Energi Juang News, Jakarta– Gubernur Bengkulu Helmi Hasan membantah adanya kelaparan di Pulau Enggano yang disebut-sebut terjadi akibat wilayah tersebut terisolasi karena pendangkalan pelabuhan. Hal ini ia sampaikan dalam rapat koordinasi bersama Staf Khusus Mendagri di Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (27/6), guna menindaklanjuti persoalan logistik dan pembangunan di wilayah tersebut.
“Forkopimda terus memantau perkembangan kondisi di Pulau Enggano. Saya pastikan tidak terjadi kelaparan seperti yang viral di media sosial,” tegas Helmi, dikutip dari Antara.
Koordinasi Logistik dan BBM Terus Dilakukan.
Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan juga menjelaskan bahwa koordinasi dengan Pertamina dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM. Selain itu, bantuan logistik dan dukungan transportasi terus dikirimkan oleh Pemprov Bengkulu dan Pemkab Bengkulu Utara sebagai bentuk respons tanggap darurat.
Camat Enggano: Masalah Utama Bukan Kelaparan, Tapi Daya Beli.
Camat Pulau Enggano, Susanto, mengklarifikasi bahwa tidak ada warga yang mengalami kelaparan. Ia menilai persoalan sebenarnya terletak pada penurunan daya beli masyarakat akibat terganggunya distribusi hasil pertanian.
“Masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan pokok. Yang jadi masalah adalah hasil pertanian tidak bisa dijual ke Bengkulu karena pelabuhan mengalami pendangkalan,” jelas Susanto.
Menurutnya, karena alur Pelabuhan Pulau Baai tertutup, kapal penumpang KMP Pulo Tello tidak bisa mengangkut barang secara normal. Akibatnya, pengiriman komoditas hanya bisa dilakukan dengan kapal nelayan berkapasitas kecil—yang tentu tidak mampu menampung seluruh hasil panen.
Harapan Percepatan Perbaikan Infrastruktur.
Susanto berharap agar dermaga Pulau Baai segera difungsikan kembali agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa pulih. Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah mengeluarkan Instruksi Presiden tentang percepatan pembangunan Pulau Enggano.
“Kami berterima kasih kepada Presiden atas Inpres yang diterbitkan. Semoga proses pemulihan berlangsung cepat dan masyarakat bisa kembali menjual hasil bumi,” tambahnya.
Warga Keluhkan Hambatan Pengiriman Dana dan Barang.
Kepala Desa Banjarsari, Winarto Rudi Setiawan, menambahkan bahwa warga menghadapi hambatan dalam mengirim uang dan barang, khususnya untuk anak-anak mereka yang menempuh pendidikan di luar pulau.
“Masalah kami bukan soal makan, tapi bagaimana mengirim kebutuhan bulanan anak-anak yang sekolah di luar Enggano. Transportasi terbatas sekali,” jelasnya.
Redaksi Energi Juang News



