Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisBerharap AS-Iran Damai, IHSG Menguat

Berharap AS-Iran Damai, IHSG Menguat

Energi Juang News, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, bergerak menguat. Hal itu terjadi setelah bursa kawasan Asia dan global, karena harapan pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG dibuka menguat 74,95 poin atau 0,98 persen ke posisi 7.750,90. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,90 poin atau 1,03 persen ke posisi 772,22.

Sentimen Damai AS–Iran Angkat IHSG, Tapi Potensi Profit Taking Mengintai

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.700, maka IHSG diperkirakan berpeluang menguji di sekitar level 7.800. Namun, perlu mulai diwaspadai potensi profit taking dalam jangka pendek, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah dihubungi oleh para pejabat Iran yang ingin membuat kesepakatan, serta menambahkan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Pakistan telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua diskusi sebelum berakhirnya gencatan senjata. Selain itu, dilaporkan bahwa AS, Israel, dan Lebanon sepakat untuk memulai negosiasi langsung di AS.
Dampak perang terhadap proyeksi ekonomi terlihat pada data global. Menurut proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia terbaru dari IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, dan 3,2 persen pada 2027.

Setelah mampu mengatasi hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat tahun lalu, IMF menyatakan aktivitas global kini menghadapi ujian besar akibat pecahnya perang di Timur Tengah.

Baca juga :  BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Batu Bara dari BHP-Mitsubishi hingga 2027

Selain itu, IMF menyatakan bahwa gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga minyak dan gas secara signifikan, dan berdampak langsung terhadap beban biaya impor terutama pada negara-negara berkembang.

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global dan Peringatkan Risiko Resesi

Apabila konflik masih berlangsung berkepanjangan, IMF memperingatkan pertumbuhan ekonomi global berpeluang melemah hingga level 2 persen yang mengindikasikan kondisi resesi global. IMF juga memperingatkan risiko munculnya stagflasi.

Dari dalam negeri, OJK merilis dua roadmap strategis 2026-2030 untuk memperdalam pasar keuangan domestik, yaitu pengembangan pasar derivatif dan pasar modal berkelanjutan.

Pengembangan pasar derivatif fokus pada pelindungan investor, harmonisasi pengawasan, dan peningkatan infrastruktur untuk menciptakan pasar yang likuid dan efisien.

Sementara itu, roadmap pasar modal berkelanjutan menargetkan penguatan instrumen berbasis ESG untuk mendukung net zero emission Indonesia, dengan pilar utama berupa kebijakan, diversifikasi produk, insentif, dan kolaborasi.

Pada perdagangan Selasa (14/04) kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,25 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,27 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 1,12 persen.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttp://energijuangnews.com
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments