Energi Juang News, Tokyo- Jepang dan Indonesia sepakat mempererat koordinasi untuk menjaga stabilitas sektor energi di tengah situasi global yang kian tidak menentu.
Konflik Timur Tengah Picu Ketidakpastian Energi Global
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus memicu kekhawatiran banyak negara. Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Iran kemudian membalas dan menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi sekitar 20 persen minyak dunia.
Penutupan jalur strategis tersebut langsung mengguncang rantai pasok minyak dan gas, khususnya di kawasan Asia yang sangat bergantung pada impor energi.
Kesepakatan kerja sama ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden RI Prabowo Subianto di Tokyo, Selasa (31/3/2026).
Indonesia Jadi Mitra Strategis Jepang
Takaichi menilai situasi global saat ini memaksa banyak negara meninjau ulang strategi ketahanan energi mereka. Dalam kondisi tersebut, Indonesia dipandang memiliki peran penting.
Baca juga : Agenda Prabowo di Jepang-Korsel 2026
“Mengingat situasi Iran, kepentingan strategis sumber daya dan keamanan energi sekali lagi diakui secara global. Indonesia adalah negara kaya sumber daya yang utama,” ujar Takaichi dalam konferensi pers bersama Prabowo.
Indonesia dikenal sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia dengan kontribusi hampir setengah dari total ekspor global. Selain itu, Indonesia juga menjadi pemasok utama gas alam cair (LNG), di mana sekitar seperempat pengirimannya menuju Jepang.
Selat Hormuz Jadi Titik Rawan Pasokan
Perhatian dunia kini tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Gangguan di wilayah ini berpotensi memperparah krisis energi.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Jepang mengizinkan perusahaan utilitas untuk meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara mulai bulan depan.
Selain itu, Jepang juga membuka cadangan minyak nasional, memberikan subsidi bahan bakar, serta mencari alternatif pasokan energi di luar Timur Tengah.
Komitmen Dorong Perdamaian dan Kerja Sama Ekonomi
Di sisi lain, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dan Jepang untuk turut meredakan konflik yang terjadi.
“Jepang dan Indonesia akan melakukan upaya terbaik untuk meyakinkan semua pihak (di Timur Tengah) agar meredakan ketegangan,” tutur Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mendorong penguatan kerja sama ekonomi. Ia mengajak Jepang untuk berinvestasi di berbagai sektor strategis.
Saya mengundang partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, termasuk di sektor mineral kritis, tanah jarang (rare earths), industrialisasi, dan energi nuklir,” tambah Prabowo.
Meski demikian, kedua negara belum merinci mekanisme teknis terkait koordinasi keamanan ekonomi yang akan dijalankan ke depan.
Redaksi Energi Juang News



