Energi Juang News, Jakarta— Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya buka suara terkait hebohnya polemik nasional yang dipicu oleh komentarnya soal acara Manggarai Berselawat. Dalam nada santai namun penuh ketegasan, Pramono menanggapi bahwa dirinya tak ambil pusing dengan kegaduhan yang terjadi di ruang publik.
“Jadi saya gara-gara bicara Manggarai Berselawat, ribut lah seluruh orang se-Indonesia. Enggak apa-apa,” ujar Pramono saat ditemui wartawan di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (16/5).
Ucapan itu muncul setelah pernyataannya beberapa waktu lalu viral dan memicu pro-kontra di berbagai lapisan masyarakat. Banyak pihak mengkritisi acara selawat akbar tersebut karena dianggap disusupi kepentingan politik, apalagi dengan hadirnya tokoh-tokoh nasional di panggung keagamaan itu. Namun Pramono punya pandangan berbeda.
Ia menegaskan bahwa acara keagamaan seperti Manggarai Berselawat justru harus dihargai sebagai ekspresi keimanan masyarakat. Soal kehadiran tokoh politik, Pramono menilai hal tersebut lumrah.
“Kalau ada tokoh politik hadir di acara keagamaan, itu hal yang biasa. Jangan langsung dikaitkan dengan politik praktis,” tegasnya. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak reaktif terhadap setiap isu yang muncul di media sosial.
Pramono justru menyoroti pentingnya menjaga suasana batin bangsa tetap tenang, apalagi menjelang tahun-tahun politik yang rawan polarisasi. “Jangan kita mudah tersulut. Persatuan itu jauh lebih penting dari narasi-narasi yang memecah,” ujarnya lugas.
Meski badai opini terus bergulir, Pramono menanggapi semua itu dengan kepala dingin. Ia memilih meredam ketegangan dengan menekankan pentingnya kerukunan. “Saya santai saja. Namanya juga demokrasi, orang bebas berpendapat. Tapi ya, mari kita jaga agar tetap beradab,” pungkasnya.
Dengan ketenangan dan konsistensi dalam sikap, Pramono Anung sekali lagi menegaskan bahwa kepemimpinan tak harus lantang untuk terdengar. Cukup dengan keteguhan hati dan keberanian berkata jujur, seorang pemimpin bisa tetap berdiri tegak di tengah badai perbedaan.
Redaksi Energi Juang News



