Energi Juang News, Jakarta- Nama Jessica Mila mendadak jadi sorotan setelah unggahan liburannya ke Pulau Padar, Labuan Bajo, beredar di media sosial. Momen itu muncul di tengah pembatasan pelayaran yang berlaku di kawasan tersebut akibat cuaca buruk.
Klarifikasi Jessica Mila
Jessica Mila akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kontroversi tersebut. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya sengaja mengabaikan aturan pelayaran yang sedang berlaku.
“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar,” tulis Jessica dalam klarifikasinya, Senin (10/8/2026) malam.
Menurut aktris tersebut, keputusan mengenai rute perjalanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kapten kapal. Ia dan rombongan hanya mengikuti arahan yang diberikan selama perjalanan.
“Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal,” ujarnya.
Kondisi Lapangan Saat Itu
Jessica mengaku tidak menerima informasi apapun mengenai larangan berlayar sebelum atau selama perjalanan. Ia juga melihat kondisi di lapangan tidak mencurigakan.
“Dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan karena ada banyak kapal-kapal lain dan turis-turis lain yang bersandar dan naik ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik,” lanjutnya.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo sebelumnya memang menerbitkan pembatasan pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo pada 7-10 Agustus 2026. Kebijakan ini diambil menyusul prakiraan cuaca buruk dari BMKG.
Prioritaskan Keselamatan Anak
Jessica juga menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam perjalanan tersebut. Ia bepergian bersama putrinya, Kyarra Arunika Hasibuan, serta beberapa anak lain dalam rombongan.
“Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami,” tulisnya.
Ia membantah keras tudingan bahwa rombongannya mengetahui surat edaran mengenai cuaca buruk namun tetap memaksakan perjalanan.
“Dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” tegas Jessica.
Jessica berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak terkait, khususnya kapten kapal, untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpang. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
Redaksi Energi Juang News




