Energi Juang News,Ponorogo-Barongan merupakan kepala kepala asli harimau yang dipasang sebagai kepala reog Dulunya barongan terbuat dari kulit harimau atau macan asli.
Namun saat ini barongan terbuat dari kulit sapi karena harimau dan macan termasuk satwa dilindungi. Tapi saat masih ada barongan tua yang tersimpan dengan rapi, milik Mbah Wo sesepuh warga Ponorogo Jawa Timur misalnya.
Mbah Wo mengoleksi barongan tua, di antaranya dari tahun 1940, 1946 dan 1948. Setiap barongan punya nama masing-masing yakni Mendung kuworo (1940), Tomblok (1946) dan Kliwon (1948).
Ketiga koleksinya tersebut tersimpan rapi di rumahnya Mbah Wo rutin membersihkan satu per satu barongan tua miliknya. Cara merawatnya tak hanya dibersihkan saja, namun juga dibawahnya dibakar kemenyan yang dipercaya membuat sosok astral yang mendiami kepala reog itu tak mengganggu.
Selain sebagai kolektor barongan tua, Mbah Wo juga seorang yang terkenal mempunyai ilmu kesaktian.
Mbah Wo lalu berkisah awalnya ia menyimpan Barongan tua tersebut sebagai koleksi saja. Tapi setelah beberapa tahun barulah muncul hal hal aneh didalam rumahnya. Pernah terdengar suara binatang buas mengaum dan menggelgar didalam rumah, padahal itu dalam mimpi Mbah Wo saat tidur. Tapi warga sekeliling rumah mendengar suara itu dari dalam rumah Mbah Wo sendiri.
Saat Mbah Wo hendak pergi keluar kota untuk mengikuti undangan pertunjukan reog, sudah jadi kebiasaan dia menyediakan wewangian dibawah reog, dan tak terjadi apa apa. Tapi sehari setelahnya saat pualng, ia mendapati dua kepala reog koleksinya tampak seperti ada yang mencakar cakar mukanya, Seisi rumah tampak berantakan, dan posisinya sudah berubah.
Menurut cerita tetangganya, malam sebelumnya ada suara berisik dan auman harimau didalam rumah Mbah Wo. Berbarengan dengan suara ledakan bola api diatas atap rumahnya.
Setelah mendengar pengakuan tetangganya tersebut, Mbah Wo lebih sering didalam ruah dan jarang keluar. Ia melakukan ritual aneh, dimana setiap pojok rumahnya memasang darah ayam diatas piring kecil dan sepucung bunga sedap malam.
Menurut pengakuan Mbah Wo , saat ada tamu dari Jakarta dan ia cerita nerawat barongan tua enggak mudah.
Kalau Mbah Wo lupa sesajen “Saya ninpi seperti barongan hadir dalam mimpi. Saya ngelindur hingga keesokan hari terlihat ceceran darah segar dimana mana,” terangnya.
Bahkan, kata dia, dalam satu satu video nampak mata barongan berkedip. Padahal saat pengambilan gambar, mata barongan enggak berkedip.terang Mbah Wo .
Saat Grebeg Suro, Mbah Wo ikut serta memamerkan 15 barongan tua miliknya dan orang lain yang saat ini ia rawat di rumahnya. Dan sudah barang tentu ia melakukan ritual yang biasa dilakukan dan tak lupa lagi memasang bunga sedap malam dikuping reog itu.Sehingga makluk yang berdiam dikepala reog itu tak terganggu hingar bingar dunia manusia.
Redaksi Energi Juang News



