Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 22

Kredit Macet Pinjol Didominasi Usia Produktif

Kredit Macet Pinjol Didominasi Usia Produktif

Energi Juang News, Jakarta- Tunggakan pembayaran di industri pinjaman daring masih menjadi perhatian regulator. Kelompok usia muda tercatat menjadi penyumbang terbesar kredit bermasalah sepanjang Maret 2026.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 pinjaman online berada di angka 4,52 persen secara tahunan. Dari total kredit macet tersebut, kelompok usia 19-34 tahun mendominasi dengan porsi mencapai 48,65 persen.

Aktivitas Pinjaman Usia Muda Meningkat

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan tingginya kredit macet pada kelompok usia produktif berkaitan dengan meningkatnya penggunaan layanan pinjaman daring.

Menurut dia, tingginya aktivitas pembiayaan pada kelompok tersebut membuat risiko gagal bayar ikut meningkat. Karena itu, penyelenggara pinjaman online diminta memperkuat penilaian kemampuan bayar calon peminjam.

“Eksposur risiko menjadi lebih tinggi sehingga perlu penguatan penilaian kemampuan bayar,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis yang dikutip Ahad, 10 Mei 2026.

Ia menambahkan, kredit bermasalah saat ini masih didominasi sektor konsumtif. Kondisi itu dinilai lebih rentan karena sangat bergantung pada pendapatan dan arus kas pribadi peminjam.

Outstanding Pinjol Tembus Rp 101 Triliun

OJK mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring mencapai Rp 101,03 triliun pada Maret 2026. Nilai tersebut tumbuh 26,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, terdapat 16 penyelenggara pinjaman online yang memiliki rasio TWP90 di atas 5 persen.

Meski demikian, Agusman menegaskan perusahaan dengan rasio kredit macet tinggi tidak otomatis harus menghentikan penyaluran pinjaman. Namun, mereka diminta lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.

OJK Minta Penguatan Manajemen Risiko

OJK juga mendorong perusahaan pinjaman daring memperbaiki kualitas penyaluran kredit dan memperkuat manajemen risiko. Langkah yang didorong regulator meliputi peningkatan kualitas credit scoring, penilaian kelayakan peminjam, hingga efektivitas penagihan dengan tetap menjaga perlindungan konsumen.

Agusman menyebut OJK optimistis tingkat kredit macet pinjaman online masih dapat dikendalikan. Hal itu bergantung pada penerapan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian oleh penyelenggara pinjaman daring.

Redaksi Energi Juang News

Hasil Drawing Piala Asia 2027: Indonesia Segrup Jepang dan Qatar

Hasil Drawing Piala Asia 2027: Indonesia Segrup Jepang dan Qatar

Energi Juang News, Jakarta- Undian fase grup Piala Asia 2027 resmi digelar di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (10/5/2026) dini hari WIB. Timnas Indonesia mendapat lawan berat setelah masuk Grup F bersama sejumlah tim unggulan Asia.

Hasil undian menempatkan skuad Garuda satu grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand. Situasi ini membuat peluang Indonesia lolos ke fase berikutnya diprediksi tidak mudah.

Indonesia Hadapi Lawan Berat di Grup F

Indonesia menempati pot 4 dalam drawing Piala Asia 2027. Saat pengundian berlangsung, nama Indonesia langsung masuk ke Grup F.

Thailand yang berada di pot 3 juga tergabung di grup yang sama. Sementara Qatar dari pot 2 melengkapi persaingan di Grup F.

Qatar datang dengan status juara bertahan Piala Asia. Sedangkan Jepang menjadi unggulan utama dari pot 1 sekaligus salah satu tim terkuat di Asia.

Dengan komposisi tersebut, Grup F disebut sebagai salah satu grup paling berat di turnamen nanti.

Drawing Digelar di Riyadh

Proses drawing berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, yang juga menjadi tuan rumah Piala Asia 2027. Turnamen sepak bola terbesar di Asia itu dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Selain Indonesia, dua wakil Asia Tenggara lainnya juga sudah mengetahui lawannya. Thailand berada di Grup F bersama Indonesia, sedangkan Vietnam masuk Grup E.

Hasil Lengkap Drawing Piala Asia 2027

Grup A: Arab Saudi, Kuwait, Oman, Palestina
Grup B: Uzbekistan, Bahrain, Korea Utara, Yordania
Grup C: Iran, Suriah, Kyrgyzstan, China
Grup D: Australia, Tajikistan, Irak, Singapura
Grup E: Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Vietnam, Lebanon/Yaman
Grup F: Jepang, Qatar, Thailand, Indonesia

Redaksi Energi Juang News

Shell V-Power Diesel Mulai Tersedia Lagi

Shell V-Power Diesel Mulai Tersedia Lagi

Energi Juang News, Jakarta- Setelah sempat sulit ditemukan di sejumlah daerah, PT Shell Indonesia mulai kembali mendistribusikan bahan bakar diesel ke beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Distribusi dilakukan bertahap mulai Minggu, 10 Mei 2026.

Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Shell Indonesia. Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang telah menunggu ketersediaan produk tersebut.

Distribusi BBM Diesel Dilakukan Bertahap

Shell menyebut Shell V-Power Diesel kini mulai tersedia kembali di sejumlah SPBU di Indonesia. Produk ini merupakan BBM diesel dengan cetane number (CN) 51 yang diperuntukkan bagi kendaraan diesel modern.

“Terima kasih sudah setia menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell,” tulis Shell dalam unggahan resminya.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (10/5/2026), harga Shell V-Power Diesel di wilayah Jabodetabek berada di angka Rp 30.890 per liter.

Perusahaan juga mengimbau konsumen untuk memeriksa ketersediaan produk melalui situs resmi maupun aplikasi Shell Asia sebelum datang ke SPBU.

Sejumlah Wilayah Mulai Memiliki Stok

Mengacu pada informasi di laman resmi Shell Indonesia, beberapa wilayah mulai kembali memiliki stok Shell V-Power Diesel. Daerah tersebut antara lain Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara.

Di sisi lain, Shell memastikan layanan lain di jaringan SPBU tetap beroperasi normal. Fasilitas seperti Shell Select, deli2go, bengkel SPBU Shell, hingga Shell Recharge masih tersedia untuk pelanggan.

Namun, pasokan seluruh produk BBM Shell belum sepenuhnya pulih. Pada laman informasi ketersediaan BBM, beberapa produk seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih tercatat belum tersedia di sejumlah SPBU.

Shell Sempat Alami Kelangkaan BBM

Sebelumnya, sejumlah SPBU Shell di berbagai daerah mengalami keterbatasan stok BBM. Kondisi itu membuat beberapa produk sulit ditemukan dalam beberapa waktu terakhir.

Saat itu, Shell menjelaskan pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait proses rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai aturan yang berlaku.

Redaksi Energi Juang News

Polda Metro Siagakan 480 Personel di HUT GRIB Jaya

Polda Metro Siagakan 480 Personel di HUT GRIB Jaya

Energi Juang News, Jakarta – Kepolisian menyiapkan ratusan personel untuk mengawal kegiatan peringatan ulang tahun organisasi masyarakat (HUT GRIB Jaya) yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman serta memastikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tidak terganggu.

Aparat juga menyiapkan pengaturan lalu lintas secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan selama acara berlangsung.

Pengamanan Disebar di Sejumlah Titik

Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 480 personel dalam pengamanan HUT ke-15 GRIB Jaya yang berlangsung di Istora GBK. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis di area kegiatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Menurut dia, petugas disiagakan agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan kondusif.

“Personel kami siagakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Polisi Utamakan Pendekatan Humanis

Budi menegaskan seluruh personel di lapangan diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis selama bertugas. Polisi, kata dia, hadir untuk menjaga keamanan tanpa menghambat aktivitas publik lainnya di kawasan GBK.

