BerandaInternasionalOperasi Alba: Jejak Pelarian Bolsonaro ke AS

Operasi Alba: Jejak Pelarian Bolsonaro ke AS

Energi Juang News, Jakarta – Kepergian Flávio Bolsonaro, calon Presiden Brazil yang kalah ke Amerika Serikat ternyata direncanakan sebelum pemilu dan secara internal disebut “operasi Alba”.

Menurut sebuah laporan, seperti dilansir CNN Brazil, Bolsonaro menyeberangi perbatasan  dengan naik sebuah van, ditemani seorang mantan agen Mossad. Polisi Federal Brazil sedang menyelidiki untuk meminta Mahkamah Agung (STF) memblokir hartanya.

CNN Brazil yang dikutip @EliseWishaw di platform X menjelaskan, Flávio menyeberangi Jembatan Persahabatan pada Selasa (27/10/2026) dengan sebuah van, dan istri serta putrinya naik van lain. Plat nomornya teridentifikasi oleh kamera.

Menurut CNN, sopirnya adalah seorang mantan anggota dewan kota Foz do Iguaçu dan putranya. Seorang mantan agen Mossad yang dinaturalisasi menjadi warga Amerika tiba di Brasil pada 19 Oktober 2026, mendampingi Flávio dari Brasília hingga Argentina dan berada di van bersamanya di perbatasan. Laporan tersebut tidak menyebutkan namanya.

Sumber pemerintah mengatakan ada bantuan dari anggota pemerintahan Javier Milei dan menyebut kasus ini sebagai “ekstraksi”, dengan dukungan dari Argentina dan AS.

Mengenai jet pribadi, CNN mengulangi apa yang sudah diterbitkan NYT: itu konon disediakan oleh Jason Miller. Miller adalah seorang pejabat komunikasi senior Gedung Putih dan sekutu dekat Donald Trump

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

- Advertisment -spot_img

Recent Comments