Jumat, Mei 8, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Tumbal Kedung Pengilon

Misteri Tumbal Kedung Pengilon

Energi Juang News,Kendal- Pagi itu suasana Desa Jatirejo terlihat tenang. Embusan angin melewati pepohonan sekitar bendungan tua peninggalan Belanda. Airnya jernih berkilau terkena cahaya matahari. Namun warga sekitar memilih menjauh menjelang sore. “Kalau sudah magrib jangan dekat air,” bisik seorang nenek kepada cucunya sambil menatap bendungan dengan wajah tegang dan ketakutan.

Kedung Pengilon dulu ramai dikunjungi wisatawan. Banyak pelajar datang menikmati suara gemercik air dan pemandangan hijau di sekitarnya. Namun kini tempat itu terlihat sepi dan terbengkalai. “Sejak pandemi tempat ini makin angker,” ujar Sariyem, pemilik warung dekat jalan masuk bendungan sambil menuangkan kopi panas kepada pengunjung yang datang sore itu.

Sariyem mengaku sering mendengar cerita pengunjung hilang secara misterius. Kebanyakan korban ditemukan meninggal di bawah jembatan bendungan. “Kalau penunggu sedang lapar biasanya ada korban hanyut,” katanya lirih. Beberapa warga langsung diam mendengar ucapan itu. Angin sore mendadak terasa dingin meski cuaca sedang cerah dan matahari belum sepenuhnya tenggelam.

Suatu malam, tiga remaja nekat datang ke Kedung Pengilon untuk membuat konten horor. Mereka menertawakan cerita warga sambil menyalakan kamera ponsel. “Ah, paling cuma cerita orang tua,” kata Bagus sambil melempar batu ke air bendungan. Tiba-tiba suara perempuan tertawa terdengar dari arah jembatan tua dan membuat mereka saling berpandangan ketakutan malam itu.

Mereka mencoba mencari sumber suara menggunakan senter. Cahaya lampu menyorot permukaan air yang tiba-tiba beriak sendiri tanpa angin. Dari tengah bendungan muncul bayangan perempuan berambut panjang mengenakan kebaya putih lusuh. “Pulang… sebelum terlambat…” bisik suara itu lirih. Salah satu remaja langsung menjatuhkan ponselnya karena tubuhnya mendadak gemetar hebat dan sulit bergerak.

Baca juga :  Kisah Teror Hantu Pocong dan Kuntilanak di SMA Wijaya

Bagus mencoba bersikap berani meski wajahnya pucat. “Siapa kamu?” teriaknya keras. Sosok perempuan itu perlahan menoleh sambil tersenyum menyeramkan. Matanya hitam kosong seperti lubang gelap. Tiba-tiba air bendungan bergelombang keras. “Dia Ratu Pandansari…” bisik seorang warga tua yang diam-diam mengikuti mereka dari kejauhan dengan wajah penuh ketakutan malam itu.

Warga tua bernama Mbah Darmo itu segera menarik ketiga remaja menjauh dari bibir bendungan. “Jangan sembarangan bicara di sini!” bentaknya marah. Ia menjelaskan bahwa Kedung Pengilon memiliki penunggu gaib sejak zaman dahulu. Konon Ratu Pandansari menjaga tempat itu agar tetap memberi kemakmuran bagi sawah warga Desa Jatirejo hingga sekarang dan tetap dihormati.

Namun beberapa pengunjung sering datang sambil berkata kasar dan merusak sekitar bendungan. Mbah Darmo percaya itulah penyebab penunggu tempat tersebut murka. “Air ini bisa memberi kehidupan, tapi juga mengambil nyawa,” katanya pelan. Ketika mereka berbicara, terdengar suara tangisan perempuan dari bawah jembatan. Suaranya lirih namun membuat bulu kuduk berdiri dan tubuh menggigil ketakutan.

Ketiga remaja itu segera berlari meninggalkan lokasi. Namun Bagus mendadak berhenti di tengah jalan sambil menatap kosong ke arah bendungan. “Ada yang memanggilku…” katanya pelan. Tubuhnya perlahan berjalan kembali menuju air seperti dikendalikan sesuatu. Mbah Darmo langsung menarik bajunya sambil membaca doa keras-keras dengan suara bergetar penuh rasa takut malam itu juga.

Sejak kejadian malam itu, warga Desa Jatirejo semakin percaya Kedung Pengilon bukan tempat biasa. Hingga sekarang, masyarakat masih melarang pengunjung datang saat malam hari. “Semua tempat ada penunggunya, jangan sombong,” pesan Sariyem kepada wisatawan. Konon saat malam sunyi, suara perempuan menangis masih terdengar dari bawah jembatan bendungan tua tersebut hingga sekarang.

Baca juga :  Misteri Gedung Bersejarah di Kampus Bandung dan Melodi Kematian

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments