Energi Juang News, Flores Timur– Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas berbahaya. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status gunung api tersebut dari Siaga (Level III) ke Awas (Level IV) setelah peningkatan signifikan gempa vulkanik, Selasa malam (14/10/2025).
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyebut lonjakan kegempaan menandakan adanya suplai magma baru yang bergerak cepat ke permukaan. “Aktivitas ini berpotensi memicu erupsi eksplosif,” ujarnya.
Gempa dan Deformasi Jadi Pemicu
PVMBG mencatat gempa tektonik lokal sehari sebelumnya berkaitan erat dengan pergerakan magma yang naik ke kawah. Dalam dua hari terakhir, alat seismograf merekam beragam aktivitas: 4 gempa guguran, 1 gempa letusan, 9 gempa embusan, 23 tremor non-harmonik, serta sejumlah gempa vulkanik dalam dan tektonik.
“Dominasi gempa dangkal, kenaikan tren GNSS, hingga deformasi menunjukkan suplai magma ke permukaan masih berlangsung,” jelas Wafid.
Erupsi Tengah Malam
Tak lama setelah status Awas ditetapkan, erupsi besar terjadi pada pukul 23.37 WITA. Kolom abu vulkanik menjulang hingga 9.000 meter di atas kawah. Letusan disertai dentuman keras yang terdengar jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi.
“Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm selama 4 menit 5 detik,” kata petugas PGA, Emanuel Rofinus Bere.
Imbauan untuk Warga
PVMBG meminta warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di radius 6 kilometer, serta sektoral barat daya–utara–timur laut sejauh 7 kilometer dari kawah, dilarang keras. “Ikuti arahan pemerintah dan jangan percaya isu yang tidak jelas sumbernya,” tegas Emanuel.
Dengan status Awas, Gunung Lewotobi kini masuk fase paling kritis. Aparat dan tim tanggap darurat daerah diminta bersiap mengantisipasi potensi hujan abu hingga evakuasi mendesak
Redaksi Energi Juang News