Ia menyebut pengamanan dilakukan secara profesional dan terukur agar situasi tetap terkendali sepanjang kegiatan berlangsung.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Selain pengamanan di lokasi acara, kepolisian juga menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan Senayan. Penerapan pengaturan kendaraan akan melihat kondisi di lapangan.

Polda Metro Jaya mengimbau peserta kegiatan tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas. Masyarakat yang melintas di sekitar GBK juga diminta memperhatikan informasi lalu lintas selama acara berlangsung.

“Apabila membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan 110,” kata Budi.

Redaksi Energi Juang News

Serangan Bom di Pakistan Tewaskan 12 Polisi

Serangan Bom di Pakistan Tewaskan 12 Polisi

Energi Juang News, Jakarta – Islamabad kembali diguncang aksi kekerasan bersenjata di wilayah perbatasannya. Serangan bom yang terjadi di distrik Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, menewaskan sedikitnya 12 anggota polisi dan melukai lima orang lainnya pada Sabtu malam waktu setempat.

Peristiwa itu bermula ketika sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menghantam pos pemeriksaan polisi di kawasan Fateh Khel. Setelah ledakan terjadi, sejumlah militan langsung menyerbu lokasi dan melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan.

Bom Mobil Hantam Pos Polisi

Pejabat kepolisian Bannu, Muhammad Sajjad Khan, mengatakan serangan dilakukan secara terkoordinasi. Pelaku bom bunuh diri lebih dulu menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak ke pos pemeriksaan.

“Setelah ledakan, beberapa militan masuk ke area pos dan menyerang petugas,” ujar Khan, dikutip dari AFP, Minggu (10/5/2026).

Ia menyebut 12 polisi tewas dalam insiden tersebut. Satu petugas lainnya dilaporkan masih hilang.

Militan Gunakan Drone dan Senjata Berat

Selain melepaskan tembakan, kelompok penyerang juga memakai quadcopter atau drone kecil selama operasi berlangsung. Aparat menyebut para militan membawa persenjataan berat untuk melancarkan serangan.

“Selama penyerangan, mereka menggunakan quadcopter bersama senjata berat,” kata seorang pejabat administrasi senior di Bannu.

Wilayah Bannu memang kerap menjadi sasaran aksi kelompok bersenjata dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas militan meningkat di kawasan perbatasan Pakistan dan Afghanistan.

Ketegangan Pakistan-Afghanistan Memanas

Gelombang serangan di Khyber Pakhtunkhwa turut memperburuk hubungan Islamabad dan Kabul. Pemerintah Pakistan menuduh wilayah Afghanistan menjadi tempat berlindung kelompok militan.

Namun, pemerintahan Taliban di Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan kedua negara bahkan berkembang menjadi bentrokan bersenjata. Pakistan juga dilaporkan melakukan serangan udara ke sejumlah wilayah di Afghanistan.

Redaksi Energi Juang News

Bos Judi Online Hayam Wuruk Diburu Polisi

Bos Judi Online Hayam Wuruk Diburu Polisi

Energi Juang News, Jakarta- Penggerebekan besar dilakukan aparat kepolisian di sebuah gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi itu, polisi mengamankan ratusan warga negara asing yang diduga terlibat aktivitas perjudian daring dan penipuan lintas negara.

Bareskrim Polri memastikan penyelidikan tidak berhenti pada para operator lapangan. Polisi kini memburu pihak yang diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut.

Polisi Kejar Pengendali Jaringan

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan pihaknya berkomitmen mengusut kasus itu hingga ke level atas.

“Kita tetap berkomitmen untuk melakukan pengusutan sampai dengan ke atasnya,” kata Wira, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, para warga negara asing yang ditangkap sejauh ini hanya berperan sebagai koordinator operasional. Polisi menduga masih ada pihak lain yang mengendalikan aktivitas perjudian online tersebut.

“Yang sekarang ini hanya ada taraf sebagai koordinator dari masing-masing jenis pekerjaan,” ujarnya.

Sebanyak 321 orang diamankan saat penggerebekan berlangsung. Polisi menyebut para pelaku tertangkap tangan ketika sedang menjalankan operasional situs judi online.

Mayoritas yang ditangkap berasal dari Vietnam dengan jumlah 228 orang. Selain itu, terdapat 57 warga negara China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja.

Gunakan Visa Wisata untuk Operasi

Wira mengungkapkan seluruh warga negara asing tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata. Tidak satu pun memiliki izin kerja resmi.

“Mereka menggunakan izin wisata semua, nggak ada yang kerja,” katanya.

Polisi menduga markas judi online itu sudah beroperasi sekitar dua bulan. Para pelaku menyewa lantai gedung untuk dijadikan pusat operasional digital lintas negara.

Wira menyebut sebagian besar pelaku tinggal di sekitar kawasan gedung tersebut. Sementara area di dalam gedung digunakan khusus untuk aktivitas perjudian online.

“Di atas itu pure hanya digunakan untuk operasional daripada kegiatan perjudian online,” ucapnya.

Polri Usul Bentuk Satgas Khusus

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko mengatakan para pelaku juga diduga melanggar aturan keimigrasian karena overstay.

Menurut dia, visa wisata hanya berlaku selama 30 hari. Sementara para pelaku diduga telah berada di Indonesia sekitar dua bulan.

“Artinya, jika dia sudah 2 bulan di sini, yang bersangkutan sudah overstay. Mereka sudah melakukan tindak pidana keimigrasian,” kata Untung.

Polri kini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Polisi juga mengusulkan pembentukan satgas khusus untuk menangani negara-negara yang masuk daftar subject of interest (SOI).

“Jika dibiarkan, jika hanya Polri saja yang melakukan aksi, tentunya tidak akan efektif. Kita perlu duduk bersama melakukan konsolidasi untuk pembentukan task force,” ujar Untung.

Redaksi Energi Juang News

Perkembangan Alat Pengatur Tempo dalam Musik

Metronome
Metronome

Energi Juang News,Jakarta- Musik bukan sekadar soal melodi atau harmoni—tempo adalah jantungnya. Tanpa tempo yang konsisten, sebuah lagu bisa terasa kacau, kehilangan arah, bahkan kehilangan emosi. Namun, di balik kemudahan musisi modern menjaga tempo, terdapat perjalanan panjang dan cukup dramatis dari sebuah alat kecil yang kini kita kenal sebagai metronom.

Konsep dasar pengatur tempo sebenarnya sudah muncul sejak akhir abad ke-16, ketika Galileo Galilei menemukan prinsip pendulum pada tahun 1581. Ia menyadari bahwa ayunan bandul memiliki ritme yang stabil—sebuah temuan yang kelak menjadi fondasi penting dalam dunia musik.

Inspirasi ini kemudian diterjemahkan ke dalam alat nyata oleh Etienne Loulié pada tahun 1696 melalui perangkat bernama chronomètre. Alat ini menggunakan prinsip pendulum untuk mengukur tempo. Sayangnya, meskipun cukup inovatif untuk zamannya, alat ini tidak menghasilkan suara. Akibatnya, musisi harus terus melihat alat tersebut saat bermain—jelas tidak praktis.

Pada akhir abad ke-18, berbagai eksperimen mulai bermunculan. Tahun 1798 menjadi momen penting ketika Anthony George Eckhardt menciptakan alat berbasis roda dan barel, sementara William Pridgins mengembangkan versi berbasis mekanisme jam.

Kelebihan utama dari alat-alat ini adalah adanya bunyi bel yang membantu musisi mengikuti tempo tanpa harus melihat alat. Namun, masalah baru muncul: skala tempo yang dihasilkan belum akurat atau sesuai kebutuhan musikal. Jadi meskipun lebih praktis, alat ini belum bisa diandalkan sepenuhnya.

Sebelum metronom modern lahir, seorang dokter asal Prancis bernama Jacques Alexander Cesar Charles menciptakan chronometre musical pada tahun 1786. Alat ini kemudian disempurnakan dan bahkan digunakan oleh Johann Friedrich Reichardt pada tahun 1802.

Namun, puncak evolusi alat pengatur tempo terjadi pada tahun 1815 ketika Johann Nepomuk Maelzel mematenkan metronom yang kita kenal sekarang. Nama “metronom” sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno: métron (mengukur) dan némo (mengelola atau memimpin).

Metronom Maelzel berbentuk kotak, awalnya terbuat dari logam dengan tinggi sekitar 31 cm. Sejak 1821, ia mulai memproduksi versi kayu mahoni yang lebih elegan dan populer.

Kesuksesan metronom tidak lepas dari kolaborasi Maelzel dengan Ludwig van Beethoven. Beethoven menjadi salah satu komposer pertama yang mencantumkan tanda tempo metronom dalam partiturnya. Dari sinilah metronom mulai diadopsi secara luas dalam dunia musik klasik.

Metronom mekanik ini bekerja dengan bandul yang memiliki bobot geser. Skala angka 40–240 menunjukkan jumlah ketukan per menit. Misalnya, tanda M.M 100 berarti ada 100 ketukan not seperempat dalam satu menit. Setiap ayunan menghasilkan bunyi “tak” yang menjadi panduan ritmis bagi musisi.

Meskipun Maelzel memegang paten, sejarah mencatat bahwa sebagian besar mekanisme metronom sebenarnya dirancang oleh Dietrich Nikolaus Winkel di Amsterdam. Maelzel sempat mencoba membeli teknologi tersebut, tetapi ditolak.

Alih-alih mundur, Maelzel justru mengambil desain tersebut, menambahkan skala tempo, lalu mematenkannya. Winkel mencoba melawan melalui Dutch Academy of Sciences, namun kalah dalam pertarungan hukum dan pemasaran.

Kisah ini menjadi contoh klasik bagaimana inovasi tidak selalu berjalan lurus—kadang diwarnai konflik, ambisi, dan strategi bisnis.

Memasuki abad ke-20, metronom mengalami transformasi besar dengan hadirnya versi digital. Tidak lagi bergantung pada bandul mekanik, metronom digital menawarkan presisi lebih tinggi dan fleksibilitas yang luar biasa.

Bunyi “tak” kini berkembang menjadi berbagai pilihan suara seperti “beep”, klik elektronik, bahkan suara drum. Pengguna juga bisa mengatur tempo secara presisi melalui layar digital.

Lebih jauh lagi, perkembangan teknologi smartphone membuat metronom semakin mudah diakses. Aplikasi metronom kini tersedia di berbagai platform seperti App Store dan Google Play Store. Musisi tidak perlu lagi membawa alat fisik—cukup satu aplikasi di ponsel.

Di tengah kemajuan teknologi musik, dari DAW hingga AI composition, tempo tetap menjadi elemen fundamental. Metronom—baik mekanik maupun digital—membantu musisi menjaga konsistensi, melatih presisi, dan memahami struktur ritme.

Bahkan dalam genre modern seperti EDM, hip-hop, hingga jazz eksperimental, kontrol tempo menjadi kunci untuk menciptakan groove yang tepat. Tanpa alat pengatur tempo, latihan musik bisa menjadi tidak terarah.

Perjalanan alat pengatur tempo adalah refleksi dari evolusi musik itu sendiri—dari eksperimen ilmiah hingga kebutuhan artistik. Dari pendulum Galileo hingga aplikasi di smartphone, metronom telah berkembang menjadi simbol presisi dalam musik.

Redaksi Energi Juang News

Iranto: Pembubaran Nobar “Pesta Babi” di Unram Cerminkan Represifitas Aparatus Ideologi Negara

Jakarta, Energi Juang News- Aktivis Sosial asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Iranto, menegaskan pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di kampus Universitas Mataram (Unram) merupakan manifestasi represifitas aparatus ideologi negara terhadap kekritisan mahasiswa dan rakyat.

Menurut Iranto, tindakan pembubaran kegiatan diskusi dan pemutaran film di lingkungan kampus menunjukkan semakin menyempitnya ruang demokrasi, khususnya terhadap aktivitas intelektual mahasiswa yang seharusnya dilindungi sebagai bagian dari kebebasan akademik.

“Pembubaran nobar film Pesta Babi di kampus Unram menunjukkan adanya kecenderungan aparatus ideologi negara bekerja secara represif untuk membungkam daya kritis mahasiswa. Kampus semestinya menjadi ruang dialektika gagasan, bukan justru menjadi tempat pembatasan ekspresi intelektual,” ujar Iranto dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Iranto menjelaskan, dalam perspektif teori kritis, negara tidak hanya bekerja melalui aparatus represif seperti aparat keamanan, tetapi juga melalui aparatus ideologi yang memengaruhi institusi pendidikan, media, hingga birokrasi kampus. Karena itu, pembubaran kegiatan diskusi atau pemutaran film kritis tidak bisa dipandang sebagai tindakan administratif biasa, melainkan bagian dari praktik kontrol terhadap kesadaran publik.

Ia menilai, tindakan pembubaran tersebut berpotensi mencederai prinsip kebebasan akademik sebagaimana dijamin dalam sistem demokrasi dan pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk mengakses pengetahuan, mendiskusikan realitas sosial, serta menyampaikan pandangan secara damai tanpa intimidasi.

“Ketika forum diskusi dibubarkan hanya karena dianggap menghadirkan narasi yang kritis, maka yang sedang dipertontonkan adalah ketakutan terhadap kebebasan berpikir. Ini berbahaya bagi perkembangan demokrasi dan tradisi intelektual di Indonesia,” tegasnya.

Iranto juga mengingatkan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral menjaga independensi akademik dari intervensi kekuasaan. Ia khawatir jika praktik pembatasan seperti ini terus dibiarkan, maka budaya kritis mahasiswa akan mengalami kemunduran.

Selain itu, ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, serta organisasi mahasiswa bersolidaritas menjaga ruang demokrasi di lingkungan pendidikan tinggi.

“Demokrasi tidak akan sehat apabila kampus kehilangan keberanian untuk menjadi ruang kritik sosial. Kebebasan akademik harus dijaga sebagai bagian penting dari kehidupan demokratis dan penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara,” pungkas Iranto.

Redaksi Energi Juang News

Pembubaran Nobar “Pesta Babi” dan Represi terhadap Ruang Kritis Publik

Pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Kota Ternate, Maluku Utara, serta pembubaran nobar serupa di kampus Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan gejala serius menyempitnya ruang demokrasi di Indonesia. Peristiwa tersebut bukan sekadar penghentian acara pemutaran film, melainkan cerminan bekerjanya aparatus represif negara dalam membungkam daya kritis masyarakat terhadap kebijakan kekuasaan.

Film Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi Watchdoc, Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, dan Ekspedisi Indonesia Baru. Film itu mengangkat isu deforestasi, proyek strategis nasional (PSN) di Papua, serta dugaan keterlibatan militer dalam agenda pembangunan negara.

Alih-alih dijawab melalui dialog terbuka dan debat akademik, film tersebut justru dihadapi dengan pelarangan dan pembubaran kegiatan diskusi publik. Situasi ini memperlihatkan bagaimana kritik terhadap negara masih diposisikan sebagai ancaman, bukan sebagai bagian sehat dari demokrasi.

Dalam perspektif teori negara represif Louis Althusser, negara bekerja melalui dua instrumen utama, yakni Ideological State Apparatuses (ISA) dan Repressive State Apparatuses (RSA). ISA bekerja melalui pendidikan, media, agama, dan budaya untuk membentuk kepatuhan masyarakat secara ideologis. Sementara RSA bekerja melalui instrumen koersif seperti aparat keamanan, hukum, dan tekanan administratif.

