Rabu, Juni 24, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Sendang Maibit dan Ritual Siratan Keramat

Misteri Sendang Maibit dan Ritual Siratan Keramat

Energi Juang News,Tuban- Menjelang pergantian musim dari penghujan menuju kemarau, masyarakat Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Tuban, kembali menggelar tradisi budaya yang diwariskan turun-temurun. Tradisi itu bukan sekadar pesta rakyat, melainkan perwujudan rasa syukur atas sumber mata air yang tak pernah kering sepanjang tahun.

Misteri Sendang Maibit selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan tersebut. Di balik gemericik air yang jernih, tersimpan legenda Sri Panganti, sosok perempuan yang dipercaya pernah mandi dan bermain air di sendang itu pada masa lampau.

Sebelum ritual dimulai, para sesepuh desa melakukan pembersihan sumber mata air. Mereka memanjatkan doa-doa khusus sambil menaburkan bunga setaman. Suasana hening menyelimuti kawasan sendang yang dikelilingi pepohonan tua.

“Kalau malam tertentu, kadang terdengar suara perempuan tertawa dari arah mata air,” ujar Kasturi, warga setempat. “Tapi saat dicari, tidak ada siapa-siapa.”

Warga kemudian membawa tumpeng dan berbagai hidangan untuk dikumpulkan dalam tradisi manganan. Sebagian makanan yang diniatkan sebagai nazar diserahkan kepada modin untuk didoakan sebelum disantap bersama seluruh pengunjung.

Di salah satu sudut sendang terdapat lubang kecil yang dipercaya sebagai tempat menyimpan perlengkapan mandi Sri Panganti. Beberapa warga meletakkan cok bakal berisi bunga, telur kampung, ikan asin, kelapa, dan uang logam sebagai simbol harapan akan kesejahteraan.

“Nenek saya berpesan jangan berbicara sembarangan di dekat lubang itu,” kata seorang pemuda desa. “Konon ada penunggunya yang menjaga sejak zaman dahulu.”

Puncak acara terjadi saat prosesi siratan. Ketika pertunjukan wayang dihentikan sejenak, kepala desa dan perangkat turun ke aliran sendang sambil membawa tumpeng dan ayam panggang. Mereka meletakkan sesaji di atas kayu tua yang dipercaya sebagai peninggalan masa Sri Panganti.

Baca juga :  Memedi Bondosho Tanda Duka Menjelang Kematian

Setelah doa dipanjatkan, makanan dilempar ke berbagai arah dan air sendang disiratkan ke seluruh penjuru. Tawa warga bercampur percikan air menciptakan suasana meriah. Namun di balik kegembiraan itu, banyak yang meyakini ritual tersebut juga menjadi cara menghormati kekuatan gaib penjaga sendang.

“Sumber air ini tidak pernah kering meski kemarau panjang,” tutur seorang sesepuh. “Karena itu kami menjaganya seperti menjaga kehidupan.” Hingga kini, Misteri Sendang Maibit tetap hidup dalam cerita rakyat, menjadi pengingat bahwa antara manusia, alam, dan dunia tak kasatmata selalu ada ikatan yang sulit dijelaskan oleh nalar semata.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments