Energi Juang News, Teheran— Ketegangan di perairan Teluk meningkat setelah Garda Revolusi Iran menahan dua kapal tanker minyak yang membawa awak berkewarganegaraan asing. Pasukan elit ini menuduh kapal tersebut terlibat dalam aktivitas penyelundupan bahan bakar dalam jumlah besar.
Dua Kapal Ditangkap Dekat Pulau Farsi
Menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim, yang dikutip AFP pada Jumat (6/2/2026), penyitaan dilakukan di sekitar Pulau Farsi, wilayah yang berada di bawah kendali Iran. “Lebih dari satu juta liter bahan bakar selundupan ditemukan di atas kedua kapal tersebut,” tulis laporan Tasnim pada Kamis (5/2) waktu setempat.
Sebanyak 15 anggota awak asing dari dua kapal itu telah diserahkan kepada pengadilan Iran untuk menjalani proses hukum.
Diduga Terlibat Operasi Selundupan Bulanan
Tasnim mengungkapkan, kapal-kapal tanker itu sudah lama menjadi target operasi intelijen. “Mereka terlibat dalam kegiatan penyelundupan selama beberapa bulan dan berhasil dicegat setelah dilakukan pengintaian intensif,” tulis media tersebut.
Ketegangan di Tengah Kehadiran Militer AS
Langkah penyitaan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Teheran. Amerika Serikat sebelumnya telah menempatkan kapal induk beserta armada perang di kawasan tersebut, menyusul tindakan keras keamanan Iran terhadap demonstrasi antipemerintah beberapa waktu lalu.
Aksi Iran di jalur minyak paling vital dunia, yakni Selat Hormuz, kerap memicu kekhawatiran global. Jalur ini menjadi titik transit sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Kebiasaan Lama di Perairan Teluk
Iran secara rutin menindak kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam perdagangan bahan bakar ilegal. Dengan harga bahan bakar domestik yang tergolong paling murah di dunia, praktik penyelundupan menjadi aktivitas yang sangat menguntungkan bagi pelaku di kawasan perbatasan laut.
Para pengamat menilai, insiden ini menambah panjang daftar ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, terutama terkait kontrol terhadap jalur energi global.
Redaksi Energi Juang News



