Energi Juang News, Washington DC- Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Senat meloloskan sebuah resolusi yang meminta penghentian keterlibatan militer Washington terhadap Iran. Langkah tersebut memicu perdebatan politik di tengah upaya meredakan ketegangan yang sempat meningkat antara kedua negara.
Trump menilai keputusan Senat justru melemahkan posisi Amerika Serikat saat pemerintahannya mengklaim berhasil menekan Teheran. Ia juga menyayangkan dukungan sejumlah senator dari Partai Republik terhadap resolusi tersebut.
Trump Sebut Resolusi Senat Merugikan AS
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut pemungutan suara itu dilakukan pada saat yang tidak tepat. Menurutnya, Iran saat ini berada dalam posisi terdesak dan menunjukkan sikap yang lebih menghormati Amerika Serikat dibanding sebelumnya.
Ia menilai resolusi tersebut mengirimkan pesan yang salah kepada Teheran. Trump bahkan menuduh langkah Senat memberi keuntungan politik bagi pihak yang selama ini menjadi lawan Washington.
“Saya telah membuat Iran berada di posisi terpojok dan siap memberikan hampir apa pun yang kami inginkan,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Presiden AS itu juga mengkritik empat senator Partai Republik yang mendukung resolusi bersama kubu Demokrat. Dalam unggahannya, Trump menyebut mereka sebagai pihak yang justru mempersulit upaya pemerintahannya.
Empat Senator Republik Berbalik Mendukung Resolusi
Senat AS menyetujui Resolusi Kekuatan Perang pada Selasa (23/6) waktu setempat dengan hasil 50 suara mendukung dan 48 suara menolak.
Empat senator Republik yang mendukung resolusi tersebut adalah Bill Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul. Mereka bergabung dengan mayoritas senator Demokrat untuk mengamankan kemenangan resolusi itu.
Di sisi lain, satu senator Demokrat memilih menolak, sementara dua senator Republik lainnya tidak memberikan suara.
Resolusi tersebut menginstruksikan presiden untuk menghentikan permusuhan terhadap Iran kecuali ada persetujuan lebih lanjut dari Kongres. Tujuannya adalah membatasi kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik baru tanpa otorisasi legislatif.
Jadi Penolakan Simbolis Terkuat terhadap Perang
Secara substansi, resolusi itu bertujuan memperkuat peran Kongres dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan kekuatan militer. Langkah tersebut juga dipandang sebagai upaya mencegah eskalasi konflik baru antara Washington dan Teheran.
Meski demikian, dampak praktisnya masih belum jelas. Pasalnya, Amerika Serikat dan Iran saat ini telah mencapai kesepakatan damai sementara yang membantu meredakan ketegangan.
Terlepas dari itu, pengesahan resolusi tersebut menjadi bentuk penolakan simbolis paling kuat dari Kongres terhadap perang dengan Iran. Sebelumnya, sembilan pemungutan suara serupa gagal memperoleh dukungan mayoritas.
Redaksi Energi Juang News



