Energi Juang News, Bandung- Pagi hari di wilayah selatan Jawa Barat dikejutkan oleh getaran gempa yang dirasakan warga di sejumlah daerah. Sejumlah warga sempat keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan, meski kondisi laut tetap terpantau normal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 04.45 WIB. Getaran dirasakan di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, hingga Ciamis.
Warga Panik Keluar Rumah
Gempa awalnya dilaporkan berkekuatan magnitudo 4,6. Namun setelah pemutakhiran data, BMKG memperbarui kekuatannya menjadi magnitudo 4,7.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 68 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer.
Andik Sutikno, warga Kecamatan Parigi, Pangandaran, mengatakan getaran terasa cukup kuat hingga membuat warga panik. Sebagian tetangga bergegas keluar rumah sambil membawa anak-anak mereka.
“Warga sempat takut karena pernah ada kejadian gempa sebelumnya. Setelah situasi tenang, kami kembali masuk rumah dan melihat kondisi laut tetap normal,” ujar Andik, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di lingkungan tempat tinggalnya.
BPBD Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Menurut dia, relawan BPBD masih melakukan pengecekan di sejumlah titik yang merasakan getaran, terutama di wilayah Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya.
“Hingga sekarang belum ada laporan kerusakan rumah akibat gempa yang dirasakan masyarakat,” kata Abdul Azis.
Ia menambahkan kondisi gelombang laut di wilayah pesisir selatan Tasikmalaya masih normal pascagempa.
BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Dasar Laut
BMKG menjelaskan gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal. Peristiwa itu dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Berdasarkan laporan masyarakat, getaran dirasakan dengan intensitas III MMI di Tasikmalaya dan Garut. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar melintas.
Sementara di wilayah Ciamis, gempa dirasakan pada skala II hingga III MMI. Hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Redaksi Energi Juang News



