Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaDaerahDaerah Khusus JakartaOperasi Ikan Sapu-Sapu Jakarta Diperluas

Operasi Ikan Sapu-Sapu Jakarta Diperluas

Energi Juang News, Jakarta- Jakarta memperluas langkah pengendalian spesies ikan invasif di berbagai aliran sungai. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan perairan sekaligus mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Operasi Penangkapan Diperluas ke Seluruh Wilayah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan penangkapan ikan sapu-sapu tidak berhenti di satu lokasi. Pemerintah akan memperluas operasi ke berbagai wilayah yang terdampak.

“Jadi kemarin memang sudah cukup banyak, tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan, keberadaan ikan tersebut merusak lingkungan, terutama tanggul sungai. Selain itu, ikan ini memangsa sumber makanan ikan lokal.

“Memang ikan sapu-sapu ini merusak terutama apa ya, tanggul lingkungan dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin sehingga wader dan apa, ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal,” tambahnya.

Pramono meminta pengurangan populasi dilakukan secara konsisten. Ia menilai dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat jika dibiarkan.

“Kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu, ini pasti ini akan berpengaruh pada kita,” ucapnya.

“Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di PI kemarin sebagai awal,” sambungnya.

Ancaman Serius bagi Ekosistem Sungai

Pramono menilai penyebaran ikan sapu-sapu perlu dikendalikan karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Memang ikan ini migrasi dari Amerika Selatan, daya tahan hidupnya luar biasa, bisa makan apa saja,” kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga :  Pagi Setelah Libur, Tol Arah Jakarta Kembali Dikepung Macet

Sifat invasif membuat ikan ini cepat mendominasi perairan. Akibatnya, ikan lokal terancam punah.

“Kalau dibiarkan, ikan-ikan lain seperti wader dan sebagainya bisa hilang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi risiko jika ikan tersebut dikonsumsi. Pola makan yang tidak selektif bisa membuat dagingnya terkontaminasi zat berbahaya.

“Karena dia makan apa saja, dagingnya berpotensi mengandung kontaminasi zat berbahaya,” jelasnya.

Karena itu, ia mendukung langkah penangkapan secara masif yang telah dilakukan jajaran pemerintah daerah.

“Saya menyetujui kalau dilakukan secara masif untuk mengurangi ikan sapu-sapu. Apa yang dilakukan oleh PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemerintah DKI Jakarta memberikan apresiasi,” imbuhnya.

41 Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Kali Cideng

Operasi penertiban dilakukan di Kali Cideng, tepat di depan Plaza Indonesia, Menteng. Sebanyak 100 personel gabungan dari Dinas KPKP DKI dan Gulkarmat Jakarta Pusat dikerahkan dalam kegiatan ini.

Petugas berhasil menangkap puluhan ikan berukuran besar yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyebut langkah ini bagian dari penanganan spesies invasif yang sudah berlangsung di beberapa titik.

“Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung,” ujar Hasudungan dalam keterangan, Jumat (10/4/2026).

“Hasilnya, 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap,” lanjutnya.

Ikan hasil tangkapan kemudian dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) untuk dimusnahkan. Petugas menguburnya karena ikan ini memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi, bahkan tanpa air dalam waktu lama.

“Kami berharap, dari pascapenangkapan ikan sapu-sapu, Kali Cideng lebih sehat karena ikan invasif yang mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan,” imbuhnya.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments