Energi Juang News, Jakarta– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda dengan mengunjungi para siswa yang tengah menjalani program pembinaan karakter di barak militer. Program ini ditujukan bagi siswa yang sebelumnya terlibat dalam perilaku menyimpang.
“Dulu mereka sulit tidur, sekarang bangun pagi tanpa disuruh,” ujar Dedi saat meninjau langsung kondisi para siswa di barak. Ia menambahkan bahwa perubahan positif ini merupakan hasil dari pembinaan yang terstruktur dan disiplin yang diterapkan di barak.
Program pembinaan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membentuk karakter siswa melalui pendekatan yang berbeda. Dengan bekerja sama dengan TNI dan Polri, siswa-siswa yang terlibat dalam program ini mendapatkan pelatihan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta kegiatan keagamaan.
Kami ingin mereka kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik,” kata Dedi. Ia juga menekankan bahwa program ini bukanlah pelatihan militer, melainkan pembinaan karakter yang bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup yang positif.
Selama enam bulan, para siswa menjalani rutinitas yang ketat, mulai dari bangun pagi, olahraga, hingga kegiatan belajar dan keagamaan. Mereka juga diajarkan untuk menjauhi perilaku negatif seperti merokok dan konsumsi alkohol.
Program ini mendapat dukungan dari orang tua siswa, yang berharap anak-anak mereka dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Kami percaya bahwa dengan pembinaan yang tepat, anak-anak kami bisa berubah,” ujar salah satu orang tua siswa.
Dedi berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani permasalahan kenakalan remaja. “Kami ingin menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, perubahan itu mungkin,” tutupnya.
Redaksi Energi Juang News



