Energi Juang News, Jakarta- Penyebab kebakaran kapal di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) belum diketahui. Petugas kini memprioritaskan evakuasi penumpang, sementara penyelidikan untuk mengungkap sumber api masih berlangsung.
Investigasi Melibatkan KNKT
Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin masih dalam penyelidikan. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai bekerja sama dengan KSOP Lembar dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Plt Kepala KSOP Kelas IV Padangbai Heri Wiyanto mengatakan, tim masih mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut.
“Untuk kapal yang terbakar KMP Putri Yasmin sampai sekarang kami masih melakukan investigasi. Kami bekerja sama dengan KSOP Lembar dan KNKT,” kata Heri saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
Heri menyebut sumber api juga menjadi bagian penting dalam proses investigasi. Namun, pihaknya belum dapat memastikan titik awal kebakaran.
“Kalau untuk terkait pengecekan api atau api bersumber dari mana, kami belum lakukan karena itu nanti tim investigasi dan KNKT yang bisa menjelaskan,” ujarnya.
Berangkat dari Padangbai Menuju Lembar
KMP Putri Yasmin berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kapal tersebut bertolak pada Rabu sekitar pukul 02.00 WITA. Berdasarkan manifest keberangkatan, terdapat 114 penumpang di dalam kapal.
Selain penumpang, KMP Putri Yasmin juga mengangkut kendaraan. Data KSOP mencatat 44 orang terdiri atas sopir dan penumpang, 53 kendaraan roda dua, serta 17 penumpang pejalan kaki.
Evakuasi Penumpang Jadi Prioritas
Heri mengatakan, petugas saat ini memusatkan penanganan pada proses evakuasi penumpang.
Pihak berwenang belum menyampaikan penyebab pasti kebakaran. Informasi tersebut akan diketahui setelah tim investigasi dan KNKT menyelesaikan pemeriksaan.
“Jadi kami fokuskan evakuasi penumpang dulu,” kata Heri.
Redaksi Energi Juang News




