Energi Juang News, Gaza– Sebuah video yang beredar luas menunjukkan kelompok bersenjata Hamas mengeksekusi sejumlah pria di depan umum di Gaza. Tayangan ini telah diverifikasi oleh ABC News, memicu kecaman luas dari organisasi hak asasi manusia dan otoritas Palestina.
Dalam rekaman tersebut, beberapa pria tampak dipaksa berlutut di tengah kerumunan. Mereka ditarik dengan tangan terikat, sebagian ditelanjangi, lalu dieksekusi menggunakan senjata api. Para eksekutor mengenakan penutup wajah, sebagian memakai ikat kepala hijau yang sering dikaitkan dengan sayap militer Hamas.
Eksekusi Publik Pasca Gencatan Senjata
Eksekusi itu kemungkinan terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata Israel–Hamas mulai berlaku. Kondisi bangunan yang rusak akibat perang dalam video memperkuat dugaan peristiwa ini terjadi baru-baru ini.
Akun Telegram yang berafiliasi dengan Hamas menyebut aksi itu sebagai hukuman mati terhadap “kolaborator dan pelanggar hukum” di Kota Gaza. Namun tidak ada bukti sahih bahwa para korban adalah pelaku kejahatan.
Kecaman Keras dari LSM dan Otoritas Palestina
Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan menilai insiden itu sebagai eksekusi di luar hukum dan mendesak adanya penyelidikan independen. Mereka menegaskan, siapa pun pelakunya harus diadili sesuai prinsip keadilan.
Sementara itu, pasukan keamanan Radaa yang berafiliasi dengan Hamas mengklaim eksekusi dilakukan terhadap geng kriminal bersenjata. Mereka mengaku tengah “menyisir dan menangkap individu yang menyerang warga sipil dan pengungsi di Gaza”.
Kantor Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengecam keras peristiwa itu. “Ini adalah kejahatan keji dan pelanggaran HAM yang nyata. Hamas harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Abbas melalui kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Insiden ini semakin menambah potret kelam kondisi Gaza di tengah perang dan gencatan senjata yang rapuh.
Redaksi Energi Juang News



