Energi Juang News, Papua- Sudah lebih dari dua minggu sejak banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Nduga serta Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan. Tim gabungan dari BNPB, BPBD, dan relawan masih terus berupaya menemukan korban yang belum ditemukan akibat bencana yang terjadi sejak 1 November 2025 tersebut. Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang yang melanda kawasan Distrik Dal dan Distrik Yaguru.
Bencana ini mengakibatkan 23 orang kehilangan nyawa. Akses jalan, rumah penduduk, dan fasilitas umum lainnya hancur diterjang banjir dan longsor. Selain korban jiwa, banyak warga terisolasi dan mengungsi ke posko-posko darurat yang telah didirikan pemerintah, termasuk Posko Darurat Ilekma yang kini menjadi pusat koordinasi penanganan.
BNPB turun langsung ke lokasi melakukan pendistribusian bantuan logistik berupa paket sembako, selimut, terpal, hingga tenda keluarga untuk para pengungsi. Pemerintah juga saling bersinergi membersihkan lumpur serta material yang menutup jalanan dan permukiman warga. Upaya pencarian korban hilang, pendataan pengungsi, dan distribusi bantuan masih terus berjalan hingga hari ini.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menegaskan komitmen penuh dalam penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan para warga terdampak bencana. Warga terdampak diimbau tetap waspada serta mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menjaga keselamatan bersama.
Bencana yang melanda Papua Pegunungan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan peran aktif seluruh pihak dalam menghadapi ancaman alam. Pemerintah, relawan, dan masyarakat bahu-membahu menghadapi dampak bencana, demi mengurangi risiko dan penderitaan korban.
Redaksi Energi Juang News



