Energi Juang News, Aceh- Aparat sudah ambil jalur damai alias persuasif gagal saat membujuk panitia agar bendera Bulan Bintang tidak dikibarkan, berujung insiden satu warga tewas dan 13 luka-luka.
Himbauan aparat yang mengajak mediasi dengan baik-baik, ada baiknya kita dengarkan, sebab peluru karet itu kalau kena kulit rasanya jauh lebih perih daripada ditolak gebetan di depan umum.
Penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu, 4 November 2026.
Saat itu aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.
Sayangnya, panitia penyelenggara tampaknya memiliki prinsip keteguhan hati yang setara dengan batu giok Aceh kualitas super.
Upaya mediasi tersebut tidak mencapai kesepakatan karena pihak panitia tetap bersikeras mempertahankan pengibaran bendera.
Karena jalan damai mentok,peringatan yang harusnya penuh kedamaian mendadak berubah menjadi hujan batu dan balok kayu mendadak turun dari langit ke arah personel TNI,bahkan sebagian warga dilaporkan membawa senjata tajam.
Namun karena dilempari batu secara terus-menerus, petugas akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas dar der dor dari amunisi hampa dan peluru karet pun menggema.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI berhasil menurunkan bendera tersebut,namun insiden ini menyebabkan 14 orang warga menjadi korban, dengan rincian 1 orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi aparat, 6 personel TNI dilaporkan mengalami luka-luka dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Pihak TNI pun langsung buru-buru menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa, dan tokoh masyarakat setempat agar tensi warga bisa turun serendah tensi darah orang yang kurang tidur.
Jika ada aparat yang mengajak mediasi dengan baik-baik, ada baiknya kita dengarkan, sebab jalan damai yang mentok jadi tindakan tegas terukur.
Redaksi Energi Juang News




