Jumat, Mei 22, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Gedung Bersejarah di Kampus Bandung dan Melodi Kematian

Misteri Gedung Bersejarah di Kampus Bandung dan Melodi Kematian

Energi Juang News, Bandung–Bangunan tua selalu menyimpan cerita yang terkadang tak dapat dijelaskan oleh akal sehat. Begitu pula dengan sebuah gedung peninggalan masa kolonial yang berdiri megah di kawasan pendidikan Bandung. Mahasiswa baru sering kali terkejut ketika mendengar rumor-rumor aneh dari warga sekitar yang sudah lama tinggal di kaki bukit tersebut. “Nak, kalau malam jangan keluyuran ke bangunan tua itu,” ujar salah satu warga saat ditanya oleh seorang mahasiswa yang baru datang. Tidak ada yang tahu jelas alasannya, namun tatapan mata warga seperti menyiratkan rasa takut yang sulit diuraikan.

Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI, yang berdiri sejak 1954 di Bandung, memang memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur khas Belanda. Salah satu yang paling terkenal adalah Villa Isola, sebuah gedung megah yang dulu dibangun oleh seorang tokoh keturunan Jawa-Belanda bernama Dominique Willem Berretty. Banyak yang mengatakan bahwa sejak gedung itu berdiri, kejanggalan-kejanggalan sering terjadi, terutama setelah peristiwa tragis yang menimpa pemiliknya. Beberapa warga bahkan menceritakan bahwa sejak kematiannya, udara dingin di sekitar bangunan itu menjadi semakin menusuk. “Kami sering dengar suara aneh dari lantai atas,” bisik seorang pedagang kecil di depan kampus saat ditanya.

Konon, sebelum tragedi pesawat yang merenggut nyawa Berretty, pria kaya itu sering menghabiskan malam di ruang musik pribadinya. Warga yang pernah bekerja di sekitar bangunan itu menuturkan bahwa sang pemilik rumah terkenal senang memainkan melodi-melodi gelap di piano tuanya. Setelah ia meninggal, beberapa saksi mengatakan pernah melihat sosok berjas putih berjalan di balkon, dengan wajah pucat keabu-abuan dan mata cekung yang menatap kosong ke halaman bawah. “Kadang dia lewat begitu saja, tanpa suara, tapi hawa dinginnya terasa sampai tulang,” ujar seorang penjaga lama yang menolak menyebutkan namanya.

Baca juga :  Kalong Wewe: Siluman Kelelawar Penculik Anak Yang Menakutkan

Salah satu mahasiswa bernama Bella awalnya tidak percaya dengan cerita tersebut. Ia datang dari Jakarta dengan pikiran rasional dan menganggap semua rumor itu hanya sekadar bumbu bagi mahasiswa baru. Namun, rasa penasaran membuatnya ingin mengetahui lebih banyak tentang Dominique Willem Berretty, pemilik asal gedung itu. Ia sering berbincang dengan warga sekitar, dan salah seorang bapak tua berkata, “Kalau kau dengar melodi yang asing di malam hari, jangan berhenti atau menoleh. Itu bukan untuk manusia.” Ucapan itu membuat bulunya merinding, meski ia berusaha menertawakannya.

Pada suatu malam, saat langit Bandung mulai berkabut, Bella dan sahabatnya, Virza, memutuskan untuk mengunjungi gedung tersebut selepas magrib. Mereka ingin meneliti lebih jauh mengenai kisah-kisah yang selama ini hanya terdengar lewat bisikan. Warga yang melihat mereka sempat memperingatkan. “Nak, jangan lama-lama di sana. Malam ini anginnya beda,” kata seorang ibu yang membawa belanjaan sambil menatap mereka dengan cemas. Tapi Bella tetap melangkah, yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dari sebuah bangunan tua.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam, suasana di dalam gedung menjadi semakin sunyi dan lembap. Lampu tiba-tiba padam, membuat Bella panik dan memanggil Virza yang entah hilang ke mana. Ia meraba dinding sambil menyalakan senter dari ponselnya. Namun, udara di belakangnya terasa bergerak, seolah ada sesuatu yang mengikuti langkah kecilnya. Dalam kegelapan yang pekat, ia berbisik dengan suara bergetar, “Virza, kalau ini bercandaan lo, berhenti deh.” Namun hanya kesunyian yang menjawab.

Tak lama kemudian, sebuah suara lirih muncul dari kejauhan, melantunkan bait-bait lagu yang Bella kenali sebagai lagu kebangsaan Belanda. Nada pianonya terdengar tua, serak, dan bergema dari sebuah ruangan yang dulu dikenal sebagai ruang musik Berretty. Bella merasa ada bayangan panjang berdiri di ambang pintu, memperhatikannya tanpa bergerak. Sosok itu tampak mengenakan jas kuno, rambutnya basah seperti habis terjebak hujan badai, dan matanya gelap menatap lurus ke arahnya. “Kalian bukan tamu yang kutunggu,” suara berat itu terdengar pelan seperti terhisap angin.

Baca juga :  Misteri Rumah Abraham Fletterman yang Dihantui Arwah Wanita

Bella langsung berlari tanpa menengok ke belakang, sementara suara melodi itu menjadi semakin keras dan cepat, nyaris seperti panggilan dari dunia lain. Di lorong sempit, ia melihat bayangan tubuh tinggi menutupi cahaya dari jendela. Napasnya memburu, langkahnya goyah, namun ia terus berusaha mencari pintu keluar. Dari luar, seorang warga kampung yang sedang ronda berteriak, “Cepetan keluar! Jangan lihat ke belakang, Neng!” Suaranya menggema dari halaman bawah dan memberi Bella sedikit keberanian untuk terus berlari.

Saat akhirnya ia roboh di dekat pintu keluar, pandangannya menggelap. Ketika kembali sadar, ia sudah berada di pos penjaga gedung, ditemani Virza dan seorang penjaga tua yang wajahnya tampak sangat serius. “Lain kali jangan masuk sendirian malam-malam, Nak,” ujar penjaga itu sambil menuangkan air mineral untuknya. Virza yang tampak pucat berkata bahwa ia tidak pernah mematikan lampu dan Bella sempat menghilang selama hampir setengah jam tanpa jejak, sementara melodi piano terdengar dari arah lantai dua.

Sejak kejadian itu, Bella mengakui bahwa melodi kematian Gedung Isola bukan sekadar kisah turun-temurun. Warga sekitar sering mendengar suara piano yang sama, terutama saat angin dingin datang dari utara. Beberapa mahasiswa bahkan melihat siluet pria berjas putih berdiri di balkon, seakan memeriksa siapa yang memasuki bangunan warisannya. “Kalau kalian bukan penghuni lama, jangan macam-macam di sana,” ujar seorang warga saat Bella menemuinya kembali. Kini, Bella memahami bahwa gedung mewah tersebut bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga rumah bagi sesuatu yang tidak lagi hidup namun tetap menjaga wilayahnya.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments