Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 23

Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus, 3 Pasien Meninggal

Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus, 3 Pasien Meninggal

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah meningkatkan kewaspadaan setelah muncul puluhan kasus penyakit menular di sejumlah daerah dalam tiga tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan tingkat kematian penyakit tersebut cukup tinggi sehingga mendorong DPR meminta penguatan deteksi dini dan pengawasan kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI mencatat, sejak 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus positif dari 251 kasus suspek yang diperiksa. Dari jumlah itu, 20 pasien sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia.

Kasus Hantavirus Naik pada 2025

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan angka kematian atau case fatality rate (CFR) hantavirus di Indonesia mencapai 13 persen.

Data Kemenkes menunjukkan tren kasus meningkat tajam pada 2025 dengan 17 kasus terkonfirmasi. Sementara pada 2024 hanya ditemukan satu kasus, sedangkan pada 2026 hingga kini tercatat lima kasus.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah tidak menganggap ringan temuan tersebut. Menurut dia, tingkat fatalitas yang cukup tinggi harus direspons dengan penguatan deteksi dini, surveillance, dan edukasi masyarakat.

“Walaupun jumlah kasusnya belum besar, tingkat fatalitas yang mencapai 13 persen tidak boleh dianggap ringan,” kata Netty, Jumat (9/5/2026).

Politikus PKS itu juga meminta Kemenkes memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan di wilayah yang sudah melaporkan kasus. Selain itu, tenaga medis dinilai perlu mendapat pelatihan untuk mengenali gejala dan melakukan diagnosis lebih cepat.

Sanitasi Lingkungan Jadi Sorotan

Netty menilai komunikasi risiko kepada masyarakat perlu dilakukan secara tepat agar warga tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.

Ia menjelaskan, hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang berkaitan erat dengan paparan tikus terinfeksi serta kondisi sanitasi lingkungan. Permukiman padat penduduk dan pengelolaan sampah yang buruk dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran.

“Pencegahan harus dimulai dari pengendalian faktor risiko di masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, juga meminta pemerintah memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit dari luar negeri.

Menurut Yahya, pemerintah perlu segera menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan hantavirus di seluruh fasilitas kesehatan. Ia menilai kesiapan tenaga medis dan infrastruktur menjadi kunci agar penanganan pasien bisa dilakukan lebih cepat.

Kemenkes Koordinasi dengan WHO

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kemenkes telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kasus hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar di wilayah Argentina.

Budi menyebut pemerintah meminta panduan skrining dan deteksi dini kepada WHO. Namun, berdasarkan informasi sementara, penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta guidance untuk bisa lakukan skrining,” ujar Budi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Ia mengakui hantavirus termasuk virus berbahaya. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan kebutuhan skrining, termasuk kemungkinan penggunaan rapid test maupun reagen PCR untuk mendukung pemeriksaan laboratorium.

Redaksi Energi Juang News

Polri Ringkus Ratusan WNA dalam Kasus Judi Online

Polri Ringkus Ratusan WNA dalam Kasus Judi Online

Energi Juang News, Jakarta – Jakarta digegerkan dengan pengamanan ketat di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, sejak Jumat (8/5) malam. Aparat gabungan dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya disebut tengah menangani perkara besar yang melibatkan jaringan lintas negara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, petugas mengamankan ratusan warga negara asing dari sejumlah negara Asia. Mereka diduga terlibat dalam operasional sebuah jaringan ilegal yang beraktivitas di gedung tersebut.

Ratusan WNA Diduga Jalankan Sindikat Internasional

Para warga negara asing yang diamankan berasal dari Thailand, Vietnam, China, Myanmar, Korea, dan Malaysia. Mereka diduga menjadi bagian dari sindikat internasional yang mengoperasikan situs judi online dari kawasan Hayam Wuruk.

Kelompok tersebut diketahui menyewa dua lantai di gedung perkantoran itu untuk menjalankan aktivitasnya. Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan meliputi komputer, laptop, brankas, hingga situs judi online yang diduga dikelola para pelaku.

Brimob Jaga Ketat Lokasi Penggerebekan

Pengamanan di lokasi dilakukan secara berlapis dengan melibatkan personel Brimob. Sejak Jumat malam, aparat bersenjata terlihat berjaga di sekitar gedung.

Pantauan pada Sabtu (9/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan puluhan anggota Brimob masih bersiaga di depan gedung berfasad kaca tersebut. Mereka berdiri menghadap pintu masuk utama.

Beberapa personel juga tampak mengenakan perlengkapan taktis seperti helm, rompi antipeluru, masker, serta membawa senjata laras panjang. Selain aparat kepolisian, petugas keamanan gedung berpakaian hitam juga berjaga di area sekitar.

Aktivitas di dalam gedung terlihat minim. Dari luar, hanya tampak deretan kursi dan mikrofon yang dipasang di area lobi dengan garis pembatas.

Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

Warga yang melintas di sekitar lokasi sempat terlihat memperhatikan penjagaan ketat tersebut. Sebagian tampak kebingungan, namun tetap melanjutkan aktivitas mereka.

Hingga berita ini ditulis, Divisi Humas Polri maupun Bidang Humas Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait operasi tersebut. Meski begitu, pengerahan aparat dalam jumlah besar diduga berkaitan dengan penanganan kasus besar yang sedang didalami kepolisian.

Redaksi Energi Juang News

Prabowo Kunjungi Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN

Prabowo Kunjungi Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto langsung melanjutkan agenda kerja ke wilayah timur Indonesia setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Kepala negara tiba di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/5/2026).

Prabowo mendarat di Bandara Miangas sekitar pukul 10.45 WITA. Dalam perjalanan tersebut, ia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sejumlah Menteri Sambut Kedatangan Presiden

Setibanya di Miangas, Prabowo disambut sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih. Mereka di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita juga turut hadir menyambut kedatangan Presiden.

Usai tiba di bandara, Prabowo menyempatkan diri menyapa warga yang telah menunggu. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan Maung Garuda menuju SMK Negeri 2 Talaud untuk bertemu masyarakat Miangas.

Miangas Jadi Simbol Kehadiran Negara

Miangas dikenal sebagai salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di perbatasan negara. Wilayah tersebut masuk dalam Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Pulau kecil dengan luas sekitar 3,5 kilometer persegi itu dihuni 823 jiwa yang tersebar dalam 232 kepala keluarga. Miangas juga memiliki status administratif unik karena dalam satu kecamatan hanya terdapat satu desa.

Kunjungan Prabowo ke Miangas dinilai menjadi simbol kehadiran pemerintah di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat perhatian negara terhadap kawasan terdepan Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

Akibat Digauli Ayah Tiri, Anak Tiri Mau Masuk SMA Hamil 8 Bulan

Abg Hamil
Abg Hamil

Energi Juang News,Madura- Ini lagi, kisah predator seksual! Pelakunya adalah Penyok, 49, warga Sampang (Madura). Punya anak tiri bongsor, sebut saja Mentil, 16, digauli sejak SD sampai SMP. Begitu mau masuk SMA, eh baru ketahuan. Soalnya tahu-tahu perut menggelembung isi janin berusia 8 bulan. Kata Mentil, pelakunya ayah tirinya. Langsung Penyok celamitan ditangkap.

Sudah berulangkali diingatkan di kolom ini, punya ayah tiri masih muda hati-hatilah, belakangan banyak yang jadi predaktor seks. Dengan ibunya mau, terhadap anak bawaan istri nggak nolak.

Karena janda muda yang punya anak gadis ABG, ketika hendak menikah lagi, harus waspada. Suami barunya ini bisa jadi pelindung keluarga, atau malah mau bikin melendung perut anak?

Marokah warga Sampang ketika hendak menikah dengan Penyok 5 tahun lalu, tak pernah berpikir sejauh itu. Baginya kala itu, Penyok bersedia dengan janda beranak dua saja sudah merasa sebuah keberuntungan. Ketika ditanya apa tidak menyesal kawini janda yang sudah punya dua anak, nanti merepotkan lho. Jawabnya ternyata, “Anakmu ya anakku, mari  kita besarkan bersama.”

Hati Marokah sangat tersanjung oleh kata-kata Penyok yang sejuk bak Capres Koalisi Perubahan. Ternyata, Penyok hanya pandai menata kata doang. Beberapa bulan jadi suami Marokah, diam-diam dia sudah mengincar anak gadisnya yang baru duduk di kelas V SD. Meski masih SD, karena tumbuh bongsor Mentil ya nampak seperti ABG saja.

Penyok yang ahli menciptakan situasi agar rumah sepi, saat istrinya pergi berbelanja kepasar, rumah langsung dikunci dari dalam. Ia pun mulai menawarkan sentolop dagangannya ke Mentil yang masih polos dan belum ngeri pelajaran Biologi.

Penyokpun ketagihan, baginya Mentil sudah waktunya dicicipi daripada keduluan. Dengan bujuk rayu, ABG usia 13 tahun itu berhasil digaulinya. Dibawah ancaman kalua bercerita ke siapapun, ia akan membakar rumah ibunya. Dan kalau nurut ia diimingi hadiah, tentu membuat Mentil tertarik entah hape atau uang jajan lebih.

Tapi yang jelas aksi Penyok  itu terus berkesinambungan. Karena seperti sayur lodeh, makin lama diangetin makin enak. Baru usia 13 tahun saja sudah mengasyikkan, apa lagi setelah duduk di SMP kelas 3.

Sepandai pandai menutup aib, akhirnya terbongkar jua. Begitu menjelang Mentil masuk SMA, tiba-tiba perut gadis ABG itu membesar. Takut anaknya kena penyakit busung lapar, dibawalah ke Poliklinik Desa. Tapi malah dirujuk ke dukun bayi yang sudah berpengalaman. Hasilnya, Mentil hamil 8 bulan.

Ditanya siapa pelakunya, disebutlah nama Penyok ayah tirinya. Langsung Marokah tak kuasa membendung emosinya, melapor ke polisi dan bapak tiri celamitan itu ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui segala perbuatannya. Tapi sepertinya Penyok tak menyesali perbuatannya.

Sekarang, jangankan anak tiri, ayah kandung celamitan juga dimasukkan bui.

Redaksi Energi Juang News

Sejarah Drum Modern dalam Musik

Drums
Drums

Energi Juang News,Jakarta- Dalam sebuah pertunjukan musik, ada satu elemen yang sering bekerja paling keras tetapi jarang mendapat sorotan utama. Ia duduk di belakang, dikelilingi oleh berbagai instrumen, mengatur ritme dengan presisi sambil menjaga energi tetap stabil. Tanpa kehadirannya, musik akan terasa berantakan dan kehilangan arah.

Elemen itu adalah drum—lebih tepatnya, drum set modern yang kita kenal sekarang.

Dulu, grup musik atau grup band memiliki beberapa drumer atau yang dulunya juga kami sebut sebagai pemain perkusi, yang mana satu untuk bass drum, satu untuk snare drum dan yang satu lagi untuk pemain  simbal.

Pada tahun 1909, William F. Ludwig menemukan Pedal Bass Drum (yang dioperasikan menggunakan jari kaki), penemuan ini sangat memudahkan dalam permainan perkusi dengan mengurangi jumlah pemain perkusi. Itu adalah kesuksesan instan sehingga pada tahun berikutnya penemuan itu semakin komersil.

Memasuki tahun 1920-an, dunia musik mengalami perubahan besar. Era larangan alkohol di Amerika justru melahirkan budaya klub bawah tanah yang penuh musik jazz.

Band-band besar mulai bermunculan, dan klub jazz menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk menari dan menikmati musik. Drummer memiliki peran penting: menjaga tempo agar tetap konsisten di tengah improvisasi yang liar.

Namun, ironisnya, drummer jarang menjadi pusat perhatian. Mereka dianggap “penjaga waktu,” bukan bintang panggung seperti pemain saksofon atau vokalis.

Di era ini juga, teknologi drum mulai berkembang:

  • Pedal charleston (hi-hat) mulai digunakan
  • Drum mulai bisa disetel (tunable drum)
  • Ruang pertunjukan mulai menggunakan peredam suara

Semua ini menjadi fondasi penting dalam sejarah drum modern.

Pada tahun 1930-an, musik swing mulai mendominasi. Ini adalah era di mana ritme menjadi lebih “mengayun” dan terasa hidup. Permintaan untuk gerai jazz mulai meningkat sehingga memungkinkan orang kulit hitam Amerika (terutama drumer) mendapatkan kesempatan mereka untuk terjun di dunia musik pada saat itu.

Ini adalah awal dari musik swing dan mencapai puncaknya pada swing tahun enam puluhan yang kita kenal dengan baik hingga hari ini. Sebuah nada hening ditambahkan dalam musik yang memberi ritme terner pada kebanyakan musik kontemporer populer saat itu.

Tunable drum mulai mengambil prevalensi dan bass drum mulai masuk dalam bagian dari musik Amerika lebih dan lebih. Dengan kedatangan splash simbal, alat drum modern mulai meningkat popularitasnya.

Drummer berperan sangat penting karena ia harus menjaga tempo dalam musiknya. Drummer jarang sekali dikenali dan menjadi sorotan dalam sebuah pertunjukkan karena mereka bagaikan instrumentalis lain, seperti pemain saksofon, tetapi biasanya mereka sudah cukup puas dengan menjaga tempo saat menabuh bass drum.

Pada akhirnya pedal charleston pertama ditemukan, tunable drum pertama mulai bersinar, seperti halnya dinding kedap suara untuk membatasi kebisingan di ruang tertutup, seperti yang mereka katakan inilah sejarah!

Perubahan besar terjadi pada tahun 1940-an dengan lahirnya bebop. Genre ini dikenal dengan tempo cepat dan harmoni kompleks.

Be-bop adalah tipe musik dengan ciri temponya yang sangat cepat dan harmoni yang kompleks. Kenny Clarke dianggap sebagai salah satu pelopor pertama gaya musik ini. Peran drummer semakin menonjol dalam gaya musik ini karena memamerkan ritmis dalam frasa tertentu.

Aksen menjadi lebih ringan secara bertahap dan drum berdetak lebih kecil pun secara bertahap. Sang drummer benar-benar mampu mengekspresikan kreativitasnya sendiri.

Pada tahun 1950-an, kulit drum sintetis mulai menggantikan kulit binatang sehingga membantu penyetelan drum. Sebelum tahun 1957, semua drum yang digunakan dalam perangkat drum standar awalnya dibuat dari kulit rusa.

Masalah yang munculpada model drum itu adalah seringkali drum-drum tersebut harus disetel (yang sebenarnya tidak memungkinkan) dan mudah rusak karena faktor lingkungan, seperti cuaca. Jika panas dan lembab, nada drum yang keluar jauh lebih rendah, tetapi jika dingin dan kering, drummer perlu melembabkan kulit drum mereka terlebih dahulu untuk mendapatkan suara yang benar.

Tahun 1950-an dan 60-an juga merupakan tahun lahirnya musik ‘rock’ n ‘roll yang menjadikan instrumen perkusi dan khususnya drum sangat populer di kalangan generasi muda yang suka mendengarkan band-band seperti The Beatles, Led Zeppelin dan The Who.

Permainan drum dan keterampilan para drummer rock semakin kuat, mendorong produsen untuk mencipatakan sebuah alat musik yang solid dan epik. Simbal menjadi lebih tebal dan berat sejalan dengan kebutuhan para drumer.

Meskipun beberapa teknik drum memang tumpang tindih (misalnya, teknik jazz drumming juga dapat diidentifikasi dalam ‘rock’ n ‘roll Elvis), sedikit demi sedikit setiap genre musik mulai membuka jalan bagi berbagai teknik dan gaya drum yang beragam unik.

Salah satu hal menarik dari drum adalah kemampuannya untuk terus beradaptasi. Dari parade militer hingga klub jazz, dari swing hingga rock, drum selalu menemukan cara untuk tetap relevan.

Perlahan tapi pasti, musik hard rock juga mulai mendapatkan popularitas, dengan band-band seperti AC / DC, Deep Purple atau bahkan Guns’n’Roses yang membawa jenis musik ini ke puncak populeritasnya. Jenis musik ini pada akhirnya berkembang menjadi genre musik lain, dari punk (Sex Pistols, the Clash…) hingga rock progresif (David Bowie, Genesis…) dan musik heavy metal dan death metal lainnya.

Double-pedal muncul di tahun 1980-an dan sekarang digunakan hampir di keseluruhan band-band metal dan death metal.

Saat ini, drum kit baru dapat disesuaikan dengan kebutuhan drummer dan genre musik yang ingin mereka mainkan. Seseorang dapat memilih hi-hat, bass drum, dan snare drum yang sederhana atau sebagai alternatif dapat menukar hi-hats dengan jenis simbal lain dengan menambah atau mengurangi drum dan simbal, atau mungkin kebutuhan untuk mengubah penempatan fisik instrumen misalnya saja.

Redaksi Energi Juang News

Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki

Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki

Energi Juang News, Jakarta- Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2026). Letusan tersebut memicu proses evakuasi besar terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.

Data sementara menunjukkan tiga orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga Indonesia asal Jayapura.

Erupsi Gunung Dukono Capai 10 Kilometer

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Kolom letusan tercatat mencapai sekitar 10 kilometer di atas puncak gunung.

“Terjadi erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 10.000 meter di atas puncak,” tulis PVMBG dalam laporan resminya.

Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga hitam pekat dengan arah sebaran ke utara. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

PVMBG mengimbau masyarakat tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer. Warga sekitar juga diminta menyiapkan masker untuk mengurangi dampak abu vulkanik terhadap pernapasan.

Tiga Pendaki Meninggal Dunia

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu membenarkan adanya korban jiwa akibat erupsi tersebut.

“Iya, tiga meninggal dunia,” ujar Erlichson saat dikonfirmasi, Jumat (8/5).

Ia menjelaskan dua korban merupakan warga negara Singapura, sedangkan satu korban lainnya warga Indonesia asal Jayapura. Namun, pihak kepolisian belum mengungkap identitas lengkap para korban.

Tim SAR Evakuasi Pendaki

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut total terdapat 20 pendaki di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi. Mereka terdiri dari sembilan warga Singapura, tiga warga Ternate, dan delapan warga lokal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sebanyak 14 pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tujuh di antaranya merupakan warga Singapura dan tujuh lainnya warga Indonesia.

Sementara itu, dua pendaki asal Singapura sempat dinyatakan hilang dan masuk proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Operasi pencarian sempat dihentikan sementara karena adanya potensi lontaran lava pijar hingga 1,5 kilometer dari kawah. Tim evakuasi kemudian melanjutkan pencarian setelah kondisi dinilai lebih aman.

Petugas juga menggunakan drone untuk memantau situasi dari udara karena aktivitas vulkanik masih fluktuatif. Proses penanganan melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, tenaga medis, relawan, dan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono.

BNPB meminta masyarakat dan wisatawan menghentikan sementara aktivitas pendakian hingga kondisi Gunung Dukono dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Tumbal Kedung Pengilon

Kedung Pangilon
Kedung Pangilon

Energi Juang News,Kendal- Pagi itu suasana Desa Jatirejo terlihat tenang. Embusan angin melewati pepohonan sekitar bendungan tua peninggalan Belanda. Airnya jernih berkilau terkena cahaya matahari. Namun warga sekitar memilih menjauh menjelang sore. “Kalau sudah magrib jangan dekat air,” bisik seorang nenek kepada cucunya sambil menatap bendungan dengan wajah tegang dan ketakutan.

Kedung Pengilon dulu ramai dikunjungi wisatawan. Banyak pelajar datang menikmati suara gemercik air dan pemandangan hijau di sekitarnya. Namun kini tempat itu terlihat sepi dan terbengkalai. “Sejak pandemi tempat ini makin angker,” ujar Sariyem, pemilik warung dekat jalan masuk bendungan sambil menuangkan kopi panas kepada pengunjung yang datang sore itu.

Sariyem mengaku sering mendengar cerita pengunjung hilang secara misterius. Kebanyakan korban ditemukan meninggal di bawah jembatan bendungan. “Kalau penunggu sedang lapar biasanya ada korban hanyut,” katanya lirih. Beberapa warga langsung diam mendengar ucapan itu. Angin sore mendadak terasa dingin meski cuaca sedang cerah dan matahari belum sepenuhnya tenggelam.

Suatu malam, tiga remaja nekat datang ke Kedung Pengilon untuk membuat konten horor. Mereka menertawakan cerita warga sambil menyalakan kamera ponsel. “Ah, paling cuma cerita orang tua,” kata Bagus sambil melempar batu ke air bendungan. Tiba-tiba suara perempuan tertawa terdengar dari arah jembatan tua dan membuat mereka saling berpandangan ketakutan malam itu.

Mereka mencoba mencari sumber suara menggunakan senter. Cahaya lampu menyorot permukaan air yang tiba-tiba beriak sendiri tanpa angin. Dari tengah bendungan muncul bayangan perempuan berambut panjang mengenakan kebaya putih lusuh. “Pulang… sebelum terlambat…” bisik suara itu lirih. Salah satu remaja langsung menjatuhkan ponselnya karena tubuhnya mendadak gemetar hebat dan sulit bergerak.

Bagus mencoba bersikap berani meski wajahnya pucat. “Siapa kamu?” teriaknya keras. Sosok perempuan itu perlahan menoleh sambil tersenyum menyeramkan. Matanya hitam kosong seperti lubang gelap. Tiba-tiba air bendungan bergelombang keras. “Dia Ratu Pandansari…” bisik seorang warga tua yang diam-diam mengikuti mereka dari kejauhan dengan wajah penuh ketakutan malam itu.

Warga tua bernama Mbah Darmo itu segera menarik ketiga remaja menjauh dari bibir bendungan. “Jangan sembarangan bicara di sini!” bentaknya marah. Ia menjelaskan bahwa Kedung Pengilon memiliki penunggu gaib sejak zaman dahulu. Konon Ratu Pandansari menjaga tempat itu agar tetap memberi kemakmuran bagi sawah warga Desa Jatirejo hingga sekarang dan tetap dihormati.

Namun beberapa pengunjung sering datang sambil berkata kasar dan merusak sekitar bendungan. Mbah Darmo percaya itulah penyebab penunggu tempat tersebut murka. “Air ini bisa memberi kehidupan, tapi juga mengambil nyawa,” katanya pelan. Ketika mereka berbicara, terdengar suara tangisan perempuan dari bawah jembatan. Suaranya lirih namun membuat bulu kuduk berdiri dan tubuh menggigil ketakutan.

Ketiga remaja itu segera berlari meninggalkan lokasi. Namun Bagus mendadak berhenti di tengah jalan sambil menatap kosong ke arah bendungan. “Ada yang memanggilku…” katanya pelan. Tubuhnya perlahan berjalan kembali menuju air seperti dikendalikan sesuatu. Mbah Darmo langsung menarik bajunya sambil membaca doa keras-keras dengan suara bergetar penuh rasa takut malam itu juga.

Sejak kejadian malam itu, warga Desa Jatirejo semakin percaya Kedung Pengilon bukan tempat biasa. Hingga sekarang, masyarakat masih melarang pengunjung datang saat malam hari. “Semua tempat ada penunggunya, jangan sombong,” pesan Sariyem kepada wisatawan. Konon saat malam sunyi, suara perempuan menangis masih terdengar dari bawah jembatan bendungan tua tersebut hingga sekarang.

Redaksi Energi Juang News

Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz

Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz

Energi Juang News, Jakarta- Sebuah kapal tanker minyak milik perusahaan China dilaporkan mengalami serangan di sekitar Selat Hormuz saat konflik di kawasan Timur Tengah terus memanas. Pemerintah China memastikan terdapat warga negaranya di atas kapal tersebut dan hingga kini belum ada laporan korban jiwa.

Insiden itu terjadi ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Jalur Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu titik strategis perdagangan energi dunia.

China Konfirmasi Ada ABK Warganya di Kapal

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, membenarkan adanya serangan terhadap kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall yang dimiliki perusahaan China tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers rutin di Beijing, Jumat (8/5/2026).

Lin mengatakan sejumlah anak buah kapal berkewarganegaraan China berada di dalam kapal saat insiden terjadi. Namun, ia tidak merinci jumlah awak yang terlibat.

“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa,” ujar Lin.

Sebelumnya, media China, Caixin, melaporkan kapal tanker produk minyak milik China diserang pada Senin (4/5) waktu setempat di dekat Selat Hormuz. Dalam laporan itu disebutkan bagian dek kapal terbakar dan terdapat tulisan “CHINA OWNER & CREW” pada badan kapal.

Menurut sumber yang mengetahui insiden tersebut, ini menjadi laporan pertama yang melibatkan kapal tanker minyak China sejak perang di kawasan itu pecah pada akhir Februari lalu.

Diduga Kapal JV Innovation

Sejumlah sumber keamanan maritim menyebut kapal yang terkena serangan diyakini bernama JV Innovation. Kapal itu sempat mengirim laporan kebakaran di area dek kepada kapal lain di sekitarnya.

Insiden tersebut terjadi di dekat Mina Saqr, lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global melintasi kawasan tersebut.

Namun, lalu lintas pelayaran di wilayah itu terganggu sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.

Sumber Serangan Belum Diketahui

Kepala teknisi kapal, Liu Haining, mengatakan penyebab serangan masih belum bisa dipastikan. Ia turun dari kapal sekitar sepekan lalu dalam pergantian awak rutin.

“Pada tahap ini, tidak ada cara memastikan siapa yang menyerang,” kata Liu kepada abc.net.au.

Ia menduga serangan kemungkinan berasal dari peluru artileri atau drone, bukan rudal. Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian mengenai jenis serangan yang digunakan.

Liu juga menyebut kapal tanker tersebut tetap beroperasi setelah insiden terjadi. Menurut dia, awak kapal tidak menduga bakal menjadi sasaran karena kapal saat itu sedang tidak bergerak.

Redaksi Energi Juang News

Dilema Gen Z: Antara Ambisi Jakarta Kota Global dan Realitas PHK Massal

Dilema Gen Z: Antara Ambisi Jakarta Kota Global dan Realitas PHK Massal

Indonesia sedang berdiri di atas gerbang emas. Dengan lebih dari 68% penduduk berada dalam usia produktif dan sekitar 70% di antaranya adalah Generasi Z, secara demografi negara ini tengah mengalami fenomena langka yang disebut bonus demografi, yaitu sebuah kesempatan sekali dalam seratus tahun di mana jumlah penduduk usia kerja jauh melampaui usia non-produktif. Pemerintah bahkan telah mencanangkan ambisi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global, sebuah visi yang membutuhkan sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan siap bersaing di kancah internasional.

Namun, di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut masa kejayaan itu, terdengar suara sumbang dari dunia kerja global: perusahaan-perusahaan besar ramai-ramai memecat karyawan Gen Z yang baru saja bekerja. Berdasarkan survei Intelligent yang dirilis pada awal Mei 2026, enam dari sepuluh perusahaan mengaku telah memberhentikan karyawan Gen Z hanya dalam hitungan bulan setelah perekrutan. Profesor New York University, Suzy Welch, melalui riset terhadap 200.000 responden menggunakan alat The Values Bridge, menemukan akar masalahnya bukan pada kecerdasan atau keterampilan teknis, melainkan pada benturan nilai yang fundamental antara apa yang diinginkan generasi muda dan apa yang dicari oleh dunia industri.

Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa hanya 2 persen dari Generasi Z yang memiliki nilai-nilai yang dicari oleh manajer perekrutan. Tiga nilai tertinggi yang dijunjung Gen Z adalah perawatan diri atau self-care, kebebasan mengekspresikan diri secara autentik, serta keinginan kuat untuk membantu orang lain. Sebaliknya, perusahaan justru mendambakan pekerja dengan jiwa kompetitif yang haus akan prestasi, fokus pada pekerjaan, dan memiliki dorongan untuk belajar serta berpetualang dalam lingkup karier.

Welch menjelaskan bahwa pekerja muda beranggapan pola kerja generasi sebelumnya yang mengorbankan kesehatan mental dan keseimbangan hidup ternyata tidak selalu menghasilkan kehidupan yang stabil, bahkan banyak dari orang tua mereka yang justru menganggur di usia 54 tahun karena kelelahan atau tergantikan teknologi. Karenanya, Gen Z lebih memilih memegang teguh prinsip keseimbangan hidup meskipun konsekuensinya mereka harus kehilangan jenis pekerjaan yang seharusnya sesuai dengan gelar sarjana mereka. Data Federal Reserve New York pada akhir 2025 pun memperkuat temuan ini dengan mencatat bahwa tingkat pengangguran lulusan baru di Amerika Serikat mencapai 5,7 persen, atau sekitar 1,5 poin lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Negara ini menghadapi situasi yang jauh lebih kompleks dan mendesak. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara terbuka mengakui adanya ketidaksesuaian atau mismatch antara dunia pendidikan dan industri, di mana hanya sekitar 64 persen pekerja muda yang benar-benar bekerja sesuai dengan kualifikasi pendidikannya. Lebih ironis lagi, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka untuk usia muda 15 hingga 24 tahun mencapai angka 16,36 persen, yang merupakan tertinggi dibandingkan kelompok umur lainnya.

Jika pemerintah tidak segera serius menangani persoalan struktural ini, bonus demografi yang semestinya menjadi peluang emas justru akan berbalik menjadi boomerang yang menghancurkan. Para ahli dalam berbagai forum ketahanan pemuda telah memperingatkan bahwa tanpa kebijakan yang tepat, ledakan jumlah penduduk produktif yang tidak terserap pasar kerja akan berpotensi menimbulkan krisis sosial, mulai dari meningkatnya angka kriminalitas hingga radikalisasi akibat rasa putus asa. Apalagi, era digital dan kecerdasan buatan telah mengubah peta jalan ketenagakerjaan secara drastis: dulu setiap satu persen pertumbuhan ekonomi mampu menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja, namun kini hanya mampu menyerap sekitar 100.000 orang karena efisiensi dan otomatisasi. Pemerintah di bawah arahan kepresidenan saat ini memang menyadari bahwa investasi pada generasi muda adalah investasi strategis, namun upaya yang dilakukan masih harus lebih masif, terstruktur, dan menyentuh akar masalah.

Tiga agenda besar harus dijalankan secara paralel: pertama, merevolusi kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri masa kini; kedua, membangun program pembentukan mentalitas dan resiliensi bagi Gen Z, karena selama ini fokus berlebihan pada hard skill tanpa membekali ketahanan mental terbukti tidak cukup; ketiga, menciptakan lapangan kerja berkualitas yang tidak hanya banyak tetapi juga sehat secara psikologis.

Ambisi Jakarta menjadi kota global tidak akan pernah tercapai jika hanya mengandalkan gedung pencakar langit dan infrastruktur fisik canggih, sementara fondasi sumber daya manusianya yang didominasi Gen Z rapuh akibat benturan nilai yang tidak pernah dijembatani. Dunia saat ini tidak sedang mencari pekerja yang hanya ingin merasa nyaman dan dihargai secara autentik tanpa mau bekerja keras, tetapi juga tidak lagi menerima sistem eksploitasi yang mengabaikan kesehatan mental.

Indonesia harus menjadi penengah yang cerdas, menciptakan ekosistem kerja yang sehat secara psikologis namun tetap kompetitif secara global. Jika gagal, maka negara ini tidak hanya akan kehilangan momentum bonus demografi, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi yang kecewa, putus asa, dan marah, sebelum mereka sempat membangun negeri.

Esteria Tamba
(Aktivis, Penulis)

Nama Djaka Budi Muncul di Dakwaan Suap Impor

Nama Djaka Budi Muncul di Dakwaan Suap Impor

Energi Juang News, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menanggapi munculnya nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dalam perkara dugaan suap terkait importasi barang. Nama Djaka tercantum dalam surat dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

DJBC menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan memilih tidak membahas materi perkara yang kini masuk tahap persidangan.

Bea Cukai Hormati Jalannya Persidangan

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan institusinya menjunjung asas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan DJBC tidak akan memberikan komentar terkait substansi perkara demi menjaga independensi proses hukum yang tengah berjalan.

Nama Djaka Disebut dalam Pertemuan dengan Pengusaha Kargo

Dalam surat dakwaan, Djaka Budi Utama disebut hadir dalam pertemuan sejumlah pejabat DJBC dengan pengusaha kargo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025.

Pertemuan itu juga dihadiri Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar. Dari pihak swasta, hadir pimpinan Blueray Cargo, John Field, yang kini menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.

Jaksa menyebut komunikasi antara pihak perusahaan dan pejabat DJBC terus berlanjut. Pada Agustus 2025, John Field bersama dua terdakwa lain bertemu Orlando Hamonangan dan Fillar Marindra dari Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Dalam pertemuan itu, John Field menyampaikan keluhan mengenai meningkatnya jalur merah dan dwelling time terhadap barang impor milik Blueray Cargo.

Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Uang dan Fasilitas

Usai pertemuan tersebut, Orlando disebut berkoordinasi dengan atasannya, termasuk Sisprian dan Rizal. Jaksa menduga koordinasi itu mempermudah proses keluarnya barang impor Blueray Cargo dari jalur merah.

KPK juga mengungkap dugaan pemberian uang, fasilitas hiburan, hingga barang mewah kepada sejumlah pejabat terkait.

Pemberian pertama disebut terjadi pada Juli 2025 dengan nilai Rp 8,2 miliar dalam bentuk dolar Singapura kepada Orlando. Pada Agustus 2025, John Field kembali menyerahkan uang senilai Rp 8,9 miliar. Sebulan berikutnya, uang Rp 8,5 miliar kembali diberikan dalam mata uang yang sama.

Jaksa menyebut pemberian tersebut berlangsung hingga Januari 2026. Total uang yang diduga disalurkan mencapai Rp 61,3 miliar, ditambah fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1,8 miliar.

Dalam dakwaannya, jaksa KPK menilai para terdakwa melanggar Pasal 605 ayat 1 huruf a dan Pasal 606 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Redaksi Energi Juang News