Minggu, Mei 10, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalMendagri Optimistis Bedah Rumah Akan Gerakkan Perekonomian

Mendagri Optimistis Bedah Rumah Akan Gerakkan Perekonomian

Energi Juang News, Jakarta- Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan kawasan perbatasan, akan menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan di wilayah tersebut. Demikian optimisme Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian.

“Bedah rumah di perbatasan ini bisa juga men-trigger, men-encourage mendorong teman-teman dari kementerian lain juga untuk buat program di perbatasan. Entah di bidang pasar mungkin, atau bangun dermaga, kemudian sekolah, spesifik yang untuk di daerah perbatasan,” kata Tito dalam konferensi pers terkait Program 15.000 Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kawasan Perbatasan, di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis.

Mendagri mengatakan program yang dijalankan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut adalah wujud nyata upaya pemerintah dalam menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Tito mengungkapkan program disusun untuk benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat di wilayah tersebut. Program ini juga disusun untuk meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan agar merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Ia menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan juga memiliki dampak strategis dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait optimistis program bedah rumah tersebut akan memicu roda perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan di wilayah perbatasan.

“Ada kegiatan ekonomi karena misalnya mereka akan pesan barang dari toko material, toko material akan hidup, semennya, pasirnya, truk-truk yang mengangkut ke tempat proyek juga akan hidup sopirnya, ibu-ibu yang jualan, warung juga akan jalan. Ekonomi itu kan bergerak secara utuh, tambah lapangan kerja,” kata Maruarar.

Baca juga :  MBG Dihentikan Pasca Idul Fitri, Benarkah?

Ia menyebut total anggaran Kementerian PKP pada 2026 mencapai lebih dari Rp10 triliun, dengan sebagian besar difokuskan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Anggaran kami itu sekitar Rp10 triliun lebih, 80 persen kami dedikasikan untuk bedah rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan alokasi tersebut setara dengan sekitar Rp8 triliun yang digunakan untuk mendukung target renovasi rumah secara nasional.

Menurut dia, program BSPS menjadi bagian dari target pemerintah untuk merenovasi sekitar 400.000 rumah pada 2026, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

 

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments

High pressure hydraulic lifting equipment pada Dilema Gen Z: Antara Ambisi Jakarta Kota Global dan Realitas PHK Massal
Offshore heavy lifting hydraulic system pada Selat Hormuz Memanas, Iran Balas Serangan AS
Hydraulic jacks exporter from India pada Sampah MBG di Bandung Diperkirakan Capai 60 Ton