Energi Juang News, Jakarta – Salah satu penempatan strategis di DPR RI yang langsung menyedot perhatian adalah ketika Gus Falah bergabung dengan Komisi III. Komisi ini memang memiliki beban kerja yang sangat berat karena membidangi persoalan hukum, hak asasi manusia (HAM), dan keamanan. Gus Falah di Komisi III seolah menemukan panggung yang tepat untuk memberdayakan karakter vokalnya.
Gaspol Awasi Hukum dan KPK
Sejak resmi menjadi bagian dari Komisi III DPR RI, Gus Falah langsung tancap gas. Ia tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Berbagai isu krusial seperti pengawasan terhadap kinerja Kepolisian, Kejaksaan Agung, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ia sambut dengan penuh antusiasme. Dalam beberapa kali rapat dengar pendapat, nada bicaranya selalu meninggi ketika menyoroti kasus-kasus yang merugikan masyarakat kecil, namun tetap menghunjam dengan data yang akurat.
Gus Falah memilih Komisi III sebagai medan pengabdiannya karena ia melihat banyak sekali ketidakadilan yang perlu segera teratasi. Ia sering menyampaikan bahwa hukum di Indonesia ibarat pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Pandangan kritis inilah yang terus ia kobarkan. Ia ingin hukum benar-benar menjadi panglima, bukan alat tawar-menawar elit politik. Rekan-rekan satu komisi pun mengakui bahwa etos kerja Gus Falah di Komisi III sangat tinggi.
Tugas pengawasan yang ia jalankan sangat menarik untuk dicermati. Saat Kepolisian RI melakukan pelanggaran prosedural, Gus Falah tak segan memanggil dan memprotes langsung Kapolri. Ia juga getol mengawal kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bangsa. Baginya, kehadiran Komisi III wajib menjadi teror bagi para pelanggar hukum dan menjadi pelindung bagi para pencari keadilan.

Interogasi Tajam ke Penegak Hukum
Dalam sidang-sidang Komisi III, sosok Gus Falah selalu hadir dengan persiapan matang. Ia tidak hanya mengandalkan kertas briefing dari staf. Ia membaca sendiri berkas-berkas tebal dan mencatat poin-poin penting yang akan ia tanyakan. Gaya interogasinya terkenal tajam. Mitra kerja dari lembaga penegak hukum pun seringkali terlihat gugup saat mendapatkan giliran menjawab pertanyaannya.
Kerja keras Gus Falah di Komisi III DPR RI ini tentu memberikan harapan baru bagi publik. Masyarakat merindukan legislator yang benar-benar mengawasi, bukan sekadar menjadi tukang stempel kebijakan. Ia membuktikan bahwa dengan posisi yang tepat, seorang wakil rakyat bisa menjadi alat kontrol yang efektif.
Keberanian dan konsistensinya di Komisi III membuktikan bahwa Gus Falah bukan sekadar nama besar. Ini semua adalah kerja nyata untuk menegakkan hukum. Publik kini terus menanti gebrakan selanjutnya dari Gus Falah di Komisi III, berharap ia tetap konsisten menjaga marwah komisi yang bermitra dengan para penegak hukum tersebut.
Redaksi Energi Juang News



