Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 60

PLN EPI Dorong Pengembangan Gasifikasi Biomassa

Jakarta, Energi Juang News- PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan gasifikasi biomassa. Hal itu dinilai sebagai solusi percepatan program dedieselisasi terutama di wilayah terpencil, yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan pemanfaatan biomassa tidak lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Pengembangan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) untuk bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission (NZE) 2060 di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Hokkop menjelaskan pengembangan biomassa tidak hanya difokuskan pada co-firing di PLTU, tetapi bisa dikembangkan jalur baru melalui syngas berbasis gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.
“Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah isolated, yang masih bergantung pada solar. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi,” tambahnya.

Menurut Hokkop, keterbatasan desain PLTU dan kesiapan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyerapan biomassa melalui co-firing, sehingga diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah strategis.

“Karena itu, kita membuka branch baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil,” tegasnya.

Sebagai tahap awal, PLN EPI menggandeng KPP untuk mengembangkan proyek percontohan di Karimun, Kepulauan Riau. Saat ini, fasilitas tersebut telah memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 megawatt (MW) dan berpotensi ditingkatkan hingga 2-5 MW.

Redaksi Energi Juang News

Putin Undang Prabowo Lagi ke Rusia

Energi Juang News, Jakarta- Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang secara langsung Presiden Prabowo Subianto untuk kembali ke Rusia. Putin mengundang Prabowo menghadiri acara pameran industri pada bulan Mei dan Juli 2026.

Salah satu dari acara itu digelar di Kota Kazan, Tatarstan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam tayangan video yang direkam di Moskow, Rusia dan disiarkan oleh Sekretariat Presiden RI, menjelaskan undangan itu diberikan oleh Presiden Putin kepada Presiden Prabowo saat keduanya bertemu di Istana Kremlin, pada Senin (13/4).

“Presiden Putin juga menyampaikan undangan bagi Presiden Prabowo untuk menghadiri acara di Kazan, yang akan diselenggarakan pada bulan Mei, dan juga pameran industri besar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli yang akan datang,” kata Menlu Sugiono dalam tayangan resmi Sekretariat Presiden RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Undangan tersebut merupakan bagian dari memperkuat hubungan kedua negara yang diharapkan bisa semakin intensif dan membawa kebaikan bagi kedua belah pihak.

Menlu Sugiono bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Senin. Pertemuan bilateral itu merupakan rangkaian dari agenda utama kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di Moskow.

Selepas pertemuan bilateral, dua pemimpin negara juga bertemu empat mata di ruangan terpisah di Kompleks Istana Kremlin.

Sugiono menjelaskan pertemuan empat mata itu berlangsung dalam format makan siang.

“(Dua pemimpin negara, red.) juga membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern juga bagi kedua negara,” kata Sugiono.

Sugiono kemudian menekankan Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, dan juga mitra dagang yang penting bagi Indonesia.

“Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar penguatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antarwarga negara baik itu (dari) Rusia maupun Indonesia,” ujar Menlu Sugiono.

Terkait undangan dari Presiden Putin, acara besar yang dijadwalkan digelar di Kazan pada bulan Mei, salah satunya forum ekonomi International Economic Forum Russia-Islamic World: KazanForum di Kazan Expo. Acara tersebut digelar oleh Pemerintah Rusia bekerja sama dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dijadwalkan berlangsung pada 12-17 Mei 2026.

Sementara itu, untuk acara pameran industri yang digelar di Rusia pada Juli 2026, salah satunya International Innovation Industry Expo (INNOPROM) 2026 dijadwalkan digelar di Ekaterinburg pada 6-9 Juli.

Redaksi Energi Juang News

Berharap AS-Iran Damai, IHSG Menguat

Energi Juang News, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, bergerak menguat. Hal itu terjadi setelah bursa kawasan Asia dan global, karena harapan pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG dibuka menguat 74,95 poin atau 0,98 persen ke posisi 7.750,90. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,90 poin atau 1,03 persen ke posisi 772,22.

Sentimen Damai AS–Iran Angkat IHSG, Tapi Potensi Profit Taking Mengintai

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.700, maka IHSG diperkirakan berpeluang menguji di sekitar level 7.800. Namun, perlu mulai diwaspadai potensi profit taking dalam jangka pendek, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah dihubungi oleh para pejabat Iran yang ingin membuat kesepakatan, serta menambahkan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Pakistan telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua diskusi sebelum berakhirnya gencatan senjata. Selain itu, dilaporkan bahwa AS, Israel, dan Lebanon sepakat untuk memulai negosiasi langsung di AS.
Dampak perang terhadap proyeksi ekonomi terlihat pada data global. Menurut proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia terbaru dari IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, dan 3,2 persen pada 2027.

Setelah mampu mengatasi hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat tahun lalu, IMF menyatakan aktivitas global kini menghadapi ujian besar akibat pecahnya perang di Timur Tengah.

Selain itu, IMF menyatakan bahwa gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga minyak dan gas secara signifikan, dan berdampak langsung terhadap beban biaya impor terutama pada negara-negara berkembang.

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global dan Peringatkan Risiko Resesi

Apabila konflik masih berlangsung berkepanjangan, IMF memperingatkan pertumbuhan ekonomi global berpeluang melemah hingga level 2 persen yang mengindikasikan kondisi resesi global. IMF juga memperingatkan risiko munculnya stagflasi.

Dari dalam negeri, OJK merilis dua roadmap strategis 2026-2030 untuk memperdalam pasar keuangan domestik, yaitu pengembangan pasar derivatif dan pasar modal berkelanjutan.

Pengembangan pasar derivatif fokus pada pelindungan investor, harmonisasi pengawasan, dan peningkatan infrastruktur untuk menciptakan pasar yang likuid dan efisien.

Sementara itu, roadmap pasar modal berkelanjutan menargetkan penguatan instrumen berbasis ESG untuk mendukung net zero emission Indonesia, dengan pilar utama berupa kebijakan, diversifikasi produk, insentif, dan kolaborasi.

Pada perdagangan Selasa (14/04) kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,25 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,27 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 1,12 persen.

Redaksi Energi Juang News

Pertanggunjawaban ADK OJK Terkait Dibutuhkan dalam Kasus Fraud PT CMB

Energi Juang News, Jakarta – Konsultan dan Perencana Keuangan, Elvi Diana CFP menegaskan bahwa Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya yang berada di bawah struktur Anggota Dewan Komisaris (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), harus bertanggung jawab atas kasus fraud yang melibatkan perusahaan pinjaman online, PT Crowde Membangun Bangsa (CMB).

Menurut Elvi, kasus ini menjadi cerminan lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh otoritas terkait pada periode terjadinya pelanggaran.

Elvi Diana: Bukan Sekadar Salah Korporasi, ADK OJK Juga Harus Diusut

“Kasus PT CMB ini tidak bisa dilihat semata sebagai kesalahan korporasi. Ada tanggung jawab struktural yang harus diemban oleh pejabat pengawas di ADK OJK pada saat itu. Ini menyangkut integritas sistem pengawasan sektor jasa keuangan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Sebagaimana diketahui, perkara ini mencuat setelah adanya dugaan tindak pidana di bidang usaha jasa pembiayaan dan perbankan yang terjadi dalam rentang waktu Januari 2023 hingga September 2024. Modus operandi yang digunakan antara lain penyampaian data palsu kepada otoritas serta manipulasi pencatatan pembukuan perusahaan.

Elvi menilai, praktik semacam ini seharusnya dapat terdeteksi lebih dini apabila sistem pengawasan berjalan secara efektif dan berlapis. Ia menekankan bahwa pengawasan yang lemah membuka celah bagi terjadinya fraud yang merugikan masyarakat luas.

“Jika manipulasi data dan pembukuan bisa berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, itu menunjukkan adanya kegagalan dalam mekanisme kontrol dan audit yang menjadi tanggung jawab pengawas,” tegasnya.

Desak Evaluasi Menyeluruh dan Sanksi bagi Pejabat Pengawas yang Lalai

Lebih lanjut, Elvi mendorong Otoritas Jasa Keuangan untuk tidak hanya memproses aspek hukum terhadap pelaku di tingkat korporasi, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat pengawas pada periode tersebut.

“Akuntabilitas tidak boleh berhenti pada entitas perusahaan. Harus ada evaluasi internal, termasuk kemungkinan sanksi administratif atau bentuk pertanggungjawaban lain bagi pejabat yang lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi serta peningkatan transparansi dalam pelaporan perusahaan jasa keuangan guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Kasus PT CMB kini tengah bergulir di meja hijau setelah dibawa oleh Otoritas Jasa Keuangan, dan menjadi perhatian publik sebagai salah satu ujian serius bagi kredibilitas pengawasan sektor jasa keuangan di Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

‘Suku Anak Dalam’ Melawan Korporasi: Lemahnya Perlindungan Negara di Jambi

Bentrokan antara Suku Anak Dalam dan aparat keamanan PT Sari Aditya Loka di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, bukan sekadar insiden kekerasan sporadis. Peristiwa ini merupakan manifestasi nyata dari lemahnya perlindungan negara terhadap hak-hak masyarakat adat—sebuah problem struktural yang telah lama dibahas dalam literatur konflik agraria dan teori negara.

Peristiwa yang terjadi pada April 2026 tersebut menyebabkan sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka, bahkan sebagian dalam kondisi serius, serta memicu eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali . Lebih jauh, bentrokan ini merupakan puncak dari konflik agraria yang dibiarkan berlarut tanpa penyelesaian yang adil.

Kekerasan Struktural dan Perampasan Ruang Hidup Suku Anak Dalam

Dalam perspektif teoretis, kondisi ini sejalan dengan konsep structural violence dari Johan Galtung, yang menjelaskan bahwa kekerasan tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga hadir dalam struktur sosial yang secara sistematis meminggirkan kelompok tertentu.

Dalam konteks Indonesia, masyarakat adat seperti Suku Anak Dalam memiliki relasi eksistensial dengan hutan sebagai ruang hidup, sumber ekonomi, sekaligus identitas budaya. Namun, ekspansi industri ekstraktif—terutama perkebunan sawit—telah mempersempit ruang hidup tersebut.

Teori accumulation by dispossession dari David Harvey relevan untuk menjelaskan fenomena ini: kapitalisme modern bekerja dengan cara merampas sumber daya masyarakat lokal untuk kepentingan akumulasi modal.

Dalam kasus di Jambi, perampasan wilayah adat tanpa pengakuan dan perlindungan hukum menjadi pemicu utama konflik.

Negara Lebih Mengedepankan Keamanan daripada Dialog

Lebih jauh, pendekatan negara yang cenderung mengedepankan keamanan daripada dialog menunjukkan apa yang oleh James C. Scott sebut sebagai high modernist state, yakni negara yang melihat masyarakat secara simplistik dan memaksakan kontrol tanpa memahami kompleksitas sosial lokal. Kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar di wilayah konflik, sebagaimana dilaporkan, justru memperparah ketegangan alih-alih menyelesaikan akar masalah.

Secara normatif, konstitusi Indonesia melalui Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 telah mengakui keberadaan dan hak-hak masyarakat adat. Selain itu, Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 menegaskan bahwa hutan adat bukan lagi hutan negara.

Namun, dalam praktiknya, implementasi kebijakan ini masih lemah. Negara sering kali gagal hadir sebagai pelindung, dan justru terkesan memberi ruang bagi korporasi untuk menguasai wilayah adat.

Kondisi ini menunjukkan adanya state capture, yakni situasi ketika kebijakan publik lebih dipengaruhi oleh kepentingan korporasi dibandingkan kepentingan rakyat. Akibatnya, konflik agraria tidak pernah benar-benar diselesaikan secara struktural, melainkan hanya diredam secara sementara melalui pendekatan keamanan.

Dengan demikian, bentrokan di Sarolangun harus dibaca sebagai alarm keras atas kegagalan negara dalam menjalankan mandat konstitusionalnya. Selama pengakuan wilayah adat tidak dipercepat, perlindungan hukum tidak diperkuat, dan pendekatan represif masih menjadi pilihan utama, maka konflik serupa akan terus berulang.

Negara tidak cukup hanya hadir—ia harus hadir dengan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat adat sebagai subjek utama keadilan agraria.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Bobby Nasution Ngamuk di Tapteng

Bobby Nasution Ngamuk di Tapteng

Energi Juang News, Tapanuli Tengah- Peninjauan proyek tanggul sungai di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, berubah panas. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meluapkan emosinya saat melihat langsung kondisi lapangan yang dinilai belum optimal.

Teguran Keras di Tengah Hujan Deras

Peristiwa ini terekam dalam video yang diunggah akun resmi Pemprov Sumut dan dilihat pada Selasa (14/4/2026). Insiden terjadi saat Bobby turun langsung ke lokasi sungai yang sebelumnya meluap dalam banjir besar November 2025.

Cuaca hujan deras tidak menghentikan peninjauan. Dalam situasi itu, Bobby terlihat berdiri berhadapan dengan Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung. Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu tampak berada di antara keduanya, berusaha meredakan ketegangan.

Perdebatan Memicu Emosi

Situasi memanas ketika Yan Munzir memberikan penjelasan di lokasi. Nada pembicaraan meningkat dan memicu respons keras dari Bobby.

“Ini udah jalan, saya kan nggak dapat perintah dari sini, Pak,” kata Yan Munzir Hutagalung dalam potongan video.

Pernyataan itu langsung dibalas dengan nada tinggi. Bobby menyoroti lambannya penanganan di wilayah tersebut dibanding daerah lain.

“Dari awal masyarakat ke sini berapa orang, warga kau nanti yang teriak, bukan teriak ke kau aja. Orang perjuangin kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau ngurus aja ini aja nggak bisa, orang perjuangin kau lho,” ujar Bobby.

Sorotan pada Kinerja Daerah

Bobby juga menyinggung posisi Tapanuli Tengah yang dinilai tertinggal dalam penanganan bantuan dan proyek.

“Kau daerah paling lambat lho, di-mention berkali-kali, bantuan ada nggak dapat, di Tapsel sana kau lihat, jangan sok paling kerja,” sambungnya.

Insiden ini kembali menyoroti tantangan koordinasi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam menangani dampak bencana serta percepatan pembangunan infrastruktur.

Redaksi Energi Juang News

Pembuat Cheat Mobile Legends Ditangkap, Rugi Rp2,5 M

Pembuat Cheat Mobile Legends Ditangkap, Rugi Rp2,5 M

Energi Juang News, Semarang – Aparat Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah berhasil membongkar praktik ilegal yang berkaitan dengan manipulasi sistem dalam gim daring populer yaitu cheat Mobile Legends. Kasus ini menyeret seorang pelaku yang diduga meraup keuntungan besar dari aktivitas tersebut, sekaligus menyebabkan kerugian signifikan bagi pihak pengembang.

Praktik Ilegal Berlangsung Bertahun-tahun

Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jateng, Kombes Himawan Sutantu Saragih, mengungkap bahwa pelaku berinisial DAR (22) telah menjalankan aksinya dalam waktu cukup lama, yakni sejak 2021 hingga Agustus 2025.

“Berdasarkan hasil investigasi pihak pelapor praktik ilegal ini telah berlangsung sejak tahun 2021 hingga Agustus 2025, dengan total keuntungan yang diperoleh pelaku diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, kerugian yang dialami pihak pengembang, berdasarkan estimasi internal sejak tahun 2022, mencapai lebih dari Rp 2,5 miliar akibat maraknya peredaran cheat tersebut,” kata Himawan, Selasa (14/4/2026).

Modus: Jual Cheat via Telegram

Pelaku diketahui mengembangkan aplikasi cheat secara mandiri tanpa latar belakang formal. Ia memodifikasi sistem agar dapat terintegrasi dengan aplikasi Mobile Legends di perangkat pengguna.

Himawan menjelaskan, pelaku menjual produk ilegal tersebut melalui platform Telegram. Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung pada durasi penggunaan.

“Produk ilegal tersebut dipasarkan melalui Telegram dengan variasi harga berdasarkan durasi penggunaan, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 270 ribu. Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menawarkan cheat kepada pengguna maupun reseller melalui Telegram,” jelas Himawan.

Dampak Besar bagi Industri Gim

Peredaran cheat tidak hanya merusak ekosistem permainan, tetapi juga berdampak langsung pada kerugian finansial pengembang. Selain itu, praktik ini menciptakan persaingan tidak sehat di kalangan pemain.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengguna untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk industri gim yang terus berkembang.

Redaksi Energi Juang News

WNA China Dominasi Pelanggaran Imigrasi RI

WNA China Dominasi Pelanggaran Imigrasi RI

Energi Juang News, Jakarta– Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menggelar Operasi Wirawaspada dan mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga melanggar aturan keimigrasian.

Ratusan WNA Terjaring Operasi Wirawaspada

Operasi Wirawaspada berlangsung pada 7-11 April 2026. Dalam periode tersebut, aparat berhasil mengamankan 346 WNA dari berbagai negara.

“Selama Operasi Wirawaspada 2026, seluruh satker (satuan kerja) Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengamankan 346 warga negara asing dengan dugaan melakukan pelanggaran keimigrasian,” ujar Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam jumpa pers di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Dari total tersebut, WNA asal China tercatat sebagai kelompok terbanyak. Selain itu, terdapat pula warga dari Pakistan dan Nigeria yang ikut terjaring.

“Dari segi kewarganegaraan, warga negara Republik Rakyat Tiongkok menjadi kelompok terbanyak yang terjaring dalam operasi kali ini yaitu sebanyak 183 orang, diikuti oleh Pakistan sebanyak 21 orang, dan Nigeria 20 orang. Secara keseluruhan operasi ini memeriksa warga asing dari 36 negara,” katanya.

Jenis Pelanggaran yang Ditemukan

Pelanggaran yang dilakukan para WNA beragam. Namun, penyalahgunaan izin tinggal menjadi kasus paling dominan dalam temuan operasi tersebut.

“Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 214 kasus atau sekitar 61% dari total pelanggaran. Selain itu, juga ditemukan 24 kasus overstay, 17 investor fiktif, serta berbagai pelanggaran administrasi lainnya seperti tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan atau alamat yang tidak sesuai dengan izin tinggal,” katanya.

Selain itu, beberapa pelanggaran dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan di wilayah Indonesia.

Pengawasan terhadap TKA Akan Diperketat

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), terutama yang tidak memiliki izin sesuai ketentuan.

“Selanjutnya kami akan memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan-perusahaan industri dan pertambangan yang mempekerjakan tenaga kerja asing dengan klasifikasi dan perizinan yang tidak sesuai. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan ketertiban, menegakkan hukum, dan melindungi segenap rakyat Indonesia,” katanya.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran serupa di masa mendatang.

Alasan WNA China Mendominasi Pelanggaran

Pihak Imigrasi menjelaskan bahwa dominasi WNA asal China tidak lepas dari jumlah tenaga kerja asing dari negara tersebut yang memang besar di Indonesia.

“Jadi memang kalau kita lihat kenapa warga negara Tiongkok itu banyak, karena memang TKA-nya, tenaga kerja asingnya lebih besar,” katanya.

Jumlah yang tinggi membuat potensi pelanggaran ikut meningkat secara statistik.

“Jadi potensi untuk untuk melakukan pelanggaran tentunya lebih besar dibanding warga negara yang lain. Jadi ini kan, apa namanya, itu secara statistik pasti dia akan seiring sejalan. Makin banyak warga negara TKA yang masuk, ya kan, maka potensi jumlah dari segi kualitatifnya pasti lebih besar dibanding yang lain,” katanya.

Redaksi Energi Juang News

Prabowo ke Paris Temui Macron Usai Rusia

Prabowo ke Paris Temui Macron Usai Rusia

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan luar negerinya dengan bertolak ke Prancis setelah menyelesaikan agenda penting di Rusia. Lawatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional sekaligus membahas berbagai isu strategis global.

Dari Moskow ke Paris, Agenda Diplomasi Berlanjut

Prabowo bertolak dari Rusia pada Senin (13/4/2026) pukul 23.50 waktu setempat, usai melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow. Perjalanan menuju Paris ditempuh sekitar 3,5 jam.

“Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Pertemuan Empat Mata dengan Macron

Setibanya di Paris, Prabowo dijadwalkan menjalani pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut akan digelar di Istana Élysée dan berfokus pada penguatan kerja sama bilateral.

“Besok Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara,” ungkap Teddy.

Bawa Isu Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Selain membahas kerja sama antarnegara, Prabowo juga akan menyampaikan pandangan Indonesia terkait situasi global yang terus berkembang.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” ujar Teddy.

Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam mendorong stabilitas global melalui jalur diplomasi.

Redaksi Energi Juang News

Ki Bedil Raja Senpi Ilegal 20 Tahun Ditangkap

Ki Bedil Raja Senpi Ilegal 20 Tahun Ditangkap

Energi Juang News, Jakarta- Seorang pria berinisial TS alias Ki Bedil (58) asal Jawa Barat akhirnya diringkus polisi setelah dua dekade menjalankan bisnis senjata api ilegal secara sembunyi-sembunyi. Namanya dikenal luas di kalangan pelaku kejahatan jalanan, meski sosoknya nyaris tak pernah terlihat.

Jejak Panjang Pemasok Senjata Bawah Tanah

Selama bertahun-tahun, Ki Bedil memproduksi berbagai jenis senjata api, mulai dari revolver, pistol, hingga senapan laras panjang. Kualitas rakitannya disebut mendekati standar pabrikan, terutama dalam hal fungsi dan akurasi.

Keahliannya tak datang tiba-tiba. Ia pernah bekerja di industri pembuatan senapan angin di wilayah Cipacing, Jawa Barat. Pengalaman itu menjadi fondasi kuat dalam merakit senjata api ilegal berkualitas tinggi.

Penangkapan Setelah Laporan Warga

Satuan Reserse Mobile Bareskrim Polri menangkap Ki Bedil di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat melalui hotline “Bang Resmob”.

“Ki Bedil ini adalah orang yang sudah cukup terkenal di kalangan para pelaku street crime dan juga pemburu ilegal,” ucap Kepala Satresmob Bareskrim Polri Kombes Polisi Arsya Khadafi, Senin (13/4/2026).

Polisi kini memburu para pembeli senjata dari jaringan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menekan penggunaan senpi ilegal dalam aksi kriminal.

“Kami akan mengembangkan juga pada para pelaku yang saat ini sudah membeli senjata dari Ki Bedil dan juga yang sudah menggunakannya,” ucapnya.

Jual Senjata Lewat Broker dan Media Sosial

Ki Bedil menjalankan bisnisnya dengan sistem tertutup. Ia tidak pernah bertemu langsung dengan pembeli. Semua transaksi dilakukan melalui perantara bernama Asep Saepudin alias AS (41).

AS memasarkan senjata melalui media sosial. Setelah harga disepakati dan pembayaran diterima, barang dikirim ke alamat pembeli.

Baca juga : Penyebab Kematian Yai Mim Terungkap Asfiksia

“Modusnya, saat barang dipesan dan pembayaran diterima, barang dikirimkan di alamat yang ditentukan pembeli. Kami mengamankan satu buah pistol kaliber 22 beserta peluru dan satu buah senapan setengah jadi dari tangan AS,” tutur Arsya.

Sempat Menghilang Saat Penindakan

Saat aparat melakukan penindakan besar-besaran di Cipacing, Ki Bedil sempat menghilang. Ia lalu beroperasi secara mandiri dengan sistem yang jauh lebih tertutup.

“Pada saat itu, pernah ada proses penegakan hukum di wilayah Cipacing untuk senjata api ilegal. Kemudian, saudara TS ini menghilang dan kemudian dia bekerja sendiri dengan sangat hati-hati dan berdasarkan pesanan dari orang yang hanya dia percayai,” ungkapnya.

Harga Fantastis Senjata Rakitan

Senjata buatan Ki Bedil dijual dengan harga tinggi. Untuk jenis pistol, harganya berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Senapan laras panjang dengan akurasi hingga 100 meter juga dijual di kisaran harga serupa.

“Di mana (senjata) hasil buatannya sangat baik, berfungsi dengan baik dan juga memiliki akurasi yang tinggi,” jelasnya.

“Untuk beberapa jenis yang rumit seperti jenis pistol itu diperjualbelikan dengan angka sekitar Rp 15-20 juta. Untuk senjata-senjata senapan laras panjang dengan tingkat akurasi 100 meter itu diperjualbelikan sekitar antara Rp 15-20 juta,” imbuh Arsya.

Redaksi Energi Juang News