Energi Juang News,Jakarta- Baru kemarin pejabat Danantara bilang tak butuh indeks MSCI, tapi malah CIOnya tersangkut dugaan manipulasi pasar.
Bagi investor asing, bursa efek kita mungkin terlihat lebih mirip pasar malam daripada pusat keuangan yang serius.
Niat hati ingin menanam modal secara elegan di saham-saham berfundamental kuat, mereka justru disuguhi atraksi sirkus “saham gorengan” yang harganya bisa terbang ke bulan lalu lenyap ke dasar bumi dalam semalam.
Pasar saham kita memang tiada duanya dalam urusan menyajikan situasi komedi yang bikin investor elus dada.
Ditambah munculnya laporan bahwa sang Chief Investment Officer (CIO) justru tersangkut kepemilikan saham di sekuritas yang sedang “diinterogasi” oleh OJK gara-gara dugaan manipulasi pasar.
Ibarat seorang koki yang mengklaim restorannya sudah standar internasional, tapi dapur pribadinya ketahuan lagi sibuk meracik obat ilegal.
Niat hati ingin menanam modal secara elegan di saham-saham berfundamental kuat, mereka justru disuguhi atraksi sirkus “saham gorengan” yang harganya bisa terbang ke bulan lalu lenyap ke dasar bumi dalam semalam.
Ditambah lagi dengan hebohnya isu investasi bodong bernilai fantastis, para pemodal luar negeri tampaknya lebih memilih menyimpan dolar mereka di bawah bantal daripada nekat masuk ke wahana ekstrem pasar modal domestik yang penuh kejutan ini.
Meski klarifikasi resmi sudah buru-buru diterbitkan kita akan segera mendengar pembelaan klasik bahwa keterlibatan tersebut hanyalah investasi pribadi yang “pasif”.
Tapi nasi sudah telanjur menjadi bubur, dan buburnya pun telanjur gosong..bung.
Publik pun hanya bisa tersenyum kecut melihat bagaimana target mulia mengelola dana abadi negara harus diawali dengan drama komedi situasi.
Pada akhirnya, selama aturan main masih sedinamis gorengan di pinggir jalan, kita mungkin harus puas menjadi penonton setia dari komedi finansial yang tidak ada habisnya ini.
Redaksi Energi Juang News