Jumat, Juli 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahKM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, 27 Penumpang Masih Hilang

KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, 27 Penumpang Masih Hilang

Energi Juang News, Sulawesi- Insiden kapal tenggelam kembali terjadi di perairan Sulawesi Selatan. Hingga Jumat (17/7/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap puluhan penumpang yang belum ditemukan setelah sebuah kapal mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, kepolisian, serta sejumlah unsur SAR lainnya. Cuaca yang sempat memburuk menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan.

Kronologi KM Nurul Salsa Tenggelam

KM Nurul Salsa tenggelam di Selayar setelah mengalami gangguan mesin saat berlayar dari Pelabuhan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, menuju Pelabuhan Benteng pada Rabu (15/7/2026).

Kapal berangkat sekitar pukul 05.00-06.00 Wita dengan kondisi pelayaran yang dilaporkan normal. Namun, sekitar lima jam kemudian, mesin utama mengalami kerusakan hingga akhirnya mati total ketika kapal berada di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.

Setelah mesin berhenti beroperasi, awak kapal dan penumpang segera mengirimkan permintaan bantuan. Sayangnya, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Situasi semakin memburuk ketika pompa penguras air (alkon) mengalami kerusakan. Air laut terus masuk ke badan kapal hingga akhirnya KM Nurul Salsa tenggelam menjelang malam di sekitar perairan Pulau Polassi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan kapal mengalami mati mesin.

“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Arif.

Operasi SAR Terus Berlanjut

Basarnas bersama tim SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian setelah menerima laporan kecelakaan kapal. TNI Angkatan Laut turut mengerahkan KRI Marlin-877 untuk memperkuat proses pencarian di lokasi kejadian.

Baca juga :  Polisi Pastikan Dua Pria Tewas di Bekasi Terkait Tawuran

Sejak Kamis (16/7/2026) dini hari, tim berhasil mengevakuasi puluhan korban di sekitar titik tenggelamnya kapal.

Hingga Jumat, sebanyak 46 penumpang ditemukan selamat. Satu korban, Salmawati, dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 27 penumpang lainnya masih belum ditemukan.

Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Kamis akibat cuaca buruk. Setelah kondisi laut membaik, pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat.

Humas Polres Kepulauan Selayar, Aiptu Suardi Alimuddin, menyebut pencarian difokuskan di perairan tenggara Pulau Polassi hingga sekitar Pulau Kane-Kane.

“Pagi ini kembali dilakukan pencarian di sebelah tenggara Pulau Polassi dan sekitar Pulau Kane-Kane,” kata Suardi.

Posko Pencarian Dipusatkan di Pulau Jampea

Untuk mempercepat koordinasi operasi, pemerintah daerah bersama tim SAR memusatkan posko pencarian di Pulau Jampea.

Menurut Suardi, lokasi tersebut dipilih karena lebih dekat dengan titik tenggelam kapal sekaligus mempertimbangkan faktor keselamatan mengingat arah angin yang masih cukup kencang.

Hingga Jumat (17/7/2026), sebanyak 27 orang masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 17 penumpang tercatat dalam manifes kapal, sedangkan 10 lainnya belum masuk dalam daftar manifes.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments