Energi Juang News, Gorontalo– Guncangan gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah Gorontalo pada Jumat pagi (5/6/2026). Getaran yang terjadi sekitar pukul 07.28 Wita membuat banyak warga bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah saksi mata menyebut guncangan terasa cukup kuat meski berlangsung singkat. Di beberapa lokasi, kabel listrik dan pepohonan tampak bergoyang akibat getaran tersebut.
Warga Rasakan Guncangan Kuat
Indra, warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, mengaku terkejut saat gempa terjadi ketika dirinya hendak sarapan.
“Menjelang sarapan tiba-tiba ada guncangan hebat. Saya merasa seperti dilempar. Hanya sekali, tetapi sangat terasa,” ujarnya.
Guncangan juga dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah lain di Provinsi Gorontalo dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah.
BMKG: Pusat Gempa Berada di Teluk Tomini
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, menjelaskan hasil analisis terbaru menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 5,4.
Episenter gempa berada pada koordinat 0,15 derajat Lintang Selatan dan 123,13 derajat Bujur Timur di kawasan Teluk Tomini. Lokasinya berada di laut, sekitar 72 kilometer timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 99 kilometer.
Menurut Andri, gempa tersebut tergolong gempa menengah yang dipicu deformasi batuan di dalam slab Lempeng Laut Sulawesi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault menjadi penyebab utama gempa.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG mencatat gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di wilayah Luwuk dan Bone Bolango. Sementara itu, Kota Gorontalo merasakan getaran pada skala III MMI.
Getaran juga dirasakan di Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara dengan intensitas II-III MMI. Adapun wilayah Taliabu merasakan gempa pada skala II MMI.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Andri.
Hingga pukul 07.50 Wita, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
Redaksi Energi Juang News



