartikan dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung umat Kristen.

Netanyahu Tegaskan Tidak Bermaksud Menghina

“Lebih banyak berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan berkembang di Israel. Izinkan saya memperjelas: Saya tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers saya,” tulis Netanyahu dalam bahasa Inggris di X, dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pernyataannya merujuk pada pandangan sejarawan Amerika Will Durant.

“Sebaliknya, saya mengutip sejarawan besar Amerika Will Durant. Seorang pengagum Yesus Kristus yang setia, Durant menyatakan bahwa moralitas saja tidak cukup untuk memastikan kelangsungan hidup,” tambahnya.

Menurut Netanyahu, kekuatan pertahanan tetap diperlukan agar sebuah peradaban tidak runtuh di hadapan ancaman yang brutal.

“Peradaban yang unggul secara moral masih dapat jatuh ke tangan musuh yang kejam jika tidak memiliki kekuatan untuk membela diri. Tidak ada maksud untuk menyinggung,” tulisnya.

Pernyataan Awal Picu Polemik Global

Kontroversi bermula dari pernyataan Netanyahu dalam pertemuan dengan pers asing yang disiarkan televisi pada Kamis (19/3). Dalam forum itu, ia menyebut bahwa sejarah menunjukkan figur seperti Yesus Kristus tidak mampu mengungguli tokoh penakluk seperti Genghis Khan.

“Sejarah membuktikan bahwa, sayangnya dan tidak menyenangkan, Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan.”

“Agresi akan mengalahkan moderasi. Jadi Anda tidak punya pilihan,” tambahnya, mengutip Durant.

Dalam pidato yang sama, Netanyahu juga membela serangan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran yang diluncurkan pada 28 Februari. Ia menilai langkah tersebut penting untuk melindungi Israel dan dunia dari ancaman program nuklir serta rudal balistik Iran.

Reaksi Keras Umat Kristen dan Tokoh Agama

Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang kecaman, khususnya dari komunitas Kristen yang menilai perbandingan antara Yesus yang mereka yakini sebagai “Pangeran Perdamaian” dan Genghis Khan sebagai bentuk penghinaan.

Pendeta Lutheran Palestina dari Betlehem, Munther Isaac, menilai komentar Netanyahu menyinggung secara mendalam.

“Bukan hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan,” tulisnya, “tetapi juga menyiratkan bahwa jalan Yesus itu naif, sementara pendekatan yang kejam dan ‘kekuatanlah yang menentukan kebenaran’… adalah apa yang pada akhirnya memungkinkan kebaikan untuk mengalahkan kejahatan.”

“Netanyahu, dan para pendukung Zionis Kristennya, sedang memperolok-olok etika Yesus,” tambahnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments