Jakarta, Energi Juang News- Jakarta di mata Generasi Z (Gen Z), bisa kita simak dari pandangan Mutiara (22). Baginya, hiruk-pikuk Jakarta seringkali terasa menyesakkan. Namun, di tengah kepungan beton ibu kota, ia menemukan “napas” baru di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M.
Ditemui pada Selasa (12/5/2026), Mutiara berbagi pandangannya mengenai transformasi ruang publik di Jakarta yang kini menjadi elemen krusial bagi gaya hidup generasinya. Sebagai bagian dari Gen Z, ia menilai bahwa keberadaan taman kota saat ini telah bergeser fungsi dari sekadar penghijauan menjadi ruang penyegaran mental dan pencarian kawan baru.
Mutiara menekankan pentingnya konsep third place atau “ruang ketiga”—tempat selain rumah dan kantor- yang terjangkau dan aksesibel.
“Gen Z itu butuh tempat buat refreshing. Kalau ke mal terus, dompet jebol. Ruang publik kayak Taman Literasi ini gratis, estetik, dan yang paling penting: kita ngerasa jadi bagian dari kota tanpa harus bayar tiket masuk,” ujar Mutiara sambil memperhatikan arus pengunjung di area Blok M.
Mutiara menyoroti bahwa ruang publik yang ideal adalah yang terintegrasi dengan transportasi massal. Kedekatan Taman Literasi dengan MRT Jakarta dan halte TransJakarta menjadi alasan utama ia betah berkunjung.
Selain itu, keberadaan perpustakaan modern dan area duduk yang nyaman untuk bekerja (WFA – Work From Anywhere) adalah nilai plus yang juga dicari dirinya sebagai anak muda.
Bagi Gen Z seperti Mutiara, ruang publik adalah manifestasi dari hak warga kota. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, taman kota yang dikelola dengan baik menjadi oase yang mendukung keseimbangan hidup.
Redaksi Energi Juang News



