Energi Juang News, Jakarta- Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Indonesia dalam beberapa hari terakhir memicu perhatian publik. Rekaman warga dari dua lokasi berbeda memperlihatkan objek serupa, memunculkan spekulasi luas di media sosial.
BRIN Pastikan Dua Fenomena Berbeda
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan kemunculan objek di dua wilayah itu tidak saling berhubungan. Penjelasan ini disampaikan untuk meredam asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Tidak ada kaitannya,” kata peneliti BRIN Thomas Djamaluddin kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, objek yang terlihat di Lampung dan Bali berasal dari jenis roket yang berbeda, dengan waktu peluncuran yang juga tidak sama.
Asal-usul Roket yang Terlihat
Menurut Thomas, objek di Lampung merupakan bagian dari roket lama yang sudah diluncurkan bertahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, fenomena di Bali berasal dari roket yang masih dalam tahap peluncuran menuju orbit.
“Yang jatuh pada 4 April 2026 adalah bekas roket tipe CZ-3B yang diluncurkan 23 Jan 2015. Yang tampak pada 11 April adalah roket jenis Jielong 3 yang dalam proses peluncuran menuju orbit,” ujar Thomas.
Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa kedua kejadian tersebut berdiri sendiri dan tidak memiliki keterkaitan waktu maupun misi.
Sampah Antariksa Bisa Jatuh Setiap Hari
Fenomena jatuhnya benda dari luar angkasa bukan hal baru. Dalam penjelasannya, Thomas menyebut kejadian serupa bisa terjadi hampir setiap hari.
“Hampir setiap hari ada sampah antariksa yang jatuh. Sebagian besar jatuh di wilayah tak berpenghuni (lautan, gurun, atau hutan),” ucapnya.
Ia menambahkan, lokasi jatuhnya umumnya berada di area yang minim aktivitas manusia sehingga risiko dapat ditekan.
Jalur Roket Memang Melintasi Indonesia
Selain itu, lintasan peluncuran roket dari beberapa negara memang kerap melewati wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju orbit yang melintasi kawasan tertentu di garis khatulistiwa.
“Lintasan peluncuran roket China dan India sering melewati Indonesia, tetapi berbeda dengan pesawat terbang. Untuk peluncuran roket tidak ada ketentuan untuk minta izin negara yang dilewati karena di atas ketinggian jelajah pesawat terbang dan tujuannya ke antariksa,” imbuhnya.
Kronologi Kejadian di Lampung dan Bali
Sebelumnya, warga Lampung sempat dihebohkan oleh kemunculan benda bercahaya yang kemudian diketahui sebagai sisa roket tipe CZ-3B. Objek tersebut bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia.
Tak lama berselang, rekaman serupa muncul dari Bali dan menjadi viral. Setelah dianalisis, objek tersebut merupakan roket China Smart Dragon-3 atau Jielong-3 yang sedang dalam proses menuju orbit.
Redaksi Energi Juang News