Pembubaran nobar Pesta Babi menunjukkan bekerjanya kedua instrumen tersebut sekaligus: kampus sebagai institusi ideologis justru membatasi diskursus kritis, sementara tekanan keamanan dan intimidasi menjadi alat represi langsung terhadap kebebasan berekspresi.

Padahal, kampus dalam tradisi demokrasi modern merupakan ruang produksi pengetahuan kritis. Pemikiran Jurgen Habermas tentang public sphere atau ruang publik menegaskan bahwa demokrasi hanya dapat hidup jika warga memiliki ruang bebas untuk berdiskusi secara rasional mengenai kebijakan negara.

Ketika pemutaran film dokumenter dibubarkan hanya karena memuat kritik terhadap proyek negara dan militerisasi pembangunan, maka negara sesungguhnya sedang menghancurkan ruang publik deliberatif yang menjadi fondasi demokrasi itu sendiri.

Lebih jauh, tindakan pembubaran tersebut memperlihatkan masih kuatnya watak security approach dalam mengelola kritik sosial di Indonesia. Kritik dipandang sebagai ancaman stabilitas, bukan sebagai mekanisme koreksi terhadap kekuasaan.

Dalam teori Michel Foucault, kekuasaan modern bekerja tidak hanya melalui kekerasan fisik, tetapi juga melalui pengawasan, intimidasi, dan pengendalian wacana. Pelarangan diskusi dan pembubaran nobar merupakan bentuk kontrol terhadap produksi pengetahuan publik agar narasi negara tetap dominan dan tak terganggu oleh perspektif alternatif.

Fenomena ini sangat berbahaya bagi masa depan demokrasi Indonesia. Sebab demokrasi bukan hanya soal pemilu lima tahunan, melainkan juga jaminan atas kebebasan sipil, termasuk kebebasan berekspresi, kebebasan akademik, dan hak masyarakat memperoleh informasi.

Konstitusi Indonesia melalui Pasal 28E UUD 1945 secara tegas menjamin kebebasan menyatakan pendapat dan memperoleh informasi. Selain itu, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga melindungi hak warga negara untuk menyampaikan pikiran secara lisan maupun tulisan.

Ironisnya, praktik pembungkaman semacam ini justru sering terjadi ketika kritik menyentuh isu sumber daya alam, proyek strategis nasional, atau keterlibatan aparat keamanan dalam proyek pembangunan. Situasi tersebut menandakan adanya kecenderungan negara untuk menjaga kepentingan ekonomi-politik elite melalui pendekatan koersif.

Dalam konteks Papua, kritik terhadap proyek pembangunan sering diposisikan sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional, sehingga ruang dialog menjadi tertutup.

Padahal, film dokumenter merupakan medium ekspresi artistik dan jurnalistik yang sah dalam negara demokrasi. Jika terdapat keberatan terhadap isi film, mekanisme demokratis yang tepat adalah membuka ruang debat, menyampaikan bantahan, atau melakukan diskusi tandingan, bukan membubarkan kegiatan secara sepihak.

Pembungkaman hanya akan memperkuat kesan bahwa negara takut terhadap kritik dan tidak siap menghadapi transparansi publik.

Karena itu, pembubaran nobar Pesta Babi harus dibaca sebagai alarm kemunduran demokrasi. Negara semestinya hadir melindungi kebebasan sipil warga, bukan justru menjadi aktor yang membatasi ruang berpikir kritis masyarakat.

Kampus pun harus kembali pada fungsi dasarnya sebagai arena kebebasan akademik, bukan menjadi kepanjangan tangan kekuasaan yang mengontrol diskursus publik.

Demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian mendengar kritik, termasuk kritik paling tajam terhadap negara dan aparatnya. Ketika film dokumenter dibubarkan hanya karena menghadirkan perspektif berbeda, maka sesungguhnya yang sedang dibungkam bukan sekadar sebuah tontonan, melainkan hak rakyat untuk berpikir, berdiskusi, dan mempertanyakan kekuasaan.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Redaksi Energi Juang News

Sereem!! Ketika Mbah Wo Lupa Menyumpal Telinga Reog

Reog
Reog

Energi Juang News,Ponorogo-Barongan merupakan kepala kepala asli harimau yang dipasang sebagai kepala reog Dulunya barongan terbuat dari kulit harimau atau macan asli.

Namun saat ini barongan terbuat dari kulit sapi karena harimau dan macan termasuk satwa dilindungi. Tapi saat masih ada barongan tua yang tersimpan dengan rapi, milik Mbah Wo sesepuh warga Ponorogo Jawa Timur misalnya.

Mbah Wo mengoleksi barongan tua, di antaranya dari tahun 1940, 1946 dan 1948. Setiap barongan punya nama masing-masing yakni Mendung kuworo (1940), Tomblok (1946) dan Kliwon (1948).

Ketiga koleksinya tersebut tersimpan rapi di rumahnya Mbah Wo rutin membersihkan satu per satu barongan tua miliknya. Cara merawatnya tak hanya dibersihkan saja, namun juga dibawahnya dibakar kemenyan yang dipercaya membuat sosok astral yang mendiami kepala reog itu tak mengganggu.

Selain sebagai kolektor barongan tua, Mbah Wo juga seorang yang terkenal mempunyai ilmu kesaktian.

Mbah Wo  lalu berkisah awalnya ia menyimpan Barongan tua tersebut sebagai koleksi saja. Tapi setelah beberapa tahun barulah muncul hal hal aneh didalam rumahnya. Pernah terdengar suara binatang buas mengaum dan menggelgar didalam rumah, padahal itu dalam mimpi Mbah Wo saat tidur. Tapi warga sekeliling rumah mendengar suara itu dari dalam rumah Mbah Wo sendiri.

Saat Mbah Wo hendak pergi keluar kota untuk mengikuti undangan pertunjukan reog, sudah jadi kebiasaan dia menyediakan wewangian dibawah reog, dan tak terjadi apa apa. Tapi sehari setelahnya saat pualng, ia mendapati dua kepala reog koleksinya tampak seperti ada yang mencakar cakar mukanya, Seisi rumah tampak berantakan, dan posisinya sudah berubah.

Menurut cerita tetangganya, malam sebelumnya ada suara berisik dan auman harimau didalam rumah Mbah Wo. Berbarengan dengan suara ledakan bola api diatas atap rumahnya.

Setelah mendengar pengakuan tetangganya tersebut, Mbah Wo lebih sering didalam ruah dan jarang keluar. Ia melakukan ritual aneh, dimana setiap pojok rumahnya memasang darah ayam diatas piring kecil dan sepucung bunga sedap malam.

Menurut pengakuan Mbah Wo , saat ada tamu dari Jakarta dan ia cerita nerawat barongan tua enggak mudah.

Kalau Mbah Wo lupa sesajen “Saya ninpi seperti barongan hadir dalam mimpi. Saya ngelindur hingga keesokan hari terlihat ceceran darah segar dimana mana,” terangnya.

Bahkan, kata dia, dalam satu satu video nampak mata barongan berkedip. Padahal saat pengambilan gambar, mata barongan enggak berkedip.terang Mbah Wo .

Saat Grebeg Suro, Mbah Wo  ikut serta memamerkan 15 barongan tua miliknya dan orang lain yang saat ini ia rawat di rumahnya. Dan sudah barang tentu ia melakukan ritual yang biasa dilakukan dan tak lupa lagi memasang bunga sedap malam dikuping reog itu.Sehingga makluk yang berdiam dikepala reog itu tak terganggu hingar bingar dunia manusia.

Redaksi Energi Juang News