Energi Juang News, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun meninjau pembebasan lahan proyek normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/01/2026). Langkah ini menandai kebangkitan kembali proyek pengendalian banjir Jakarta yang berhenti sejak 2017.
Lahan Dibuka untuk Atasi Banjir di Ibu Kota
Proyek ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum tertanggal 11 April 2025 yang menekankan pentingnya mempercepat pengendalian banjir di Ciliwung. Pramono menjelaskan, “Jika Ciliwung berhasil dikendalikan, dampaknya signifikan terhadap penurunan banjir di Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/01/2026).
Ciliwung sendiri menyumbang sekitar 40 persen aliran sungai di wilayah Ibu Kota, menjadikannya sungai paling strategis dalam sistem pengendalian banjir Jakarta.
400 Bidang Tanah Siap Ditebus
Di wilayah Cawang, pemerintah menargetkan pembebasan 411 bidang tanah sepanjang 2,4 kilometer. Tahun lalu, sekitar 20 bidang telah diselesaikan (150 meter). Sepanjang 2026 ini, pemerintah menargetkan tambahan 133 bidang, sementara sisanya akan dituntaskan pada 2027.
Proses ganti rugi ditangani langsung oleh Pemprov DKI lewat Dinas Sumber Daya Air, tanpa adanya pihak ketiga. Penilaian harga lahan dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kami ingin semua berjalan lancar tanpa konflik di lapangan,” kata Pramono.
Koordinasi Lintas Instansi
Pemprov DKI bekerja sama dengan Kanwil BPN Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Timur, dan Kementerian PUPR. Pemda mengurus pembebasan tanah, sedangkan pembangunan tanggul ditangani pemerintah pusat. Bagi warga terdampak, tersedia dua opsi: menerima ganti rugi langsung atau direlokasi ke rumah susun milik Pemda.
Dua Segmen Besar Normalisasi
Proyek normalisasi Kali Ciliwung terbagi menjadi dua segmen:
- Segmen 1: Dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono (7,01 km sungai). Direncanakan tanggul sepanjang 14,99 km, sudah terealisasi 8,24 km.
- Segmen 2: Dari Jalan MT Haryono hingga TB Simatupang (12,89 km sungai). Target tanggul 18,70 km, baru tercapai 8,90 km.
Secara total, dari rencana tanggul sepanjang 33,69 km, realisasi kini mencapai 17,14 km. Pemerintah optimistis proyek ini selesai dalam dua tahun mendatang.
Redaksi Energi Juang News



