Energi Juang News, Jakarta – Kecelakaan Helikopter Super Puma saat pemadaman karhutla di perbatasan Kalimantang Tengah dan Kalimantan Selatan mendapat sorotan fl360aero. Media atau platform global di bidang penerbangan (aviation) tersebut menulis di platform X berjudul “Kecelakaan Helikopter Kedua dalam Empat Hari! Operasi pemadaman kebakaran dengan air berakhir tragis di Indonesia.”
Menurut Fl360aero, situasi yang sangat mengkhawatirkan tengah terjadi di Indonesia, di mana sebuah helikopter kembali jatuh saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran dari udara di Kalimantan—kejadian kedua dalam kurun waktu hanya empat hari.
Pada tanggal 8 November 2026, sebuah helikopter yang sedang melakukan operasi pemadaman kebakaran dengan menyiramkan air (water-bombing) jatuh ke Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Helikopter tersebut dilaporkan sedang mengambil air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang tengah berkobar.
Mengutip Antara, Fl360aero menulis laporan awal menyebutkan bahwa pesawat tersebut diduga merupakan jenis Airbus Helicopters H225 (EC225LP) Super Puma yang dioperasikan oleh BNPB.
Dalam tindakan yang menunjukkan keberanian luar biasa dan semangat gotong royong, warga setempat segera bergegas ke lokasi kejadian dan membantu menyelamatkan dua orang kru dari sungai. Kondisi lengkap seluruh orang yang berada di dalam helikopter belum dapat dipastikan secara resmi dalam laporan awal tersebut.
Namun, ini bukan tragedi pertama. Hanya empat hari sebelumnya, pada tanggal 4 November, sebuah helikopter Mil Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (dengan nomor registrasi HA-5235) jatuh ke perairan di dekat Sungai Perlu, Kalimantan Tengah, saat sedang mengambil air untuk misi pemadaman kebakaran di dekat Taman Nasional Tanjung Puting.
Kecelakaan tersebut merenggut nyawa tiga personel TNI Angkatan Darat, sementara lima orang lainnya selamat. Pihak TNI Angkatan Laut kemudian berhasil menemukan perekam data penerbangan (flight data recorder) helikopter tersebut pada tanggal 7 November, dan proses investigasi saat ini masih terus berlanjut.




