Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaKutukan Gubuk Terlarang: Arwah Pembakar Diri yang Tak Pernah Tenang

Kutukan Gubuk Terlarang: Arwah Pembakar Diri yang Tak Pernah Tenang

Energi Juang News, Jakarta- Di desa Wonokerto kaki Gunung Arjuno sebuah gubuk tua dibakar demi pembangunan kantor polisi namun karena tak ada yang tahu tanah itu menyimpan rahasia yang seharusnya tak pernah disentuh sampai akhirnya satu persatu nyawa jadi taruhannya.

Di atas tanah itu berdiri sebuah gubuk tua yang nyaris rubuh tertutup ilalang tinggi dan pohon-pohon rimbun.

Menurut warga gubuk itu dikenal dengan sebutan gubuk Mbok Darmi. Dulu gubuk itu ditinggali nenek Mbok Darmi yang terkenal memiliki ilmu hitam.

Hingga terjadi perselisihan dengan Penguasa saat itu  yang ingin menjadikan lokasi itu fasilitas pemerintah.  Mbok Darmi berusaha mempertahankan gubuk tempat tinggalnya yang dibakar, dan tiba tiba Mbok Darmi ikut bakar diri hidup hidup digubuk itu tahun 1932 silam.

 Arwah Mbok Darmi yang marah prnasaran tak terima perlakuan penguasa, berujung menghantui warga dan aparat setempat.Satu persatu korban berjatuhan, akhirnya waktu itu disepakati gubuk Mbok Darmi itu dibangun kembali.

Selang 66 tahun kemudian Polsek setempat yang dipimpin Aipda Jaka Wijaya bersama timnya mendapat tugas dari atasannya membongkar kembali gubuk itu untuk dijadikan Pos Polisi, Sertu Dimas Babinsa dan warga setempat yang turut mendampingi berkata, “Warga mengingatkan kita jangan sentuh gubuk itu bapak bapak!!..Karena  membakar gubuk reyot itu, sama saja membuka pintu masa lalu yang terkubur dan kelam” ujar Sertu Dimas.

Dari cerita warga hantu Mbok Darmi sering menampakkan diri dengan wujud  sosok nenek nenek yang menakutkan. Ini membuktikan bahwa arwah Mbok Darmi tidak terima atas perlakuan penguasa pada masa lalu.

Namun karena cerita warga tidak termasuk dalam parameter prosedural ia tidak suka membahas hal-hal mistis.

Baca juga :  Teror Rumah Tua Boyolali: Arwah Gentayangan dan Ritual Gelap

Aipda Jaka Wijaya juga melihat sesajen yang masih baru berisi bunga melati kemenyan dan potret seorang wanita tua dan diatasnya tertulis satu kalimat “Jangan membangun di tanah yang belum memaafkan.” Namun Aipda Jaka Wijaya tetap tidak percaya akan hal itu.

Saat sebelum instruksi benar-benar dieksekusi, tiba tiba datang seorang lelaki tua dengan langkah pelan, beranggut putih panjang dan mengenakan sarung lusuh . Dia adalah Mbah Leman sesepuh desa yang dikenal jarang bicara, mamun bila berbicara semua orang mendengar.

Dengan nada berat ia berkata ”Gubuk itu bukan sekadar kayu dan atap reyot, Gubuk dan tanah itu yang menyimpan luka dan dendam.” Aipda Jaka Wijaya menatap lurus tapi menghormati kehadiran orang tua itu. Namun karena ini sudah perintah atasannya ia tetap membakarnya. Setelah membakar habis gubuk itu, ia kembali kerumah malam harinya.

Sesampai dirumah Aipda Jaka Wijaya lampu rumah tiba-tiba padam. Dalam gelap Aipda Jaka Wijaya mendengar suara bisikan serak dari arah dapur “Kau bakar rumahku, Kini kuhangatkan darahmu !!”

Karena penasaran Aipda Jaka Wijaya  mencari sumber suara itu menggunakan senternya. Saat cahaya menyorot ke dapur ia melihatnya sosok bayangan hitam berdiri di pojok ruangan membelakanginya, rambutnya panjang terurai tak beraturan pakaiannya compang – camping dan dari mulutnya terdengar suara gigi gemeretak menakutkan.

Perlahan sosok itu menoleh nampak wajah nenek seram itu rusak terbakar, satu matanya hilang dan mulutnya menyeringai dengan gigi hitam menakutkan. “Anakmu sedang kupeluk sekarang” kata sosok itu.

Dan dalam sekejap sosok itu lenyap meninggalkan anak Aipda Jaka Wijaya yang terkulai lemas. Aipda Jaka Wijaya sontak mengangkat tubuh anaknya yang mulai dingin, dan segera membawanya ke puskesmas terdekat.

Baca juga :  Misteri Rumah Abraham Fletterman yang Dihantui Arwah Wanita

Hasil Analisa dokter tak menemukan penyebab klinis, tapi anehnya seperti ada sesuatu yang menguras energinya dari dalam.

Keesokan harinya tiga anggota tim pembakaran termasuk seorang sopir truck dan dua petugas lapangan mengundurkan diri mendadak. Alasan mereka mengalami mimpi buruk yang sama dan berulang ulang, bahkan anak dan istri mereka juga diganggu arwah Mbok Darmi.

Seminggu kemudian anak Aipda Jaka Wijaya meninggal tanpa hal medis menyertai.

Atas usul Mbah Joyo ulama setempat, kemudian diadakan ritual doa permohonan maaf warga atas marahnya arwah Mbok Darmi.

Dalam ritual itu Aipda Jaka Wijaya tubuhnya bergetar seperti ada energi yang besar menimpanya. Kemudian Mbah Joyo mendekat menutup telinga Aipda Jaka Wijaya dan membaca ayat suci pelan-pelan. Tangannya gemetar tapi matanya tetap tegas menatap ke tanah.

Kemudian ia berkata,”Kalau ini tentang keadilan kami akan cari kebenarannya. Tapi jangan sakiti keturunannya, jangan lukai darah yang tak tahu apa-apa”. Lalu suara itu berhenti Aipda Jaka Wijaya pingsan dan malam kembali tenang namun pesan telah sampai.

Aipda Jaka Wijaya  akhirnya berkesimpulan, apa yang telah dilakukannya salah dan dilanjut instansi kepolisian menyelidiki ulang catatan sejarah lama di desa tersebut. Untuk pertama kalinya sejak hilang lebih dari 66 tahun nama Mbok Darmi kembali diungkap.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments