Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaGenteng Menyelamatkan Jakarta, Serius Nih?

Genteng Menyelamatkan Jakarta, Serius Nih?

Esteria Tamba
(Aktivis, Penulis)

Jakarta kembali menghadapi dua ancaman klasik setiap musim hujan, yaitu banjir dan polusi udara.

Kombinasi tata kota yang padat, resapan air terbatas, serta peningkatan emisi kendaraan menjadikan masalah ini seakan tak berujung.

Namun, munculnya gagasan gentengisasi sebuah program nasional untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah liat menawarkan pendekatan baru yang tak sekadar estetis, tetapi juga ekologis.

Selama ini, atap seng banyak digunakan di pemukiman padat karena murah dan mudah dipasang.

Sayangnya, material ini memiliki sejumlah kelemahan serius.

Seng menyerap panas secara ekstrem, memperburuk suhu mikro di lingkungan sekitarnya, serta meningkatkan efek pulau panas perkotaan.

Selain itu, ketika hujan deras turun, air tak terserap sama sekali dan langsung mengalir deras ke saluran kota menambah volume limpasan dan memperbesar potensi banjir.

Genteng Tanah Liat: Pendingin Alami dan Penahan Limpasan Air

Atap genteng dari tanah liat justru bekerja sebaliknya.

Sebab, teksturnya berpori, mampu menahan sebagian air, dan membantu menstabilkan suhu ruangan di bawahnya.

Pendapat Arsitek tentang Gentengisasi

Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia Georgius Budi Yulianto menjelaskan, genteng tanah liat lebih dari sekadar pelindung dari panas dan hujan. Material tersebut merupakan warisan budaya yang dirancang untuk beradaptasi dengan iklim tropis nusantara

Karena itu, gentengisasi bisa menjadi ‘pendingin alami kota,’ jika diterapkan massal di Jakarta yang juga tropis.

Baca juga : Epstein Files: Arsip Dibuka, Elite Tetap Aman

Sebab, hal itu bisa memberikan dampak, seperti seperti yang mengurangi kebutuhan pendingin ruangan dan menekan konsumsi listrik.

Daerah ini juga mencatat penurunan genangan setelah hujan deras, karena banyak rumah warga mengarahkan air resapan ke biopori atau sumur imbuhan.

Baca juga :  Pembentukan Enam Kodam Baru: Untuk Apa dan Siapa?

Program Gentengisasi Prabowo dan Peran Koperasi Merah Putih

Program nasional gentengisasi yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada awal Februari 2026 memperkuat arah kebijakan ini.

Pemerintah berencana melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memproduksi genteng lokal ramah lingkungan.

Selain mendukung ekonomi rakyat, skema ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bangunan yang mahal seperti kayu yang kini harganya meroket akibat terbatasnya pasokan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan.

Fenomena 260 titik panas yang baru dideteksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagian besar di Riau, memperkuat urgensi langkah-langkah adaptif terhadap cuaca panas dan kekeringan.

Meningkatnya kebakaran hutan dan suhu ekstrem harus dihadapi dengan strategi mencegah alih-alih mengobati.

Genteng yang mampu menurunkan panas dan tidak menimbulkan efek pantulan tinggi menjadi salah satu jawaban sederhana yang bisa diterapkan mulai dari rumah tangga.

Pemerintah perlu memastikan agar gentengisasi tidak berhenti pada seremoni. Peraturan insentif bagi warga yang beralih dari atap seng, kemudahan akses bahan bangunan, dan kampanye kesadaran lingkungan harus menjadi bagian paket kebijakan.

Karena sejatinya, perubahan besar berawal dari atap-atap kecil.

Sudah saatnya warga Jakarta mendukung gerakan ini bukan sekadar demi keindahan kota, tetapi demi masa depan lingkungan yang lebih sejuk dan bebas banjir.

Genteng bisa jadi sederhana, tetapi di baliknya tersimpan kekuatan besar: menjaga bumi mulai dari rumah sendiri.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments