Energi Juang News, Jakarta– Laba Fore Coffee naik 4.900% sepanjang tahun buku 2024, menjadikannya salah satu emiten baru dengan kinerja paling impresif di Bursa Efek Indonesia. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (kode saham: FORE) membukukan pendapatan Rp 1,04 triliun, meningkat 115% dari tahun sebelumnya. Laba bersih meroket dari Rp 1,15 miliar pada 2023 menjadi Rp 58,2 miliar di tahun 2024.
Pertumbuhan pesat ini terjadi tidak lama setelah Fore Coffee resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 14 April 2025. Harga saham FORE yang awalnya ditawarkan Rp 188 per lembar, kini melonjak 229% menjadi Rp 620 per 26 Juni 2025.
Strategi Ekspansi dan Inovasi Produk Jadi Kunci.
Direktur Utama Fore Coffee, Vico Lomar, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi agresif yang diterapkan perusahaan. Jumlah gerai Fore Coffee tumbuh signifikan, naik 35% hingga mencapai 232 lokasi pada akhir 2024.
“Kami melihat sektor makanan dan minuman, khususnya kopi serta minuman non-alkohol, tetap memiliki potensi pertumbuhan meskipun ekonomi global melambat,” ungkap Vico dalam pernyataan resmi, Jumat (27/6/2025).
Produk andalan seperti Butterscotch Sea Salt Latte dan Triple Peach Americano menjadi bukti inovasi produk yang diterima dengan baik oleh pasar.
Target Bisnis dan RUPS 2025.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (26/6/2025), Fore Coffee menyampaikan rencana jangka panjangnya. Para pemegang saham menyetujui laporan tahunan, penunjukan akuntan publik, serta penggunaan laba bersih 2024.
“Kami menargetkan peningkatan performa bisnis pada 2025, baik dari sisi keuangan maupun operasional, dengan tetap menjaga loyalitas pelanggan terhadap brand Fore Coffee,” jelas Vico.
Pembukaan outlet kini dilakukan lebih sistematis. Fokusnya adalah efisiensi dan kualitas layanan sebagai bagian dari komitmen operational excellence.
Dukungan Investor dan Tata Kelola Perusahaan.
Komisaris Utama Fore Coffee, Willson Cuaca, turut memberikan apresiasi terhadap dukungan investor sejak proses IPO hingga perdagangan sekunder. Ia menegaskan pentingnya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
“Kami telah membentuk komite audit, komite nominasi dan remunerasi, serta menunjuk kepala unit audit internal dan sekretaris perusahaan untuk memperkuat struktur manajemen,” ujar Willson usai RUPS.
Redaksi Energi Juang News




